Anjun, Plered, Purwakarta

desa di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

Anjun adalah desa di kecamatan Plered, Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia. Desa ini merupakan desa yang ber administrasi khusus seperti daerah kebanyakan di desa lainnya yang berada di sekitar Desa Anjun

Anjun
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenPurwakarta
KecamatanPlered
Kode pos
41162
Kode Kemendagri32.14.04.2009
Luas... km²
Jumlah penduduk3.430 jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Pariwisata sunting

Pariwisata di desa anjun bisa dikatakan benar benar berkembang sangat pesat.

Gunung Cupu sunting

 
Panorama Gunung Cupu berlatarkan Pesantren Raudhatul Hikmah Putra Di Kp Cirogok Desa Anjun


Gunung Cupu adalah gunung berbatu yang berketinggian 333 meter di atas permukaan laut dengan ketinggian tebing sekitar 150 meter dengan lebar sekitar 27 meter itu terletak di antara dua kecamatan yaitu, Desa Anjun, Liunggunung, Kecamatan Plered serta, Desa Cianting dan Cianting Utara Kecamatan Sukatani. Dahulunya gunung tersebut merupakan bagian administratif dari Desa Anjun,tetapi semenjak pemecahan administratif kecamatan Plered dan Kecamatan Sukatani maka Gunung Cupu menjadi daerah perbatasan antara Kecamatan Plered dan Kecamatan Sukatani.

Legenda Asal Muasal Gunung Cupu sunting

Ada banyak kisah mengenai asal mula Gunung Cupu. Salah Satu Kisah "Berbunyi" Demikian

Pada zaman dahulu kala di ceritakan ada 7 bidadari dari khayangan yang suka berjalan jalan ke bumi, para bidadari itu suka berenang sambil mandi di salah satu telaga yang sangat bening airnya.

Pada waktu sore , saat tujuh bidadari sedang asik berenang ada seorang pria datang ke telaga itu.
‘walaah, itu bidadari yang sering diceritakan oleh masyarakat sini!’ pria itu pun berbicara sendiri, lalu pria itu bersembunyi di belakang pohon yang berada di pinggir telaga itu,matanya tertuju ke tengah telaga sambil mengawasi para bidadari yang asik mandi tanpa tau mereka sedang di intip.

Setelah beberapa lama memperhatikan tingkah bidadari itu, terbesit dari hati pria tu untuk mencuri salah satu pakaian bidadari itu yang berada di atas batu di sisi telaga, lalu pria itu menghampiri dan mengambil salah satu pakaian para bidadari itu.

Setelah bidadari selesai mandi, bidadari bidadari yang lain nya segera pulang dan terbang ke khayangan, teteapi salah satu bidadari itu malah menangis karena pakaian nya hilang, lalu pria itu menghampiri dan berkata ‘mengapa kamu menangis disini ? Tanya pria itu.
Bidadari itu terkejut, mengapa ada seorang pria di tengah hutan. Bidadari itu berpikir bahwa pria ini yang mengambil pakaian nya, setelah ditanyakan pria itu mengaku, bahwa pakaian bidadari itu dicuri. Lalu pria itu berkata ‘saya akan mengembalikan nya, apabila kamu mau menikah dengan saya’.

Karena tidak tau harus apalgi, terpaksa bidadari itu menerima lamaran dari pria itu untuk menjadi istrinya.


Setelah menikah pada suatu hari, bidadari mau mengambil padi, ke salah satu tempat untuk menutu beras, bidadari itu menemukan pakaian nya yang telah lama hilang, sudah waktunya bidadari pulang ke khayangan ,lalu pakaian bidadari itu dipakai serta member tau suaminya bahwa ia akan pergi ke khayangan,
Sang suami tidak bias melarang kehendak istrinya, pikirnya ketemu juga pakaian yang dulu saya sembunyikan, mungkin sudah waktunya aku berpisah dengan istriku.


Setelah itu bidadari langsung terbang ke khayangan, meninggalkan anak dan suaminya, namun sebelum pulang bidadari meninggalkan cupu tempat perhiasan untuk pegangan anaknya jika suatu saat nanti bidadari ngin bertemu dengan anak nya.
Sampai sekarang cupu peninggalan bidadari itu masih ada di salah satu gunung. Kata masyarakat setempat setiap ada pendaki di percayai ada bidadari yang datang ke gunung itu untuk menemui anak dan suaminya.

Lama kelamaan, gunung tempat nyimpen cupu itu disebut gunung cupu yang berada di daerah sukatani.