Ahmad Mansur Suryanegara

Ahmad Mansur Suryanegara (lahir Maret 1935) adalah seorang sejarawan dan penulis asal Indonesia yang berperan dalam islamisasi penulisan sejarah.[1] Karya-karyanya yang terkenal yaitu Api Sejarah dan Menemukan Sejarah: Wacana Pergerakan Islam Indonesia.[2]

KeluargaSunting

Ahmad Mansur Suryanegara lahir pada tanggal 22 Zulhijah tahun 1353 Hijriah. Ia merupakan anak dari pasangan suami-istri bernama Hasan Moekmin dan Siti Aminah. Ahmad Mansur menikah dengan Nia Kurniawati.[3]

PemikiranSunting

Ahmad Mansur berusaha mengubah cara pandang masyarakat Indonesia tentang sejarah Indonesia. Pemikiran-pemikiran Ahmad Mansur konsisten membahas topik sejarah Indonesia. Pemikiran mengenai islamisasi penulisan sejarah oleh Ahmad Mansur Suryanegara lebih ditujukan kepada kebutuhan kaum awam mengenai berbagai perbandingan informasi sejarah yang diajarkan pada jenjang pendidikan formal di Indonesia. Ahmad Mansur Suryanegara berusaha memberikan pemahaman bahwa Islam merupakan agama yang memberikan pengaruh terbesar di kawasan Indonesia. Dalam pemikirannya, Islam merupakan pelopor kebangkitan nasional Indonesia. Hal ini didasarkan pada para tokoh pejuang kemerdekaan yang sebagian besar merupakan seorang Muslim. Ahmad Mansur Suryanegara menganggap bahwa kekeliruan-kekeliruan dalam penulisan sejarah Islam merupakan hasil sekularisasi negara Indonesia oleh negara-negara Eropa. Sekularisasi ini dimulai pada masa penjajahan Belanda dan memengaruhi para mahasiswa di bidang ilmu sejarah. Melalui pemikirannya, Ahmad Mansur bertujuan untuk menghasilkan para sejarawan Islam dengan pandangan yang tidak sekuler.[1]

PeranSunting

Menurut sejarawan Tiar Anwar Bachtiar, Ahmad Mansur Suryanegara merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam islamisasi penulisan sejarah.[1] Pada tahun 1975, Ahmad Mansur mengoreksi buku Sejarah Nasional Indonesia yang diterbitkan oleh Balai Pustaka. Buku Sejarah Nasional Indonesia merupakan sebuah buku standar sejarah Indonesia yang dibuat oleh pemerintah Indonesia sebagai sumber yang tepercaya bagi masyarakat Indonesia. Buku ini juga dijadikan sebagai rujukan bagi penulisan sejarah Indonesia oleh para pengajar pelajaran sejarah Indonesia. Melalui pemikirannya, ia menemukan banyak kekeliruan informasi sejarah di dalam buku tersebut.[4]

PekerjaanSunting

Ahmad Mansur Suryanegara adalah seorang sejarawan dan penulis.[5] Selain itu, Ahmad Mansur Suryanegara juga bekerja sebagai pengajar di berbagai sekolah dan kampus yang ada di Bandung, Surakarta, dan Tasikmalaya. Di Bandung, Ahmad Mansur mengajar sebagai guru di SMP Muslimin 1, SMP Muslimin 2, SMP Muslimin 4, dan SMP Yayasan Pendidikan Islam Bandung. Ahmad Mansur mengajar sebagai dosen di beberapa universitas, yaitu Universitas Padjadjaran, Universitas Pasundan, Universitas Islam Bandung, Universitas Islam Indonesia, dan Universitas Widyatama. Ia juga mengajar di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bandung, Institut Agama Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Akademi Pendidikan Agama Islam Major Makmur, Akademi Manajemen, Informasi, dan Komputer Al-Ma'soem, dan Akademi Sekretaris dan Managemen Taruna Bakti. Selain itu, Ahmad Mansur juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kampus dan organisasi profesi skala nasional. Ia juga merupakan pembina berbagai pondok pesantren, masjid, dan yayasan yang berada di wilayah Jawa Barat, khususnya Bandung.[3]

KaryaSunting

Pemikiran Ahmad Mansur diterbitkan dalam berbagai tulisan yang tersebar di berbagai surat kabar, majalah, jurnal, dan seminar.[1] Karya-karyanya yang terkenal yaitu Api Sejarah 1, Api Sejarah 2, dan Menemukan Sejarah.[2]

Api SejarahSunting

Api Sejarah merupakan buku berjumlah dua jilid dengan nama Api Sejarah 1 dan Api Sejarah 2. Api Sejarah 1 dan Api Sejarah 2 memiliki konten dasar yang sama. Buku Api Sejarah menceritakan kembali perjuangan tokoh Islam dalam melancarkan perlawanan bersenjata kepada para penjajah, yaitu Portugis dan Belanda. Dalam hal ini, Portugis menganut agama Katolik, sedangkan Belanda menganut agama Kristen Protestan. Selanjutnya, para ulama dan santri dikisahkan berjuang dalam membangun kesatuan dan persatuan untuk membela negara Indonesia yang telah memroklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Bersama dengan Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia, para ulama dan santri berjuang untuk menumpas kudeta yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia. Lalu, pada 17 Agustus 1950 mereka berhasil membubarkan Republik Indonesia Serikat dan mengembalikan kedaulatan negara Indonesia. Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo sebagai perwakilan dari Partai Politik Islam Indonesia Masyumi mengesahkan lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila pada tahun 1950 dan menyelenggarakan Pemilihan Umum Dewan Perwakilan Rakyat serta Konstituante pada tahun 1955. Dengan demikian, buku Api sejarah menggambarkan bahwa para ulama dan santri selalu aktif dalam perjuangan sejarah bangsa dan negara Indonesia.[6]

Api Sejarah 1 merupakan buku yang ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara dan diterbitkan pada tahun 2009. Buku ini diterbitkan oleh Salamadani. Bahasan utama dalam buku ini adalah sejarah islam di Indonesia.[7] Buku Api Sejarah membahas empat topik yaitu pengaruh kebangkitan Islam di Indonesia, perkembangan agama Islam di Indonesia, peran kekuasaan politik Islam melawan imperialisme, dan peran ulama dalam gerakan kebangkitan kesadaran nasional.[5]

Pembahasan Api Sejarah 1 dimulai dengan teori awal sejarah agama Islam di Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai kebangkitan Islam dan pengaruhnya di Indonesia serta kedatangan dan perkembangan agama Islam di Indonesia. Berikutnya dijelaskan tentang jawaban kekuasaan politik Islam terhadap tantangan imperialisme Eropa. Kemudian dilanjutkan dengan perkembangan kekuasaan politik Islam di Indonesia, perang tiga agama di Indonesia, perlawanan bersenjata oleh rakyat di luar pulau Jawa, serta beberapa gerakan perjuangan dan organisasi keislaman yang dipimpin oleh para ulama untuk melawan penjajahan.[6]

Api Sejarah 2 merupakan jilid ke-2 dari buku Api Sejarah. Buku Api Sejarah 2 membahas mengenai fakta-fakta yang disembunyikan mengenai peran penting ulama dan santri dalam mempertahankan kedaulatan negara Indonesia. Melalui buku ini, Ahmad Mansur menyampaikan informasi mengenai upaya penghapusan peran Islam dalam sejarah Indonesia dan kebenaran sejarah Indonesia.[8]

Menemukan Sejarah: Wacana Pergerakan Islam IndonesiaSunting

Buku Menemukan Sejarah diterbitkan oleh Penerbit Mizan pada tahun 1995. Buku ini membahas tentang sejarah pergerakan Islam di Indonesia.[9] Selain itu, pada buku ini juga dibahas mengenai tiga teori mengenai masuknya Islam ke Indonesia.[5] Ketiga teori tersebut yaitu Teori Gujarat, Teori Mekah dan Teori Persia. Teori Gujarat mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Gujarat. Teori Mekah mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui Arab. Sedangkan Teori Persia mengatakan bahwa Islam masuk melalui Persia.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d Bachtiar, Tiar Anwar (2018). "Islamisasi Penulisan Sejarah: Survey Gagasan Hamka dan Ahmad Mansur Suryanegara". JUSPI: Jurnal Sejarah Peradaban Islam. 2 (2): 138—153. ISSN 2580-8311. 
  2. ^ a b Padasuka, Tim (2017-12-03). "Menelusuri Indikasi Pengaburan Sejarah Islam Nusantara". Padasuka. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-06-17. Diakses tanggal 2020-06-17. 
  3. ^ a b Suryanegara, Ahmad Mansur (2015). Api Sejarah 2. Bandung: Penerbit Surya Dinasti. hlm. 591. ISBN 978-602-71237-1-7. 
  4. ^ Rofiq, Ahmad Choirul (2017). "Problematika Historiografi Nasional Indonesia". Qurthuba. 1 (7): 122—141. 
  5. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0
  6. ^ a b Kurniawati;, Ahmad Mansur Suryanegara; Nia (2015). Api Sejarah 1: Mahakarya Perjuangan Ulama dan Santri dalam Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (dalam bahasa Indonesia). Surya Dinasti. ISBN 978-602-71237-1-7. 
  7. ^ Suryanegara, Ahmad Mansur (2009). Api sejarah (dalam bahasa Indonesian). Bandung, Jawa Barat, Indonesia: Salamadani. ISBN 978-602-8458-24-5. OCLC 470364067. 
  8. ^ Suryanegara, Ahmad Mansur (2011-07-01). (dalam bahasa Indonesia). Salamadani https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/pustaka/20563/api-sejarah-2.html.  Teks "title pi Sejarah 2" akan diabaikan (bantuan); Tidak memiliki atau tanpa |title= (bantuan)
  9. ^ Suryanegara, Ahmad Mansur (1995). Menemukan sejarah: wacana pergerakan Islam di Indonesia (dalam bahasa Indonesian). Bandung: Mizan. OCLC 35723500. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber. "Teori Masuknya Islam di Nusantara Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-06-17.