Boy Lestari

H. Boy Lestari Datuak Palindih (lahir dengan nama Muhammad Nazir; lahir di Kamang Magek, Agam, Sumatra Barat, 5 Mei 1958 – meninggal di Padang, 9 Januari 2021 pada umur 62 tahun) adalah seorang ulama dan pengusaha Indonesia. Ia mendirikan PT Buana Lestari Advertising yang bergerak di bidang percetakan dan periklanan.

Boy Lestari

Ia menjabat Ketua DPW Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) Sumatra Barat periode 2007-2012 dan 2012-2017.[1] Setelah itu, ia menjabat Ketua Tarbiyah-Perti Sumatra Barat[2] dan Sekretaris PD Tarbiyah-Perti Sumatra Barat. Ia juga memimpin Majelis Dzikir Babussalam dan Ketua DPW Gebu Minang Sumatra Barat.

Kehidupan awal dan karierSunting

Boy Lestari merupakan putra dari pasangan Maya Indo Rajo dan Jauhari. Ia lahir di Dusun Kapecong, Jorong Halalang, Kenagarian Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam. Orang tuanya seorang petani sederhana dan guru mengaji di malam hari. Ayahnya meninggal dunia ketika berumur tujuh tahun dan ibunya lumpuh karena jatuh saat mengikuti suluk kali ketujuh di Batuhampar. Boy kecil bersekolah di madrasah ibtidaiyah kampungnya. Setelah lulus, ia melanjutkan belajar di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Tarusan Kamang selama 7 tahun. Setelah itu, ia pindah ke Bukittinggi. Ia pernah menjadi penjual karcis bioskop, petinju amatir yang berbaku hantam tiap malam, peragawan, dan public relation.[3]

Ia mulai menekuni bisnis di Kota Padang. Atas jasa seorang pengusaha, ia belajar mengelola bisnis. Lewat perkenalannya dengan Siswono Yudohusodo, ia menjadi marketing untuk bisnis lapangan golf resort Anai di Padang Pariaman milik Siswono.

Pada 1990, ia membuka usaha periklanan dan terus berkembang sampai sekarang.

Aktivitasnya adalah Direktur Utama PT Buana Lestari, Ketua DPD Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar, pemimpin Halaqah Zikir Al-Ikhlas Sumbar, ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Armina, dan ketua Lembaga Pengembangan Adat dan Syarak (LPAS) Sumbar.[3]

Boy Lestari dilantik sebagai Ketua Umum DPD Pejuang Bravo Lima (PBL) Sumatra Barat periode 2020-2025 oleh Jenderal Fachrul Razi di Auditorium Kantor Gubernur Sumatra Barat, 14 November 2020.[4]

Kehidupan pribadiSunting

Boy Lestari menikah dengan Indo Rianti. Mereka dikaruniai tiga orang anak yaitu Cory Lestari, Wahyu Lestari, dan Sherly Lestari, serta empat orang cucu.[5] Boy Lestari mengikuti tarekat Naqsyabandiyah.[3]

Boy Lestari pernah menghadiahkan buku biografinya yang berjudul Mencari Ridha Allah kepada Presiden Joko Widodo saat Presiden berkunjung ke Sumatra Barat tahun 2016.[6]

Meninggal duniaSunting

Boy Lestari sempat kritis karena positif terinfeksi Covid-19 dan dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 9 Januari 2020 pukul 05.50 WIB.[7] Sepekan sebelumnya, pada Minggu 3 Januari, istri Boy Lestari, Indo Rianti telah lebih dahulu meninggal.[5]

Jenazah Boy Lestari dikuburkan di samping pemakaman istrinya di pandam pakuburan keluarga di Komplek Perum Batang Kabung Asri, Koto Tangah, Kota Padang Sabtu siang dengan protokol COVID-19.[5]

RujukanSunting

Pranala luarSunting


==