Buka menu utama
pasal 21       2 Tawarikh 22       pasal 23
Leningrad Codex Chronicles

Kitab Tawarikh (Kitab 1 & 2 Tawarikh) lengkap pada Kodeks Leningrad, dibuat tahun 1008.
Kitab: Kitab 2 Tawarikh
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 14
Kategori: Nevi'im

2 Tawarikh 22 (atau II Tawarikh 22, disingkat 2Taw 22) adalah pasal kedua puluh dua Kitab 2 Tawarikh dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Dalam Alkitab Ibrani termasuk dalam bagian Ketuvim (כְּתוּבִים, "tulisan").[1] Pasal ini berisi catatan sejarah mengenai pemerintahan Yoram (raja ke-5), Ahazia (raja ke-6) dan Atalya (penguasa ke-7) di Kerajaan Israel Selatan.[2]

Daftar isi

TeksSunting

WaktuSunting

  • Kisah yang dicatat di pasal ini terjadi pada tahun terakhir pemerintahan Yoram raja Yehuda sampai tahun ke-7 pemerintahan Atalya di Yehuda. Menurut catatan sejarah terjadi antara tahun ke-91 sampai ke-96 sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (setelah Kerajaan Israel pecah menjadi dua), yaitu sekitar tahun 841-835 SM.

StrukturSunting

Pembagian isi pasal (disertai referensi silang dengan bagian Alkitab lain):

Ayat 1Sunting

Lalu penduduk Yerusalem mengangkat Ahazia, anaknya yang bungsu, menjadi raja menggantikan dia, karena semua anaknya yang lebih tua umurnya telah dibunuh oleh gerombolan yang datang ke tempat perkemahan bersama-sama orang-orang Arab. Dengan demikian Ahazia, anak Yoram raja Yehuda, menjadi raja. (TB)[3]

Ayat 2Sunting

Ahazia berumur empat puluh dua tahun pada waktu ia menjadi raja dan setahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Atalya, cucu Omri. (TB)[4]
  • "Ahazia berumur 42 tahun pada waktu ia menjadi raja": diterjemahkan dari bahasa Ibrani: בן־ארבעים ושתים שנה אחזיהו במלכו, ben-’ar-bā-‘îm ū-shə-ta-yim shā-nāh ’ă-ḥaz-yā-hū ḇə-mā-lə-ḵōw, yang secara harfiah: "Seorang-anak-laki-laki empat-puluh dan-dua tahun Ahazia menjadi-raja".[5] Kata "seorang anak laki-laki" tidak selalu menunjuk kepada usia seseorang,[6] dan dalam hal ini, Ahazia sendiri tidak mungkin berusia 42 tahun karena 2 Raja-raja 8:26 menyebutkannya berusia 22 tahun,[7], dan kalau ia berusia 42 tahun, berarti umurnya 2 tahun "lebih tua" daripada ayahnya sendiri.[5] Menurut kronologi Thiele,[8] "42 tahun" itu dihitung sejak Omri menjadi raja sendirian atas Israel, yang sampai naik tahtanya Ahazia berlangsung: Omri memerintah 6 tahun (sebagai raja sendirian), Ahab memerintah 22 tahun, Ahazia (raja Israel) dan Yoram (raja Israel) 12 tahun, seluruhnya 42 tahun.[5] Penulis Kitab Tawarikh menganggap pemerintahan Ahazia sebagai kepanjangan dinasti Omri, bukan tradisi raja-raja keturunan Daud.[5]

Ayat 7Sunting

Telah ditentukan Allah, bahwa Ahazia akan menemui ajalnya pada waktu ia mengunjungi Yoram; maka ketika Ahazia datang, pergilah ia bersama-sama Yoram mendapatkan Yehu, cucu Nimsi, yang telah diurapi TUHAN, supaya dialah yang melenyapkan keluarga Ahab. (TB)[9]

Ayat 9Sunting

Lalu ia mencari Ahazia; Ahazia tertangkap ketika ia bersembunyi di Samaria. Ia dibawa kepada Yehu, lalu dibunuh, tetapi dikuburkan juga, karena kata orang: "Dia ini cucu Yosafat, yang mencari TUHAN dengan segenap hatinya." Dari keluarga Ahazia tidak ada lagi yang sanggup memerintah. (TB)[10]
  • "Bersembunyi di Samaria": Menurut 2 Raja-raja 9:27, Ahazia mati di Megido, ketika dikejar oleh Yehu dan tentaranya. "Samaria" di sini dapat bermakna "negeri Samaria" bukan "kota Samaria". Kota Megido terletak dalam "negeri Samaria".[11]

Ayat 10Sunting

Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja dari kaum Yehuda. (TB)[12]

Ayat 11Sunting

Tetapi Yosabat, anak perempuan raja, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur. Demikianlah Yosabat, anak perempuan raja Yoram, isteri imam Yoyada, --ia adalah saudara perempuan Ahazia--menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga ia tidak dibunuh Atalya. (TB)[13]

Ayat 12Sunting

Maka tinggallah Yoas enam tahun lamanya bersama-sama mereka dengan bersembunyi di rumah Allah, sementara Atalya memerintah negeri. (TB)[14]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
  2. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  3. ^ 2 Tawarikh 22:1 - Sabda.org
  4. ^ 2 Tawarikh 22:2 - Sabda.org
  5. ^ a b c d McFall 1991, no. 27.
  6. ^ McFall 1991, no. 27, 34.
  7. ^ McFall 1991, no. 25.
  8. ^ a b Thiele, Edwin R., The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings, (1st ed.; New York: Macmillan, 1951; 2d ed.; Grand Rapids: Eerdmans, 1965; 3rd ed.; Grand Rapids: Zondervan/Kregel, 1983). ISBN 0-8254-3825-X, 9780825438257
  9. ^ 2 Tawarikh 22:7 - Sabda.org
  10. ^ 2 Tawarikh 22:9 - Sabda.org
  11. ^ Cambridge Bible for Schools and Colleges. 2 Kings 9. Diakses 28 April 2018.
  12. ^ 2 Tawarikh 22:10 - Sabda.org
  13. ^ 2 Tawarikh 22:11 - Sabda.org
  14. ^ 2 Tawarikh 22:12 - Sabda.org
  15. ^ McFall 1991, no. 29.

PustakaSunting

Pranala luarSunting