Buka menu utama

Mgr. Leo Laba Ladjar, O.F.M. (lahir 4 November 1943; umur 75 tahun) adalah Uskup di Keuskupan Jayapura yang telah menjabat sejak meneruskan kepemimpinan pendahulunya, Mgr. Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M. sejak 29 Agustus 1997.

Mgr. Leo Laba Ladjar O.F.M.
Uskup Jayapura
Mgr Leo Laba Ladjar.jpg
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanJayapura
Ditunjuk29 Agustus 1997
(21 tahun, 359 hari)
PendahuluHerman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.
Tahbisan
Ditahbiskan29 Juni 1975[1]
(44 tahun, 55 hari)
Konsekrasi10 April 1994
(25 tahun, 135 hari)
oleh Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.
Data Diri
Nama lahirLeo Laba Ladjar
Lahir4 November 1943 (umur 75)
Bauraja, Nubahaeraka, Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur
Kewarganegaraan Indonesia
DenominasiKatolik Roma
KediamanKeuskupan Jayapura
Posisi sebelumnya
  • Wakil Ketua I KWI (2015–2018)
MotoIn Caritate et Humilitate Dei
(Dalam Kasih dan Kerendahan Allah, Filipi 2:6-8)

KaryaSunting

Ia ditahbiskan menjadi imam Fransiskan pada tanggal 29 Juni 1975. Pada 6 Desember 1993, Tahta Suci menunjuknya sebagai Uskup Auksilier Jayapura bergelar Uskup Tituler Bencenna. Ia kemudian ditahbiskan menjadi uskup pada 10 April 1994 oleh Penahbis Utama Uskup Jayapura, Mgr. Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M. Dalam penahbisan tersebut, Uskup Agung Merauke, Mgr. Jacobus Duivenvoorde, M.S.C., Uskup Agats, Mgr. Alphonsus Augustus Sowada, O.S.C., dan Uskup Manokwari-Sorong, Mgr. Franciscus Xaverius Sudartanta Hadisumarta, O.Carm. menjadi Uskup Penahbis Pendamping.

Ia kemudian diangkat menjadi Uskup Jayapura pada 29 Agustus 1997, bersamaan dengan dikabulkannya permohonan pengunduran diri Mgr. Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.

Mgr. Leo menjadi Uskup Penahbis Pendamping bagi Mgr. Franciscus Kopong Kung sebagai Uskup Koajutor Larantuka pada 10 Januari 2002, dan kemudian pada 15 September 2002 bagi Mgr. Aloysius Murwito, O.F.M. sebagai Uskup Agats. Pada 18 April 2004, ia menjadi Uskup Penahbis Utama bagi Uskup pertama Timika, Mgr. John Philip Saklil.

Ia menolak diskursus bahwa orang Papua asli sebagai ras Melanesia yang beragama Kristen, dan menyatakannya sebagai bentuk identifikasi esoteris.[2] Ia sempat dikecam oleh kaum muda di Keuskupan Jayapura karena tindakannya menutup tempat pembinaan kaum muda Katolik.[3]

Bersama dengan Uskup Tanjungkarang, Yohanes Harun Yuwono, Mgr. Leo menjadi Uskup Ko-konsekrator bagi Mgr. Adrianus Sunarko, O.F.M. sebagai Uskup Pangkal Pinang. Uskup Agung Palembang, Aloysius Sudarso, S.C.J. bertindak sebagai Penahbis Utama.[4]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Herman Ferdinandus Maria Münninghoff, O.F.M.
Uskup Jayapura
29 Agustus 1997kini
Petahana
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Joseph Leo Charron, C.Pp.S.
— TITULER —
Uskup Bencenna
6 Desember 199329 Agustus 1997
Diteruskan oleh:
Tomislav Koljatic Maroevic