Al-Bayan (majalah)

majalah Islam dwi-mingguan beraksara Arab-Melayu di Hindia-Belanda
Sampul versi Latin dari Al-Bayan edisi 19 Agustus 1920

Al-Bayan (ejaan asli: Al-Bajan) adalah majalah Islam dwi-mingguan beraksara Arab-Melayu yang dikelola oleh murid-murid Sumatera Thawalib di Parabek, dekat Kota Bukittinggi, Sumatra Barat. Majalah ini diedarkan di jaringan sekolah Sumatera Thawalib. Edisinya terbit perdana pada 25 September 1919 dan diperkirakan berhenti terbit pada 1921 karena alasan pendanaan.[1]

Majalah ini memuat tulisan tentang pelajaran Islam, terutama fiqih dan tafisr Alquran.[2][1]

SejarahSunting

Pemimpin redaksi (rais tahrir) Al-Bayan dipegang oleh Djamain Abdul Moerad, seorang jurnalis yang pernah belajar kepada Abdul Karim Amrullah. Anggota redaksi terdiri dari pelajar yang terhimpun dalam Jamiyah Sumatera Thawalib Parabek di bawah pimpinan Ibrahim Musa. Adapun badan atau perusahaan pengelola majalah (mudir) ditangani oleh Labai Sain Al-Maliki, seorang guru Sumatera Thawalib di Parabek.[3][4] Percetakannya ditangani oleh Drukkerij Merapi & Co.

Edisi perdana majalah Al-Bayan terbit pada 25 September 1919 atau 1 Muharram 1338 menurut kalender Hijriyah. Al-Bayan terbit dua kali dalam sebulan, tepatnya pada awal dan pertengahan bulan Hijriyah. Satu nomor penerbitan rata-rata berumlah 24 halaman, termasuk halaman sampul.[1]

Di antara kontributor Al-Bayan yang pernah tercatat adalah Muhammad Salih Ar-Rayhani, Haji Abdul Latif Syakur, Zainuddin Ahmad, Haji Ibrahim Abdul Ghani, H. M Siddiq, dan Basyuni Ahmad.[1] Pembaca majalah Al-Bayan tidak terbatas di wilayah sekitar Parabek, tapi tersebar sampai ke Palembang, Aceh, dan Semenanjung Malaya.[1]

IsiSunting

Secara umum, Al-Bayan ditulis dalam aksara Arab-Melayu. Aksara Latin hanya digunakan digunakan di halaman sampul, pemberitahuan/pengumuman, dan Iklan.[5] Sampul majalah dalam aksara Arab-Melayu menampilkan susunan dewan redaksi dan keterangan tentang majalah sebagai “majalah Islamiyah pada pengajaran pengetahuan dan perkhabaran”. Adapun sampul majalah dalam aksara Latin menampilkan motto "oentoek keperloean segala hal tentangan Agama Islam". Saparuh dari halaman sampul berisi iklan berbagai produk seperti buku arab, batik dan, obat-obatan.[1]

Pada bagian isi, tata letak halaman dibuat menjadi dua bagian dengan garis vertikal di tengah-tengah halaman, kecuali judul beberapa rubrik akan mengambil penuh posisi halaman. Adapun penomoran halaman majalah untuk satu tahun penerbitan nomor halaman terus bersambung setiap edisinya. Edisi ke-24 yang menjadi edisi penutup pada penerbitan tahun pertama berakhir di halaman 374.[1]

Berhenti terbitSunting

Al-Bayan berhenti terbit pada tahun 1921 diduga karena alasan pendanaan. Saat ini, sebagian eksemplar asli Al-Bayan tersimpan di Perpustakaan Nasional dan sebagian salinannya terdapat di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM) Padang Panjang.[1]

Menurut observasi Ahmat Adam pada 1980, edisi Al-Bayan yang terdokumentasi yakni penerbitan tahun pertama dari nomor 19–23 (18 Juni–15 Agustus 1920) dan penerbitan tahun kedua dari nomor 1–10 (14 September 1920–25 Januari 1921).[1]

Di PDIKM Padang Panjang, hanya terdapat salinan beberapa edisi Al-Bayan, dengan kondisi banyak bagian majalah hilang, teks tidak lengkap/susah dibaca.[1]

ResponsSunting

Kemunculan Al-Bayan disusul oleh penerbitan serupa oleh jaringan Sumatra Thawalib di berbagai daerah, di antaranya Al-Basyir di Sungayang, Al-Ittiqan di Maninjau, dan Al-Imam di Padang Japang.[4]

Lihat pulaSunting

  • Al-Munir, majalah Islam yang terbit di Padang dan tercatat sebagai media massa Islam pertama di Indonesia

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f g h i j Khairul Ashdiq (13 Maret 2017). Majalah Al Bayan Al Mubin 1919–1921; Refleksi Menuju 1 Abad 1919–2019. surauparabek.or.id.
  2. ^ Arbi Syafri Tanjung. Ranah Minang di Tahun 1900-1930: Pers Sekolah Aja Ada!. 19 Juni 2011. Harian Haluan.
  3. ^ Indah Khairunnisah (2014). Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sumatera Thawalib Parabek Bukittinggi: Transformasi Sistem Pendidikan dari Sistem Halaqah Menjadi Sistem Klasikal (Skripsi). Universitas Indonesia.
  4. ^ a b Yuliandre Darwis (2013). Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau (1859–1945). Jakarta: Gramedia. hlm. 83–84.
  5. ^ Sunarti, Sastri (2013). Kajian Lintas Media. Diakses tanggal 16 September 2019.