Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) adalah nama sebuah organisasi massa Islam nasional yang berbasis di Sumatra Barat. Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1930 di Sumatra Barat, dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah. Kemudian organisasi ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatra, dan juga mencapai Kalimantan dan Sulawesi.

Persatuan Tarbiyah Islamiyah

Nama lama: Pergerakan Tarbijah Islamijah
Ketua UmumSiradjuddin Abbas
Dibentuk1930
Dibubarkan1973
Kantor pusatBukittinggi, Sumatera Barat
Keanggotaan (1950)Lebih 1.000.000
IdeologiKeislaman, Antikolonialisme

Perti ikut berjuang di kancah politik dengan bergabung ke dalam GAPI dalam aksi Indonesia Berparlemen, serta turut memberikan konsepsi kenegaraan kepada Komisi Visman pada tahun 1939. Memasuki tahun 1944, para pemimpin Perti melakukan gebrakan dengan bergabung ke Majelis Islam Tinggi (MIT) di Bukittinggi, suatu organisasi Islam untuk seluruh Sumatra yang diketuai oleh Syekh Muhammad Djamil Djambek, seorang ulama modernis yang pada masa lalu sempat bersitegang dengan ulama tua Perti.

MIT merupakan tempat untuk merujuk persoalan-persoalan agama, tetapi selama Perang Pasifik, organisasi ini kurang dapat berfungsi dengan baik. Pada bulan Desember 1945, MIT bertransformasi menjadi Masyumi cabang Sumatra sehubungan dengan edaran pemerintah sebelumnya agar rakyat mendirikan partai politik sebagai cermin pelaksanaan demokrasi.

Pada periode yang sama pula Perti memutuskan untuk menjadikan organisasi mereka suatu partai politik tersendiri. Keputusan tersebut diambil pada tanggal 22 November 1945, dan diperkuat oleh kongres di Bukittinggi tanggal 22-24 Desember 1945.[1]

Dalam Pemilihan Umum 1955 Perti mendapatkan empat kursi DPR-RI dan tujuh kursi Konstituante. Setelah Konstituante dan DPR hasil Pemilu dibubarkan oleh Presiden Soekarno, Perti mendapatkan dua kursi di DPR-GR. Dua tokoh kunci Perti juga pernah dipercaya menjabat menteri negara pada masa pemerintahan Soekarno. Kedua ulama tersebut adalah Sirajuddin Abbas sebagai Menteri Keselamatan Negara RI dan Rusli Abdul Wahid sebagai Menteri Negara Urusan Umum dan Irian Barat.

Pada masa Orde Baru Perti bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan.

Tahun-tahun awalSunting

 
Siradjuddin Abbas, Pemimpin Perti

Perti didirikan pada 20 Mei 1930 di Bukittinggi, Sumatra oleh sejumlah cendekiawan Islam sebagai organisasi sosial murni yang mempromosikan pendidikan Islam sebagai respons terhadap modernisme Islam. Awalnya bernama Persatuan Tarbijah Islamijah, pada konferensi para pemimpin pada 22 November 1945, diputuskan organisasi akan memasuki area politik dan menentang kolonialisme Belanda. Organisasi itu berganti nama menjadi Partai Perti Islam, persatuan dalam akronim Perti menjadi pergerakan. Perubahan ini disetujui pada kongres partai pada bulan Desember 1945, yang mengikuti keputusan pemerintah 3 November yang memungkinkan pembentukan partai politik. Pada 1950, partai itu mengklaim memiliki lebih dari satu juta anggota.[2][3]

ReferensiSunting

  1. ^ "http://wawasansejarah.com/persatuan-tarbiyah-islamiyah-perti/". wawasansejarah.com. Diakses tanggal 2016-12-24.  Hapus pranala luar di parameter |title= (bantuan)
  2. ^ Kementerian Penerangan RI 1951, hlm. 72-73.
  3. ^ Cribb & Kahin 2004, hlm. 340.

Sumber bukuSunting

  • Cribb, Robert; Kahin, Audrey (2004). Historical Dictionary of Indonesia. Scarecrow Press Inc. ISBN 978-0-8108-4935-8. 
  • Kementerian Penerangan Republik Indonesia (1951). Kepartaian di Indonesia (PDF). Jakarta: Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 

Lihat pulaSunting

Rujukan akhirSunting