Buka menu utama

Ariana Afghan Airlines

perusahaan penerbangan Afganistan

Ariana Afghan Airlines Co. Ltd. adalah maskapai penerbangan nasional dan yang tertua di Afghanistan, dan merupakan maskapai penerbangan terbesar di Afganishtan, dengan kantor pusat di Kabul.[1] Maskapai ini melayani penerbangan domestik dan internasional.

Ariana Afghan Airlines
IATA ICAO Kode panggil
FG AFG ARIANA
Didirikan1955
PenghubungBandar Udara Internasional Kabul
Armada10
Tujuan17
Perusahaan indukPashtany Bank
Kantor pusatKabul, Afghanistan
Situs webwww.flyariana.com

Maskapai ini dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Afghanishtan, dengan basis utama di Bandar Udara Internasional Kabul.[2]

SejarahSunting

 
Sebuah pesawat Airbus A310 milik Ariana Afghan Airlines, dioperasikan oleh Eagle Aviation, mendarat di Frankfurt, Jerman. (2006)

Ariana Afghan Airlines didirikan pada 27 Januari 1955. Selama dekade 1970an, Ariana dinyatakan sebagai maskapai yang dalam kondisi baik dan bisa diandalkan. Pada waktu tersebut, Ariana dimiliki oleh Pan American World Airways sebesar 49% dan 51% oleh pemerintah Afghanishtan, dan maskapai mengoperasikan pesawat seperti Douglas DC-10, Boeing 727, dan Boeing 707 (dan juga varian 720-nya).

Setelah berakhirnyaPerang Soviet di Afghanistan tahun 1989 dan runtuhnya pemerintahan Najibulla, Taliban mengambil alih Kabul tahun 1996. Afghanistan menghadapi sanksi ekonomi substansial dalam sektor internasional selama rezim Taliban. Sanksi tersebut, bersamaan dengan kontrol pemerintah Taliban terhadap perusahaan dan penghentian armada untuk penerbangan internasional, memiliki efek buruk dalam kondisi ekonomi perusahaan selama dekade 1990an. Armada perusahaan berkurang hanya menjadi beberapa pesawat buatan Rusia dan Ukraina seperti An-26, Yakovlev Yak-40 dan tiga Boeing 727, yang digunakan untuk penerbangan domestik terjauh. Pada Oktober 1996, Pakistan menyediakan perawatan sementara dan basis operasi di Karachi. Tahun 1999, Ariana hanya terbang menuju Dubai, Uni Emirat Arab dan Riyadh, Arab Saudi; juga penerbangan kargo terbatas menuju provinsi barat China. namun, sanksi yang diperintahkan oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 1267 memaksa perusahaan maskapai menghentikan operasi lintas negara. Pada November 2001, maskapai berhenti beroperasi sepenuhnya.

Setelah penjatuhan pemerintah Taliban pada Operasi Enduring Freedom, Ariana mulai membangun kembali operasinya pada Desember 2001. Satu bulan kemudian, sanksi PBB akhirnya ditarik, dan megijinkan maskapai untuk terbang kembali. Sebagai pertanda hubungan baik dan usaha untuk mengembangkan hubungan bilateral dengan Afghanistan, pemerintah India memberikan tiga pesawat Airbus A300 milik maskapai penerbangan nasional Air India. Ariana kembali mengadakan penerbangan internasional, dan penerbangan internasional pertamanya sejak tahun 1999 dengan mendarat di Bandar Udara Internasional Indira Gandhi di New Delhi, India.

DestinasiSunting

ArmadaSunting

 
Sebuah pesawat Boeing 727-200 milik Ariana Afghan Airlines di Bandar udara Internasional Kabul, Afghanistan. (2005)

Armada Ariana Afghan Airlines meliputi pesawat sebagai berikut (Sesuai 14 Agustus 2010):[3][4][5]

Armada Ariana Afghan Airlines
Pesawat Dalam Armada Pesanan Penumpang
(Bisnis/Ekonomi)
Catatan
Airbus A300B4-203 1 0 232 (16/216)
Airbus A310-304 3 0 209 (22/187)*
240 (28/212)
*1 dioperasikan oleh Saga Airlines
Boeing 727-200 5 0 - 1 dioperasikan untuk pemerintah Afghanistan
Boeing 727-200F 1 0 - Kargo
Boeing 737-300 1 0 - Dioperasikan oleh Air Batumi

Bekas ArmadaSunting

Bekas Armada Ariana Afghan Airlines
Pesawat Total
Airbus A321 1
Boeing 707-320
Boeing 720B
Boeing 727-100C
Boeing 737-800 1
Boeing 757-200 1
McDonnell Douglas DC-10-30
Tupolev Tu-134
Tupolev Tu-154

Insiden dan kecelakaanSunting

Robert Young Pelton dari National Geographic menyatakan dalam sebuah artikel bahwa julukan untuk maskapai tersebut adalah Scariana karena rendahnya caratan keselamatan.[6]

Ariana Afghan Airlines mengalami insiden dan keselakaan sebagai berikut sejak mengawali operasi:[7]

  • Pada 21 November 1959, Ariana Afghan Airlines Penerbangan 202, sebuah Douglas DC-4 jatuh di Beirut segera setelah lepas landas akibat api di dalam pesawat, 24 dari 27 penumpang tewas.
  • Pada 5 Januari 1969, Ariana Afghan Airlines Penerbangan 701, sebuah Boeing 727-100C datang di Bandar Udara London Gatwick dari Bandar Udara Frankfurt jatuh di sebuah rumah, menewaskan 50 dari 66 Penumpang. Pilot berusaha mendarat di kabut tebal, meskipun telah disarankan mendarat di London Heathrow. Pasangan yang tinggal di dalam rumah juga tewas, ajaibnya, bayi mereka selamat.
  • Pada 21 September 1984, sebuah McDonnell Douglas DC-10 turun menuju Bandar Udara Internasional Kabul dari Kandahar pada ketinggian 14000 kaki (4300 m) di atas permukaan laut, 12 mil (19 km) jauhnya dari bandara saat dihantam peluru berpeledak di mesin nomor 1 1. 300 penumpang ada di pesawat dengan tidak ada laporan kematian.
  • Pada 10 Desember 1988, sebuah Antonov An-26 milik Ariana ditembak jatuh oleh pesawat tempur Pakistandi atas Pakistan, menewaskan seluruh 25 penumpang dan awak.
  • Pada 18 Juni 1989, sebuah pintu terbuka pada pesawat Antonov An-24 di tengah perjalanan dari Kabul menuju Zaranj, dan 6 orang tewas saat pesawat menabrak bukit.
  • Pada 29 Mei 1992, sebuah Tupolev 154, membawa presiden Afghanistan Sibghatullah Mojaddedi, ditembak sebuah RPG saat dalam proses pendaratan ke bandara Kabul. Pesawat mendarat dengan selamat tanpa korban jiwa.[8][9]
  • Pada 11 September 1995, pesawat An-26 jatuh, setelah kehabisan bahan bakar di Jalalabad, tiga penumpang tewas.
  • Pada 29 Oktober 1997, pesawat lain jatuh di Jalalabad ketika sebuah Yakovlev Yak-40 jatuh saat mendarat, membuat 2 orang tewas.
  • Pada Januari 1998 sebuah Antonov An-12 jatuh dekat Khojak Pass, Pakistan setelah kehabisan bahan bakar dan menewaskan semua 51 orang di pesawat.
  • Pada 29 Maret 1998, sebuah Boeing 727 dari Sharjah lewat Kandahar menuju Kabul jatuh setelah menabrak gunung saat menuju bandara Kabul, menewaskan seluruh 45 orang di pesawat.
  • Pada 6 Februari 2000, untuk menghindari kelompok pembunuh dari Taliban, sembilan orang, dipimpin oleh dua saudara Ali Safi dan Mohammed Safi, membajak Ariana Afghan Airlines penerbangan 805, sebuah Boeing 727 membawa lebih dari 180 orang. Pesawat dialihkan melalui Tashkent dan Moskow sebelum mendarat di Bandar Udara London Stansted di utara London, di mana pembajakan berakhir setelah 4 hari dengan penyerahan damai. Pelaku dinyatakan bersalah pada Desember 2001 terhadap usaha pembajalan, penyanderaan, dan penyalahgunaan senjata. Masing-masing dihukum antara 27 dan 30 bulan, dan mendapatkan suaka di Britania Raya.[10] Setelah saat itu diketahui bahwa pembajakan merupakan sandiwara yang dilakukan bersama oleh pembajak, keluarga, dan penumpang lain dalam usaha mendapatkan suaka.[butuh rujukan]
  • Pada Oktober 2001, pengeboman oleh Angkatan Udara Amerika Serikat di bandara menghancurkan dua Boeing 727-100C, dua Antonov An-12, dan tiga Antonov An-24.
  • Pada 23 Maret 2007, sebuah Airbus A300 dari Kabul lewat Ankara, mendarat di Bandar Udara Internasional Atatürk, Istanbul, melewati landasan pacu dan mengalami kerusakan sayap kanan. Cuaca sangat buruk pada saat itu. Pesawat tidak dapat dioperasikan kembali.[11]

Pelarangan dari Uni EropaSunting

Seluruh armada Ariana Afghan Airlines masuk dalam daftar larangan Uni Eropa.[12]

ReferensiSunting

  1. ^ "Worldwide Offices." Ariana Afghan Airlines. Retrieved on 23 September 2009.
  2. ^ "Directory: World Airlines". Flight International. 2007-03-27. hlm. 77. 
  3. ^ Ariana Afghan Fleet
  4. ^ Ariana Afghan Airlines Fleet - CH-Aviation
  5. ^ Saga Airlines Fleet Configuration (TC-SGC/SGI)
  6. ^ "Just the Ticket." National Geographic. Retrieved on 17 February 2009.
  7. ^ Ariana Afghan Airlines accidents and incidents
  8. ^ Aviation Safety Net
  9. ^ Human Rights Watch report
  10. ^ Afghans who fled Taliban by hijacking airliner given permission to remain in Britain, Jeevan Vasagar, The Guardian, 11 May 2006
  11. ^ "Ariana A300 overruns while landing at Istanbul Ataturk". Flight International. 2007-04-03. hlm. 10. 
  12. ^ http://ec.europa.eu/transport/air-ban/doc/list_en.pdf

Pranala luarSunting

Official website
Other websites