Baharuddin Saputra, S.H. adalah tokoh seniman, sastrawan dan pegiat seni kelahiran Tangerang, Banten; yang aktif bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara di Markas Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Poldasu), Medan.

Baharuddin Saputra
Baharuddin2.jpg
Lahir25 Desember 1966 (umur 53)
Bendera Indonesia Tangerang
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Nama lainBahar Adexinal
PendidikanSarjana Hukum (S.H.)
AlmamaterUniversitas Tjut Nyak Dhien
Pekerjaanseniman, sastrawan, pegiat seni, aparatur sipil negara
Tahun aktif
1983 - sekarang
Organisasi
Dewan Kesenian Sumatra Utara
Jabatan
Ketua Umum
Masa jabatan
2017 - 2022
Suami/istriEvi Khairani, S.Pd.
AnakZiyad Fawad Saputra
Asri Ayuningtias

Berdasarkan hasil Musyawarah Seniman Sumatra Utara tahun 2017, Baharuddin resmi dilantik Gubernur sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatra Utara (DKSU); yaitu organisasi non struktural Pemerintah Provinsi Sumatra Utara yang bergerak di bidang kesenian, sastra, budaya dan pariwisata.[1]

Latar BelakangSunting

Baharuddin Saputra dikenal luas sebagai sosok berkepribadian ramah dan periang. Ia melaksanakan tugas sehari-harinya sebagai Aparatur Sipil Negara bagian Staf Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Poldasu). Meskipun lahir di Tangerang, ia sejatinya tumbuh dan dibesarkan di Medan sejak berusia 2 tahun.

Baharuddin diketahui telah aktif mengikuti kegiatan Pramuka sedari duduk di bangku Sekolah Dasar. Pada tahun 1983, ia sempat terpilih sebagai salah satu dari 10 Pramuka Penggalang Terbaik Sumatra Utara yang diutus untuk mengikuti Lomba Tingkat Nasional (LT-V) di daerah Cibubur, Jakarta Timur.

Menginjak usia SMP, Baharuddin mulai menunjukkan minat yang besar terhadap seni, sastra dan fotografi. Adapun bakat seni tersebut direalisasikannya melalui pembuatan karya-karya tulis berbentuk cerita anak-anak, puisi, serta artikel yang kerap terbit di Harian Analisa, Waspada, Mimbar Umum, Andalas dan surat kabar terkenal Medan lainnya.

Sekitar tahun 1986, Baharuddin mengawali karirnya sebagai seniman teater di bawah bendera Komunitas "Teater Imago Medan". Ia tercatat pernah menampilkan lakon sepanggung bersama rekannya, Iskandar Zulkarnaen, pada pementasan teater "Nyanyian Angsa" di Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU).[2]

Kemampuan seni yang dimiliki oleh Baharuddin cenderung dominan di bidang penulisan cerpen, puisi, naskah drama monolog dan pantomim. Terlebih lagi, dalam menjalankan perannya sebagai penulis skenario, sutradara dan aktor sinetron.

PengalamanSunting

PramukaSunting

  1. Peserta Lomba Tingkat Nasional - V (LT-5) Pramuka Penggalang Putra - 10 putra terbaik Sumut Utusan Gugus Depan 019-020 TVRI Medan (1983);
  2. Kabid. Litev Dewan Kerja Daerah Sumut (DKDSU)/ Pramuka Penegak Pandega (1988 - 1992);
  3. Ketua Sangga Kerja Pengembaraan Desember (PEDESTRA'88) rute Desa Panah Semelir Langkat - Pegunungan Lauser Bukit Barisan - ke Danau Lau Kawar Tanah Karo, (1988);
  4. Pimimpin Rombongan Kontingen Putra Pramuka Sumut ke Perjemagan Wirakarya di Purbalingga, Jawa Desa Tengah, (1989);
  5. Pimpinan Redaksi Buletin "Seruan DKDSU", (1990);
  6. Panitia Bidang Humas Perkemahan Bhakti Saka Bhayangkara (Pertikara Nasional) di Bumi Perkemahan Sibolangit Deli Serdang, Sumatra Utara (1992);
  7. Andalan Humas Kwarcab Pramuka Kota Medan (1993 - 2000); dan
  8. Kepala Pusat Infokom Jwarda Pramuka Sumatra Utara (2019 - 2024).

TeaterSunting

  1. Peserta Teater Pelajar Taman Budaya Medan Utusan SMP Medan Putri (1980);
  2. Pelakon tokoh "Hanip" dalam drama anak-anak "Tersesat" karya D. Rifai Harahap; lakon teater "Umbul Meta Umbul Umbul", "ZZ EX WYZ", "Musang Berjanggut", "Rashomon", "Experimen XYZ": 6 pria berlakon sebagai wanita bersama Lena Simanjuntak pada siaran langsung TVRI Medan (1980);
  3. Pelakon pantomim "Lelaki dan Kehidupan" bersama D. Rifai Harahap dan Ningsih di Gedung utama Taman Budaya Sumatra Utara ( 1985);
  4. Pelakon "Nyanyian Angsa" karya Anton Checov, bersama Dr. Iskandar Zulkarnain (1986);
  5. Pelakon monolog "Segelas Air Putih" karya Bahar Adexinal (1987);
  6. Kerabat kerja pementasan Teater Imago dan Teater Nasional Medan, antara lain "Sandek", "Sumur Tanpa Dasar" karya Arifin C. Noer, "Orang-Orang Malam" karya Putu Wijaya dan "Tok Tok Tok" karya Ikranegara (1988 - 1996); dan
  7. Penggagas kegiatan "Pekan Seni Anak Muda Medan ("Pesan M") (1996).

Film & SinetronSunting

  1. Drama "Derap Pramuka", episode "Anak Tersesat" (TVRI Medan);
  2. Sandiwara Televisi "Jebakan Pintu Tertutup", "Operasi Gali Semprul", "Gadis", "Abah Kosim", "Bah Jurod";
  3. Drama Komedi karya sendiri "Si Bolang Petinju Cilik" dan "Detektif Cilik dari Medan (Trans 7);
  4. FTV SCTV "Frety Dream Come True", "Ulos Simalakama"; dan
  5. Film layar lebar "The Depeest" dan "Dimana Kau Sembunyikan Jodohku" karya sutradara Embart Nugroho.

PublikasiSunting

  1. Puisi "Air Mata Langitku pada Kumpulan Puisi' Indonesia Berbisik'" (DKSU, 1995);
  2. Cerpen Pistol (DKSU, 1996);
  3. Cerita Bersambung Ning Wo Aini (Harian Andalas, 2005).

PrestasiSunting

  1. Juara I (membawa nama SMA Utama Medan) pada Lomba Baca Puisi Memperebutkan Piala Gubernur Sumatra Utara, panitia pelaksana PWI dan KNPI Sumut (1983); dan
  2. Juara I Lomba Pantomim Pekan Raya Sumatera Utara (1984).

PenghargaanSunting

  1. PNS Berprestasi POLRI: Pendiri dan Pemimpin Redaksi Tabloid dan Media Online "Mitra Kamtibmas" (oleh Kombes. Pol. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., 2017);
  2. PNS Berprestasi POLRI: Dilantik dan dipercayai Gubernur Sumatra Utara sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatera Utara (DKSU) & Pemimpin Redaksi Majalah "Tribrata News Polda Sumut" (oleh Asisten SSDM Kapolri; Kapoldasu, 2019); dan
  3. Tokoh Peduli Seni Budaya Sumatra Utara (oleh Forum Sastrawan Deli Serdang (Fosad), 2019).

ReferensiSunting

  1. ^ "Artikel "Baharuddin Saputra dilantik sebagai Ketua Umum DKSU Periode 2017 - 20222"". sentralberita.com. Diakses tanggal 2018-03-09. 
  2. ^ "Portofolio "Teater Imago Medan"- 1982 - 1988". Diakses tanggal 2008-06-18.