Buka menu utama

Yohanes Harun Yuwono

Uskup Keuskupan Tanjungkarang, Indonesia sejak 2013

Mgr. Yohanes Harun Yuwono (lahir di Wates Way Ratai, Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Indonesia, 4 Juli 1964; umur 55 tahun) adalah Uskup Gereja Katolik Roma untuk Keuskupan Tanjungkarang. Mgr. Yohanes Harun Yuwono kerap disapa dengan panggilan Mgr. Yu. Pasca wafatnya Mgr. Hilarius Moa Nurak, S.V.D., Mgr. Yuwono ditugaskan menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Pangkalpinang dari 7 Mei 2016 hingga terpilihnya Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang yang baru pada 28 Juni 2017.[8][9]

Mgr. Yohanes Harun Yuwono
Uskup Tanjungkarang
Mgr.Yohanes Harun Yuwono.jpg
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanTanjungkarang
Ditunjuk19 Juli 2013[1][2]
(6 tahun, 93 hari)
PendahuluAndreas Henrisoesanta, S.C.J.
Jabatan lain
  • Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan KWI (2015–2021)
Tahbisan
Ditahbiskan8 Desember 1992[3]
(26 tahun, 316 hari)
oleh Andreas Henrisoesanta, S.C.J.
Konsekrasi10 Oktober 2013[4]
(6 tahun, 10 hari)
oleh Aloysius Sudarso, S.C.J.
Data Diri
Nama lahirYohanes Harun Yuwono
Lahir4 Juli 1964 (umur 55)
Wates Way Ratai, Padang Cermin,
Pesawaran, Lampung, Indonesia
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanJl. Prof. Moh. Yamin No. 12 Rawa Laut, Enggal, Bandar Lampung 35127[5]
Orang tuaMarsellus Margono (ayah)
Maria Napsiyah (ibu)
Posisi sebelumnya
Alma materInstitut Kepausan Arab dan Studi Islam,
Bendera Italia Roma, Italia
Moto"Non Est Personarum Acceptor Deus" (Kis 10:34)
(Tuhan tidak membeda-bedakan orang)[7]
Tanda tangan{{{signature_alt}}}
Lambang{{{coat_of_arms_alt}}}

KarierSunting

Setelah menyelesaikan formasi sebagai calon imam, Mgr. Yuwono menerima tahbisan sebagai imam untuk Keuskupan Pangkal Pinang pada 8 Desember 1992 di Paroki St. Yusuf[10][11][12] dan bertugas di sana hingga tahun 1993.

Pada tahun 19931994, Mgr. Yuwono menjadi pastor rekan di Paroki Santa Perawan Maria Pengantara Segala Rahmat, Sungai Liat dalam Keuskupan Pangkal Pinang dan menjadi penanggungjawab Paroki Muntok. Pada tahun 1994 hingga 1998, ia menjalani studi doktoral Islamologi di Institut Kepausan Arab dan Studi Islam (PISAI) di Roma, Italia.[3]

Sejak tahun 1999 hingga 2008, ia menjadi formatur Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus, Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.[13] Ia sempat mengikuti Short Course di Institut Pastoral Asia Timur di Manila, Filipina pada tahun 2008 hingga 2009, dan pada tahun 2009–2010 menjadi Chairman Sekretariat Pastoral Keuskupan Pangkal Pinang.[3]

Sejak September 2010 ia menjadi Rektor dan Dosen Islamologi Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus, Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara.

Pada 19 Juli 2013, Tahta Suci Vatikan menunjuk Mgr. Yuwono menjadi Uskup Keuskupan Tanjungkarang, menggantikan Mgr. Andreas Henrisoesanta, S.C.J. yang mengundurkan diri karena pensiun sejak 6 Juli 2012.[14][15] Penahbisannya dilakukan pada 10 Oktober 2013. Bertindak sebagai Penahbis Utama adalah Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, S.C.J., sementara Uskup Pangkal Pinang, Mgr. Hilarius Moa Nurak, SVD dan Uskup Agung Medan, Mgr. Anicetus Bongsu Antonius Sinaga, OFM.Cap. menjadi Uskup Ko-konsekrator.[16] Ia mengambil motto tahbisan "Non Est Personarum Acceptor Deus" (Tuhan tidak membeda-bedakan orang).[7]

Bersama dengan Uskup Jayapura, Leo Laba Ladjar, O.F.M., Mgr. Yuwono menjadi Uskup Ko-konsekrator bagi Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M. sebagai Uskup Pangkal Pinang. Uskup Agung Palembang, Aloysius Sudarso, S.C.J. bertindak sebagai Penahbis Utama.[17]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Andreas Henrisoesanta, S.C.J.
Uskup Tanjungkarang
19 Juli 2013kini
Petahana