Buka menu utama

Atmakusumah Astraatmadja (dilahirkan di Labuan, Banten, pada 20 Oktober 1939) adalah Penghargaan Ramon Magsaysay[1] Tahun 2000 untuk Jurnalisme, Sastra, dan Seni Komunikasi Kreatif, yang disampaikan oleh The Ramon Magsaysay Award Foundation di Manila pada 31 Agustus 2000 untuk konsistensinya meletakkan fondasi dan lembaga profesional di bidang media serta kemerdekaan pers di Indonesia.

Atmakusumah Astraatmadja
LahirLabuan, Banten, Hindia Belanda
KebangsaanIndonesia
PekerjaanJurnalis
PenghargaanRamon Magsaysay Award

Sebagai penulis dan kolumnis, tulisan-tulisannya dimuat antara lain di: harian Kompas, Sinar Harapan, The Jakarta Post, Republika, Suara Karya; majalah Tempo, D & R (Demokrasi & Reformasi), Prisma, Optimis, Femina, X-tra, Intisari, Editor, Forum Keadilan, Independen Watch, Trust; surat kabar mingguan edisi akhir pekan Media Indonesia Minggu, Bisnis Indonesia Minggu; dan media Internet Tempo Interaktif (Jakarta). Juga dimuat di majalah Reflexie (Den Haag, Nederland).

Selama 30 tahun terakhir ia berbicara pada seminar dan lokakarya tentang jurnalisme serta kebebasan pers dan berekspresi di sekira 40 kota besar dan kecil di Indonesia.[2]

KarierSunting

  • Press assistant dan information specialist, pada U.S. Information Service (USIS) (1974—1992);
  • Redaktur, redaktur pelaksana, harian Indonesia Raya (1968—1974).
  • Redaktur kantor berita Antara, Jakarta.
  • Persbiro Indonesia (PIA), Jakarta.
  • Penyiar Radio Australia (ABC) di Melbourne, Australia,
  • Deutsche Welle (Radio Jerman) di Koeln, Jerman.
  • komentator masalah dalam negeri dan luar negeri pada Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta.
  • Ketua Dewan Pers independen yang pertama, sejak Mei 2000 sampai Agustus 2003.
  • Pengajar Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), pusat pendidikan dan pelatihan jurnalistik praktis di Jakarta, sejak 1992 sampai sekarang.
  • Anggota Dewan Pakar LPDS sejak Maret 2003.
  • Direktur Eksekutif LPDS (1994—2002)
  • Ketua Tim Ombudsman harian Kompas (2000—2003).

KaryaSunting

  • Kebebasan Pers dan Arus Informasi di Indonesia (1981).
  • Penyunting 9 buku lainnya.
  • Selain itu, tulisan-tulisannya tentang jurnalisme, media pers, dan kebebasan pers dimuat dalam 30 buku.
  • pemimpin rubrik komunikasi massa dan kontributor untuk Ensiklopedi Nasional Indonesia (18 jilid; pemimpin umum Dr. B. Setiawan, pemimpin redaksi dr. E. Nugroho; penerbit PT Cipta Adi Pustaka, Jakarta, 1988—1991).

RujukanSunting

ReferensiSunting