Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Virus dalam sejarah manusia

CATATAN PENUTUP

Artikel ini sudah ditinjau secara komprehensif dan pengusulan sudah dibuka selama lebih dari sebulan. — RianHS (bicara) 27 Desember 2021 22.54 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Virus dalam sejarah manusiaSunting

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l)
Status:    Selesai

Sudah dikembangkan oleh bung Hanamanteo dan bung Handarii --Glorious Engine (bicara) 18 November 2021 06.15 (UTC)

Memanggil bung @RianHS Danu Widjajanto (bicara) 18 November 2021 13.55 (UTC)

Komentar RianHSSunting

Wah, senang sekali ada lagi artikel seperti ini yang diajukan menjadi AP. Semoga saran-saran saya di bawah ini bisa semakin meningkatkan kualitas artikel yang sudah bagus ini. Terima kasih atas kerja keras penulis artikel dan pengusul. Setelah membaca sekilas, sepertinya saya hanya mengusulkan copyedit supaya artikelnya lebih enak dibaca karena cakupan artikelnya sudah luas.

Paragraf pembuka
  • Takarir gambar: "Korban polio muda" tidak alami → Saran: "Seorang anak yang menderita polio..."
  • Beberapa kalimat di paragraf pertama bisa diubah supaya hubungan antarkalimatnya lebih terasa dan storytelling-nya lebih mengalir. Contoh: "... periode Neolitikum. Sekitar 12.000 tahun lalu, manusia mengembangkan pertanian dan membentuk komunitas yang penduduknya lebih padat. Hal ini memungkinkan penyebaran virus secara cepat dan menjadikannya endemik. Virus tumbuhan dan ternak juga meningkat karena manusia bergantung pada pertanian dan peternakan. Sebagai contoh, infeksi Potyvirus pada kentang dan Rinderpest morbilivirus pada sapi membawa dampak besar bagi kehidupan."
  • Kata "menjangkit" dan "berkembangpesatnya" apa sudah baku dan banyak digunakan? Sepertinya saya jarang membaca kata ini di tulisan resmi.
    •  Selesai Saya ganti jadi "menginfeksi" dan "perkembangan pesat" --Glorious Engine (bicara) 20 November 2021 01.28 (UTC)
  • Target pranala lebih baik ke Penduduk Asli Amerika yang disambiguasi atau ke Penduduk asli Benua Amerika?
  • "beberapa abad kemudian" → pada abad-abad selanjutnya.
  • Epidemics diterjemahkan menjadi dua: wabah dan epidemi, lebih baik pilih salah satu saja supaya konsisten.
    •  Selesai Saya pilih epidemi --Glorious Engine (bicara) 20 November 2021 01.28 (UTC)
      @Glorious Engine @RianHS kamu ngegantinya terlalu serampangan, di beberapa bagian jadi salah. "Harapan hidup rata-rata di Eropa selama Abad Pertengahan adalah 35 tahun; 60% anak-anak meninggal sebelum menginjak usia 16 tahun, kebanyakan dari mereka menderita epidemi pada 6 tahun pertama kehidupan mereka." --> mana ada menderita epidemi. Jadinya semua penggunaan kata "epidemi" di artikelnya harus dicek lagi. Nggak bisa disamaratakan semuanya karena tergantung konteks. Danu Widjajanto (bicara) 22 November 2021 21.49 (UTC)
  • "... banyak penyakit lama dan baru didapati disebabkan oleh virus" → Saran: "... virus diketahui menyebabkan banyak penyakit, baik penyakit (yang telah) lama (ada) maupun penyakit (yang) baru (muncul). Kata-kata dalam kurung tidak usah ditulis kalau kalimatnya dinilai terlalu panjang.
  • "virus juga dapat dimanfaatkan" → Saran: "virus juga bermanfaat".

Artikelnya akan saya baca lagi pekan depan. — RianHS (bicara) 19 November 2021 23.04 (UTC)

Zaman prasejarah
  • Variola vera adalah sinonim cacar. Saran: "Cacar yang disebabkan oleh Variola virus..."
  • "... dari virus variola pada hewan pengerat Afrika." → virus variola diganti menjadi virus pox atau diganti jadi nama ilmiahnya, Poxviridae.
  • Mumps biasanya diterjemahkan menjadi beguk atau gondongan, ya?
Zaman kuno
Abad Pertengahan
  • "60% of children died before the age of 16, many of them during their first 6 years of life" diterjemahkan tidak tepat.
    •  Selesai Saya ganti jadi "60% anak-anak meninggal sebelum menginjak usia 16 tahun, kebanyakan kasus terjadi pada 6 tahun pertama kehidupan mereka." --Glorious Engine (bicara) 23 November 2021 07.09 (UTC)
      • "Kebanyakan kasus terjadi...": "kasus" di sini kalau dibaca tanpa konteks bisa berarti kasus infeksi-nya... Saya rasa "many of them during..." lebih merujuk ke kebanyakan dari yang 60% itu meninggal pada 6 tahun pertama usia mereka. (Same difference sih, karena mungkin kapan mereka meninggal ga bakal jauh2 dari kapan mereka mengidap penyakit) Soalnya secara utuh kalimat ini membahas tentang angka harapan hidup: "The average life expectancy in Europe during the Middle Ages was 35 years; 60% of children died before the age of 16, many of them during their first 6 years of life." Handarii (bicara) 24 November 2021 06.48 (UTC)
        • Saya ubah ya jadi "60% anak-anak meninggal sebelum menginjak usia 16 tahun, yang kebanyakan kematian terjadi pada 6 tahun pertama kehidupan mereka." --Glorious Engine (bicara) 24 November 2021 06.55 (UTC)
  • "Campak menjadi penyakit endemik di semua negara..." → Saya kurang paham sejarah. Apakah pada Abad Pertengahan sudah ada "negara"?
  • "Invasi bangsa Mongol ... memulai pandemi di Eropa pada tahun 1222, 1233, dan 1238" → Pandemi penyakit apa? Apakah sampar sapi? — RianHS (bicara) 23 November 2021 06.51 (UTC)

The Mongol invasions of Europe by Genghis Khan and his successors were associated with pandemics of rinderpest in 1222, 1233 and 1238.

--Glorious Engine (bicara) 23 November 2021 07.23 (UTC)

Zaman modern awal hingga akhir
  • " ... it mainly affected the affluent" diterjemahkan jadi "... utamanya menyerang anggota-anggota yang berpengaruh". Affluent bukan berpengaruh, mungkin bisa diterjemahkan jadi orang kaya/makmur. Cek en:Diseases of affluence dan kalimat di en:Sweating sickness: It appeared that the illness mostly targeted young men and also favored the wealthy or powerful.
  • "sumber yang terandalkan" rasanya aneh dibaca.
  • Suntingan saya di sini semoga sudah benar. Tolong bantu dicek, @Danu Widjajanto:. — RianHS (bicara) 23 November 2021 08.13 (UTC)
    • Bung Rian, saya rasa lebih enak pakai "strain" daripada "galur". Di KBBI "strain" memang belum ada tapi saya rasa "galur" lebih identik dengan tumbuhan atau hewan seperti di [1] [2]. Memang sih "galur virus" digunakan di [3] tetapi "strain virus" banyak digunakan pada yang ditulis berdasarkan/oleh yang berasal dari dunia kesehatan seperti di [4] dan di [5] di samping penggunaannya secara ilmiah di [6] dan [7]. Handarii (bicara) 24 November 2021 08.42 (UTC)
      • @Handarii: Hmm, bagaimana ya? Memang kata galur cakupannya lebih luas dari sekadar strain. Purebred juga diterjemahkan menjadi galur murni. Namun, menerjemahkan strain menjadi galur bukan sesuatu yang salah. Di Glosarium Biologi, strain juga diterjemahkan menjadi galur. Mungkin saya saja yang sekarang sudah terbiasa menggunakan galur. Waktu awal menyunting di Wikipedia saya juga merasa janggal dengan beberapa terjemahan, termasuk galur untuk strain dan unting untuk strand (biasanya saya pakai untai atau utas). — RianHS (bicara) 24 November 2021 11.09 (UTC)
        • Kalau di kebijakan Wikipedia gimana, Mas2 yang senior? Mau pake aturan yang udah pakem (tapi kayaknya belum di-update) atau ngikutin yang ramai beredar? Saya nggak belajar linguistik hehe. Iya, saya juga ketawa pas lihat "antisense strand" di Glosarium itu jadi "unting tak bermakna" sementara "sense" sendiri belum diterjemahkan padahal ada penggunaan, misalnya "sense positif" (5' ke 3') sama "sense negatif" (3' ke 5')... Saya sendiri oke-oke saja dengan "galur". Handarii (bicara) 25 November 2021 00.33 (UTC)
          • Kalau sudah ada padanan bahasa Indonesia dari sumber tepercaya, misalnya teks ilmiah atau publikasi pemerintah, sebaiknya kata berbahasa Indonesia yang digunakan. "Ngikutin yang ramai beredar" perlu ditinjau lagi lebih jauh karena media massa sering kali salah kutip atau pemahamannya keliru. — RianHS (bicara) 2 Desember 2021 08.07 (UTC)
  • Selama epidemi influenza di Inggris antara 1557 dan 1559 → pranalakan ke artikel baru dari en:1557 influenza pandemic.
  • Takarir pada gambar tulip perlu diubah/ditambah karena tidak menjelaskan virus sama sekali. — RianHS (bicara) 24 November 2021 02.31 (UTC)
Lain-lain
  • Saya banyak menyunting kalimat di sana-sini (masih belum selesai). Mohon dicek lagi.
  • Di subjudul virus tumbuhan ada banyak istilah, terutama penyakit, berbahasa Inggris. Kalau sudah ada padanannya, lebih baik pakai istilah bahasa Indonesia. Kalau spesies virus tidak apa-apa dibiarkan saja.
    • Seperti yang pernah dikatakan bung Handarii (CMIIW), kebanyakan virus dipelajari dengan istilah dari bahasa Inggrisnya. Jadi kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia nanti jadi nggak umum --Glorious Engine (bicara) 2 Desember 2021 08.27 (UTC)
      • Waktu kemarin mengembangkan, saya coba cari di googlescholar dll untuk istilah bahasa Indonesia, memakai nama latin virusnya dll sebagai kata kunci, dan hanya sedikit yang saya dapatkan istilah bahasa Indonesia-nya... Mungkin kontributor yang paham masalah pertanian dan teknologi pertanian bisa membantu lebih baik. (Saya nggak bisa janji nyariin terjemahannya dalam waktu segera) Handarii (bicara) 2 Desember 2021 10.26 (UTC)
  • Ada beberapa penyakit viral yang pengaruhnya lumayan, tapi belum disebutkan di artikelnya, misalnya MERS, Rotavirus (penyebab diare anak-anak paling umum), dan virus-virus penyebab kanker (hanya disebutkan sekali, tapi membahas penemuan vaksinnya). Dua penyakit ini juga perlu dipertimbangkan untuk dibahas: demam Lassa (banyak kasusnya, tapi di Afrika) dan en:Hand, foot, and mouth disease (kasusnya sudah global, kok di idwiki jadi flu singapura?). en:Template:Viral systemic diseases dan en:Template:Zoonotic viral diseases juga bisa dilihat-lihat sebagai patokan.
    • Waduh, kalo virus-virus tersebut kan juga tidak disebutkan di versi en.wiki-nya. Wabah Antoninus saja yang sempat ditampilkan di artikel ini disembunyikan dan ada beberapa bagian yang dihapus oleh bung Danu karena tak ada di versi en.wiki saat diajukan menjadi FA. Mungkin karena kurang dikenal, persebarannya kurang, atau bagaimana. Mungkin bung @Danu Widjajanto: dan bung @Handarii: bisa menjelaskan lebih lanjut --Glorious Engine (bicara) 2 Desember 2021 08.27 (UTC)
      • Kalau penggunaan "flu singapura", itu saya afirmasi berdasarkan pengalaman dengan pasien awam, mereka diberi tahu dan paham tentang penyakit yang totol2 merah pada kaki seperti itu; nama itu juga dipakai di artikel ilmiah seperti di [8]. Mengenai virus2 penyebab kanker sebenarnya menarik untuk dimasukkan ke artikel ini karena di beberapa negara lain, masyarakat sudah disediakan sejumlah vaksin, misalnya untuk pencegahan kanker serviks tapi di Indonesia sepertinya belum ditanggung pemerintah dan lebih banyak dikampanyekan ke para siswi (itupun saya kira belum cukup luas di semua provinsi). Mungkin untuk MERS, rotavirus, dll harus digali lagi tentang impaknya ya... Handarii (bicara) 2 Desember 2021 10.26 (UTC)
      • @Glorious Engine: Tidak dibahas di enwiki bisa saja dimasukkan di versi idwiki kalau memang bahasannya penting, misalnya subjudul [Pengantar_tentang_virus#Inaktivasi] yang sama sekali tidak ada di en:Introduction to viruses. Bung Handarii juga berpendapat kalau kanker akibat virus juga menarik dimasukkan ke artikel ini. MERS sepertinya cukup 1–2 kalimat di subjudul Virus baru -> SARS. — RianHS (bicara) 2 Desember 2021 22.39 (UTC)
  • Demam hemoragik apa tidak diseragamkan saja jadi demam berdarah? — RianHS (bicara) 2 Desember 2021 08.07 (UTC)
    • Demam hemoragik dengan demam berdarah juga dipisahkan jadi artikel sendiri-sendiri di en.wiki --Glorious Engine (bicara) 2 Desember 2021 08.27 (UTC)
      • Saya setuju dengan Bung Glo... Walaupun sebenarnya Ebola dan dengue sama2 demam berdarah (hemoragik) tapi sayangnya masyarakat sudah akrab mengenal DBD (demam berdarah dengue) hanya sebagai demam berdarah, hal itu bisa diketahui dari obrolan dengan awam yang akhirnya tecerminkan dalam media massa [9] [10]. (Walau sebenarnya saya lebih setuju kalau laman DBD dipindahkan ke /Demam_berdarah_dengue) Handarii (bicara) 2 Desember 2021 10.34 (UTC)
        • Maaf kalau kurang jelas, maksud saya adalah penyeragaman penulisannya, bukan penggabungan artikelnya. — RianHS (bicara) 2 Desember 2021 22.39 (UTC)
          • Oh, nggak apa, Bung, kemarin saya juga sedang tidak bisa mikir, sakit kepala hehe. Handarii (bicara) 3 Desember 2021 02.41 (UTC)
            •  Selesai Demam hemoragik saya ganti jadi demam berdarah karena virus --What a joke (bicara) 3 Desember 2021 03.08 (UTC)

  • Secara umum sudah bagus. Nanti saya baca ulang lagi dari awal. — RianHS (bicara) 16 Desember 2021 15.26 (UTC)
  • Setuju Setuju. Saya rasa artikel ini sudah layak menjadi AP. Tinggal kutipan McNeill (1998) di subjudul "Virus baru" yang sepertinya bisa diterjemahkan lebih apik lagi. Siapa tahu Bung @Danu Widjajanto: bisa membantu. Untuk pengusulan AP ini, saya sangat menyayangkan bahwa pengusulnya bukanlah pengguna yang menulis/mengembangkan artikel sehingga diskusinya kurang nyambung. Saya akhirnya memutuskan untuk menjadi editor yang mengubah cara penulisan sampai membaca referensi (memakai Sci-Hub), padahal tugas peninjau AP harusnya hanya memberi komentar. Kalau ada usulan AP dengan situasi seperti ini lagi, saya memilih untuk tidak meninjau saja. Terima kasih.RianHS (bicara) 26 Desember 2021 00.42 (UTC)

@RianHS: Saya bukannya nggak mau menulis/mengembangkan artikel, tapi selama ini saya ketika saya menulis/mengembangkan artikel malah dikatakan "malah makin ngawur" (kayak ini contohnya) Kalo bung meyayangkan saya bukan penulis/pengembang artikel yang saya usulkan, silahkan protes saja ke bung Danu, HaEr48, Medelam, Hanamanteo dan kroni-kroninya yang membuat saya terpaksa mengusulkan artikel yang bukan lagi saya tulis/kembangkan. Gara-gara mereka jugalah yang membuat peninjau jadi memilih tidak meninjau lagi. Semoga saja bung Rian mengerti maksudnya dan memiliki kesempatan untuk meninjau lagi. --Glorious Engine (bicara) 26 Desember 2021 01.22 (UTC)

Komentar DanuSunting

Status: masih membaca, komentar yang muncul saat membaca akan langsung aku masukkan di sini supaya bisa langsung dikerjakan.

Untuk judulnya apakah kira-kira sudah tepat? Dari segi pembaca, mungkin artikelnya agak susah ditemukan di mesin pencari kalau judulnya "sejarah sosial virus". Aku sepertinya lebih condong ke "virus dalam sejarah manusia" atau "virus dalam peradaban manusia", tapi mungkin perlu didiskusikan dulu. Bagaimana pendapat bung @RianHS? Danu Widjajanto (bicara) 22 November 2021 19.07 (UTC)

 Selesai Saya ganti jadi "Virus dalam sejarah manusia" --Glorious Engine (bicara) 22 November 2021 19.18 (UTC)
Sepakat, sekarang jadi lebih mudah dipahami. — RianHS (bicara) 23 November 2021 05.08 (UTC)
Zaman Prasejarah
  • "Selama 50.000-100.000 tahun terakhir, ketika manusia modern jumlahnya meningkat dan menyebar ke seluruh dunia, penyakit-penyakit menular baru muncul, termasuk yang disebabkan oleh virus" --> yang aku cetak tebal, kesannya penyakit menular baru ada setelah manusia modern jumlahnya meningkat. Saran diubah jadi "muncul penyakit-penyakit menular yang baru"
  • "terpapar hewan pengerat" sepertinya agak aneh, bagaimana kalau jadi "berada di lingkungan yang sama dengan hewan pengerat"
  • "karena tingginya kepadatan orang yang rentan" --> rentan sepertinya kurang cocok di sini karena mengandung makna kalau orangnya punya sistem imun yang rentan (padahal dalam konteks ini bisa saja menulari orang yang sehat hanya karena dia tidak punya imunitas natural), sebaiknya diganti jadi "orang yang mudah tertular"
  • "Penyebaran Sobemovirus—virus mosaik kacang selatan—" --> ganti — jadi tanda kurung
  • "Sekitar 10.000 tahun yang lalu, manusia yang tinggal di sekitar cekungan Mediterania mulai menjinakkan binatang liar" --> menjinakkan =/ domestikasi, kita bisa menjinakkan singa tetapi tidak mendomestikasinya. Ganti jadi "mendomestikasi" (dengan pranala dalamnya)
Zaman kuno
  • "Pandemi ini berawal ketika pasukan Romawi, yang diutus untuk menekan pemberontakan di wilayah yang sekarang adalah Irak, menjarah Seleucia di Sungai Tigris. Mereka terinfeksi dan pulang menularkan penyakit ini kepada penduduk Roma dan Eropa sehingga sekitar lima ribu orang sehari terjangkit dan kemudian meninggal. Epidemi ini mencapai India dan Tiongkok.[25]" --> ganti "menekan" jadi "memadamkan"
  • Aku sudah copyedit sendiri, silakan diperiksa

Lain kali yang mencalonkan yang ngerti topiknya dong, ini semua kata "wabah" diganti jadi "epidemik" tanpa dilihat konteksnya, akhirnya jadi banyak yang ngawur, contohnya "wabah epidemik" diubah jadi "epidemi epidemik". Danu Widjajanto (bicara) 22 November 2021 22.20 (UTC)

Waduh, habisnya disarankan sama bung RianHS yang lebih ahli di bagian atas sih, untung bung Danu cermat. --Glorious Engine (bicara) 22 November 2021 22.25 (UTC)
😂😂 Itu konteksnya waktu saya baca paragraf pembuka, kata epidemic beda-beda terjemahannya. Ngomong-ngomong, ada pasangan butir Wikidata, artikel idwiki, dan enwiki yang problematik dan sudah saya ubah menjadi seperti ini:
No Wikidata enwiki idwiki
1 d:506680 en:Endemic (epidemiology) Endemi (epidemiologi)
2 d:107451921 en:Sporadic disease
3 d:44512 en:Epidemic Epidemi
4 d:12184 en:Pandemic Pandemi
5 d:3241045 en:Disease outbreak Wabah
6 Kejadian luar biasa
No. 1–4 itu istilah epidemiologi untuk menggambarkan pola penyakit, no. 5 istilah umum (cek di sini̠), sedangkan no. 6 istilah buatan pemerintah Indonesia di peraturan perundang-undangan sehingga saya hilangkan butir Wikidatanya. — RianHS (bicara) 23 November 2021 05.08 (UTC)
Wah terima kasih atas pencerahannya… istilah “outbreak” banyak dipakai di versi Inggrisnya, di artikel ini juga harus disesuaikan….. sekarang beberapa masih pakai istilah “merebak”, “perebakan”, dan “kejadian luar biasa” Danu Widjajanto (bicara) 23 November 2021 08.24 (UTC)

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.