Bahasa Kabiye

bagian dari rumpun bahasa Niger-Kongo
(Dialihkan dari Bahasa Kabye)

Kabiye ([kàbɪjɛ̀]; juga dieja Kabiyé, Kabiyè, Kabye, Kabyé, Kabyè, Cabrais) adalah bahasa Gurunsi timur yang dituturkan di wilayah Togo utara. Menurut kantor statistik Lomé, penutur bahasa Kabiye mencakup sekitar 23% populasi Togo pada tahun 1999.[4] Kabiye merupakan salah satu dari dua bahasa nasional Togo (bersama dengan bahasa Ewe. Dalam konteks Togo, "bahasa nasional" berarti bahasa yang dipromosikan oleh media nasional dan dalam sektor pendidikan resmi sebagai mata pelajaran pilihan di kelas 9 dan 10.[5]

Bahasa Kabiye
WilayahTogo, Benin, Ghana
EtnisKabye
Penutur
1.000 juta (2012)[1]
Abjad Latin (abjad Kabiye)
Braille Kabiye
Kode bahasa
ISO 639-3kbp
Glottologkabi1261[2]
Status pemertahanan
C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL EthnologueC5 Developing
Bahasa Kabiye dikategorikan sebagai C5 Developing menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini mengalami peningkatan jumlah penutur dari waktu ke waktu
Referensi: [3]
 Portal Bahasa
L • B • PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat

Fonologi sunting

Konsonan sunting

Labial Alveolar Retroflex Palatal Velar Labial-velar Glottal
Henti nirsuara p t ʈ k k͡p
bersuara d
Fricative voiceless f s h
bersuara z
Afrikat
Aproksiman l j w
Nasal m n ɲ ŋ

Vokal sunting

Vokal pendek sunting

Depan Belakang
Tidak membundar Membundar
-ATR +ATR -ATR +ATR
Tertutup ɪ i ʊ u
Tengah ɛ e ɔ o
Terbuka a

Vokal panjang sunting

Depan Belakang
Tidak membundar Membundar Tidak membundar
-ATR +ATR -ATR +ATR -ATR +ATR
Tertutup ɪː ʊː ɯ̙ː ɯ̘ː
Tengah ɛː ɔː ʌː ɤː
Terbuka ɑː

Nada sunting

Kabiye merupakan bahasa bernada, atau dalam kata lain perubahan nada akan mengubah arti suatu kata. Contohnya adalah ɖálʋ́ yang berarti "kakak laki-laki", sementara ɖálʋ̀ berarti "cacing usus". Nada juga dapat digunakan untuk membedakan tata bahasa, contohnya ɛɛkɔŋ́ yang berarti "dia tidak datang", ɛɛ́kɔŋ yang berarti "ketika ia datang", dan ɛ́ɛkɔ́ŋ yang berarti "bila ia tidak datang".

Referensi sunting

  1. ^ Kabiye di Ethnologue (ed. ke-18, 2015)
  2. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Kabiye". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 
  3. ^ "Bahasa Kabiye". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue. 
  4. ^ Lébikaza, Kézié Koyenzi (1999). Grammaire kabiyè: une analyse systématique - phonologie, tonologie et morphosyntaxe, hlm. 33. Cologne: Rüdiger Köppe.
  5. ^ Roberts, David (2011). The development of written Kabiye and its status as one of the "national" languages of Togo. In ed. Ochieng Orwenjo & Obiero Ogone, Language and politics In Africa: Contemporary issues and critical perspectives, 468-494. Newcastle-on-Tyne: Cambridge Scholars Publishing.

Pranala luar sunting