Buka menu utama
Ibrani 13       Yakobus 1       pasal 2
Papyrus 23, 250 M

Surat Yakobus 1:15-18 yang tertulis pada sisi verso naskah Papirus 23, yang dibuat sekitar tahun 250 M.
Kitab: Surat Yakobus
Bagian Alkitab: Perjanjian Baru
Kitab ke- 20
Kategori: Surat-surat Am

Yakobus 1 (disingkat Yak 1) adalah pasal pertama Surat Yakobus dalam Perjanjian Baru di Alkitab Kristen.[1] Diyakini digubah oleh Yakobus, saudara seibu Yesus Kristus.[2] Berisi salam dan pengajaran mengenai iman, hikmat, kekayaan, pengujian, dan pelaku firman.[3]

Daftar isi

TeksSunting

StrukturSunting

Pembagian isi pasal:

 
Kisah Para Rasul 28:30-31 dan Surat Yakobus 1:1-18 pada Codex Alexandrinus (folio 76r) dari abad ke-5.

Ayat 1Sunting

Salam dari Yakobus, hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus, kepada kedua belas suku di perantauan.[2]

Ayat 2Sunting

Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. (TB)[4]

Kata "pencobaan" (bahasa Yunani peirasmos) menunjuk kepada penganiayaan dan kesulitan yang datang dari dunia atau Iblis.

  • 1) Orang percaya harus menghadapi semuanya ini dengan sukacita (bandingkan Matius 5:11-12; Roma 5:3; 1 Petrus 1:6) karena pengujian akan mengembangkan iman yang tabah, tabiat yang mantap dan pengharapan yang dewasa (bandingkan Roma 5:3-5). Iman orang percaya hanya dapat mencapai kedewasaan penuh apabila diperhadapkan dengan kesulitan dan tantangan (Yakobus 1:3).
  • 2) Yakobus menyebutkan aneka pencobaan ini "ujian terhadap imanmu". Pencobaan kadang-kadang menimpa kehidupan orang percaya supaya Allah dapat menguji kesungguhan iman mereka. Alkitab tidak pernah mengajarkan bahwa kesulitan di dalam hidup ini selalu menandakan bahwa Allah tidak senang dengan orang itu. Kesulitan tersebut dapat menjadi tanda bahwa Allah mengakui komitmen orang tersebut kepada Dia (bandingkan Ayub 1:1-2:13).[5]

Ayat 3Sunting

sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. (TB)[6]

Ayat 11Sunting

Karena matahari terbit dengan panasnya yang terik dan melayukan rumput itu,
sehingga gugurlah bunganya dan hilanglah semaraknya.
Demikian jugalah halnya dengan orang kaya;
di tengah-tengah segala usahanya ia akan lenyap.[7]

Ayat 12Sunting

Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.[8]

Ayat 13Sunting

Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun. (TB)[9]

Tidak ada seorang pun yang berbuat dosa dapat mengabaikan kesalahannya dengan menimpakannya kepada Allah. Allah mungkin menguji seseorang supaya menguatkan imannya, tetapi tidak pernah untuk menuntun orang ke dalam dosa. Tabiat Allah menunjukkan bahwa Dia tidak dapat menjadi sumber pencobaan untuk berbuat dosa.[5]

Ayat 19Sunting

Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (TB)[10]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN:9789794159219.
  2. ^ a b Yakobus 1:1
  3. ^ John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN:9794159050.
  4. ^ Yakobus 1:2 - Sabda.org
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ Yakobus 1:3 - Sabda.org
  7. ^ Yakobus 1:11 - Sabda org
  8. ^ Yakobus 1:12 - Sabda org
  9. ^ Yakobus 1:13 - Sabda.org
  10. ^ Yakobus 1:19 - Sabda.org

Pranala luarSunting