Zainab binti Jahsy

sepupu dan istri dari Nabi Muhammad
Bagian dari serial Islam
Muhammadwives.png
Ummahatul Mu'minin
Para istri Muhammad

Khadijah binti Khuwailid

Saudah binti Zum'ah

Aisyah binti Abu Bakar

Hafshah binti Umar

Zainab binti Khuzaimah

Hindun binti Abi Umayyah

Zainab binti Jahsy

Juwairiyah binti al-Harits

Ramlah binti Abu Sufyan

Shafiyah binti Huyay

Maimunah binti al-Harits

Maria binti Syama’un

Raihanah binti Zaid

Zainab binti Jahsy bin Ri`ab al-Asadiyyah (bahasa Arab: زينب بنت جحش بن رئاب الأسدية‎) atau lebih dikenal dengan Zainab binti Jahsy (lahir pada tahun 33 Sebelum H/590, wafat di Madinah pada tahun 20 H/641) adalah sepupu dan istri dari Nabi Muhammad, dan termasuk dari Ibu Para Mukminin.

تخطيط كلمة زينب بنت جحش.png

NasabnyaSunting

  • Ayahnya: Jahsyi bin Ri`ab bin Yu'ammar bin Shabrah bin Kabir bin Ghanam bin Dudan bin Asad bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan. Jahsyi adalah sekutu bagi pembesar Quraisy, Abdul Muthalib.[1]
  • Ibunya: Umaimah binti Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Lu`ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma'ad bin Adnan. Umaimah adalah bibi dari Nabi Muhammad.[2]

Kehidupan & PernikahannyaSunting

Zainab binti Jahsy adalah sepupu Nabi Muhammad dan sebelumnya merupakan istri dari anak angkat beliau, Zaid bin Haritsah.[3]

Menurut Aisyah yang merupakan istri favorit Nabi,[4][5] Zainab memiliki kecantikan yang setara dengannya.[6]

Dilaporkan oleh ath-Thabari bahwa pada suatu ketika, Nabi Muhammad mencari Zaid ke rumahnya. Namun Nabi hanya menemukan Zainab yang hanya mengenakan pakaian dalamnya. Nabi pun berujar: "Terpujilah Allah yang maha kuasa! Terpujilah Allah, yang membolak balikkan hati manusia!"[3]

Sepulangnya Zaid, Zainab pun menceritakan peristiwa ini kepadanya. Mengetahui hal tersebut, Zaid pun bersegera ke hadapan Rasulullah, dan menanyakan, apabila beliau menginginkan Zainab maka ia akan segera berpisah dengannya. Namun Rasulullah berkata kepada Zaid, "Pertahankanlah terus istrimu," walaupun di dalam lubuk hati, Sang Rasul menginginkan Zainab.[7][8] Zaid pun sadar akan hal itu dan tidak mendekati Zainab lagi, dan mereka pun bercerai beberapa saat setelahnya. Ketika Rasulullah berbicara dengan Aisyah, firman Allah datang kepada beliau. Dan beliau pun berkata, "Siapa yang akan pergi mengabarkan berita baik ke Zainab, bahwa Allah telah mengawinkanku dengan dirinya?"[9] Nabi pun menikah dengan Zainab setelah masa iddah-nya selesai. Dengan mas kawin 400 dirham.[10]

Dalam norma arab pada saat itu, adalah perbuatan yang tidak bermoral apabila seorang ayah angkat menikahi mantan istri dari anak angkatnya sendiri. Namun ini diluruskan oleh Allah dengan menikahkan Rasul-Nya dengan Zainab, dan menurunkan Surat Al-Ahzab ayat 37:

ReferensiSunting

  1. ^ Sirah Ibnu Hisyam
  2. ^ Sirah Ibnu Hisyam
  3. ^ a b Al-Tabari. The History of Al-Tabari, vol.8 - The Victory of Islam. hlm. 2. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Agustus 2021. 
  4. ^ "Sahih al-Bukhari 2593 - Gifts - كتاب الهبة وفضلها والتحريض عليها - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 2021-08-17. 
  5. ^ "Sahih al-Bukhari 3411 - Prophets - كتاب أحاديث الأنبياء - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 2021-08-17. 
  6. ^ "Sahih al-Bukhari 4141 - Military Expeditions led by the Prophet (pbuh) (Al-Maghaazi) - كتاب المغازى - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 2021-08-17. 
  7. ^ "Sahih al-Bukhari 7420 - Oneness, Uniqueness of Allah (Tawheed) - كتاب التوحيد - Sunnah.com - Sayings and Teachings of Prophet Muhammad (صلى الله عليه و سلم)". sunnah.com. Diakses tanggal 2021-08-17. 
  8. ^ "Surah Al-Ahzab - ayat 37". quran.com. Diakses tanggal 2021-08-17. 
  9. ^ al-Tabari. The History of Al-Tabari, vol.8 - The Victory of Islam. hlm. 2–3. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 Agustus 2021. 
  10. ^ Abdulmalik ibn Hisham. Notes to Ibn Ishaq's "Life of the Prophet", Note 918. Translated by Guillaume, A. (1955). The Life of Muhammad, p. 793. Oxford: Oxford University Press.