Buka menu utama

Abadi adalah surat kabar harian yang diterbitkan oleh Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia).

Surat kabar ini terbit pada 1947 dengan tujuan menyuarakan aspirasi umat Islam Indonesia yang mayoritas berhimpun di dalam Partai Masyumi, partai yang dibentuk pada tahun 1945 berdasarkan Muktamar Islam Ala Indonesia (MIAI).

Setelah 13 tahun terbit secara teratur, pada tahun 1960 Abadi berhenti beredar bersamaan dengan dibubarkannya Partai Masyumi dan Partai Syarikat Islam (PSI) oleh Presiden Soekarno, setelah terjadinya pemberontakan PRRI/Permesta.

Sebelum dibubarkan, Nahdlatul Ulama (NU) dan Syarikat Islam sudah lebih dahulu keluar dari Masyumi karena perbedaan pandangan politik. NU kemudian mendirikan koran Duta Masyarakat dan Syarikat Islam mendirikan koran Nusa Putera.

Pada tahun 1968 Abadi terbit kembali. Namun pada tahun 1974, ia dibreidel bersama tujuh surat kabar lainnya akibat pemberitaan peristiwa Malari. Akibat pembreidelan itu sebagian wartawan Abadi ditampung di koran Pelita.

Ketika berhenti beredar pada 1960, Abadi dipimpin, antara lain, oleh Burhanuddin Harahap dan Suardi Tasrif. Saat terbit kembali, koran ini dipimpin, antara lain, oleh Sumarso Sumarsono, Hutasuhut, dan Yusuf Abdullah Puar.

ReferensiSunting

Persatuan Wartawan Indonesia, Ensiklopedi Pers Indonesia, 2008