Urechis unicinctus

Ikan penis
Echiura in Korea1.jpg
Hewan liar
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
Urechis unicinctus

Ikan penis, atau nama ilmiahnya Urechis unicinctus, atau di Korea dikenal juga dengan nama gaebul, di China dikenal sebagai haichang, di Jepang dengan nama yumushi,[1] dan dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai fat innkeeper worm, adalah makanan laut berbentuk silinder, dengan ujung seperti penis yang masih memiliki kulup. Makanan ini dinikmati oleh Bangsa Tiongkok dan Korea. Panjangnya sekitar 10-30 centimeter.[2]

Ikan ini menjadi terkenal karena bentuknya, sekaligus cara penyajiannya dalam keadaan setengah hidup. Jika disajikan dalam bentuk irisan, biasanya di atas piring ikan penis akan terus bergerak-gerak. Atau bila dimakan utuh, ikan ini bisa memancarkan air garam dari tubuhnya ke arah orang yang memakannya.

Ikan penis sering disalah artikan dengan kerabatnya yang bernama Urechis caupo, yang muncul di Amerika Utara, padahal binatang ini spesifik hidup di Asia terutama Jepang, Korea, China dan Russia.

KarakterSunting

Ikan penis berbentuk mirip titit, dengan ujung yang juga menyerupai kulup. Umumnya berwarna merah muda hingga kecoklatan.[2]

Klasifikasi ilmiahSunting

Ikan penis masuk dalam filum Annelida, kelas Polychaeta, ordo Echiuroidea, keluarga Urechidae, genus Urechis, dan spesies Urechis unicinctus.[3]

PenangkapanSunting

Ikan penis dijual di sebuah restoran di Weihai Provinsi Shangdong, China

Ikan penis diburu manusia untuk rasanya dan benefitnya sebagai afrosidiak. Penangkapan dilakukan di perairan yang dangkal. Ikan ini kemudian dijual di pasar ikan yang menyajikan makanan laut eksotis. Setelah dibeli, pembeli bisa meminta pengolahan di kedai-kedai yang bisa mengolah sashimi.

PenyajianSunting

Di Korea, makanan ini lebih sering disajikan mentah, baik utuh maupun dalam keadaan teriris-iris. Penikmatnya menyatakan rasanya kenyal dan awal dikunyah tidak memiliki rasa yang tajam. Namun begitu berkali-kali dikunyah barulah rasa enak ikan penis keluar dan terasa enak di lidah. Dagingnya terasa asin, sedikit manis, dan mirip ikan. Ikan penis yang disajikan di restoran dianggap kehilangan rasa manis ini karena sudah dicuci dengan air. Ikan penis mentah yang utuh atau teriris-iris dimakan bersama minyak wijen dan garam atau bisa pula gochujan. Namun memakannya dalam keadaan mentah bukan keharusan. Dagingnya bisa disajikan pula dengan dibakar terlebih dahulu menjadi sate.[2]

Sementara dalam budaya kuliner China, ikan penis ditumis bersama sayur dan dimakan sebagai hidangan utama atau pendamping. Ikan penis bisa pula dikeringkan dan ditumbuk menjadi tepung sebagai bahan penguat umami.[4]

Di China, ikan penis juga dimanfaatkan sebagai umpan yang disukai oleh ikan sebelah atau bream.[4]

Di Jepang, ikan penis disajikan dengan irisan tipis seperti sashimi. Hidangan ini di Hokkaido terkenal dengan sebutan ruttsu. Rasanya digambarkan mirip dengan kerang mirugao.[5]

HabitatSunting

Ikan penis hidup dengan membangun terowongan di pasir atau lumpur di sekitar pantai. Binatang ini hidup dengan memakan bangkai atau sisa kehidupan di sekitarnya, sehingga digolongkan makhluk detritivora. Selama di bawah permukaan tanah, ia akan meringkuk membentuk huruf U. Kelenjar di bagian depan kepalanya mampu menghasilkan mucus yang kemudian menutupi lubang yang sebelumnya telah digali. Mucus ini mirip jaring dan lengket dan akan terus dikeluarkan sambil ikan penis bergerak mundur semakin jauh masuk ke dalam tanah. Jika makanan telah cukup banyak terjerat, ikan penis akan berbalik bergerak ke arah luar, memakan kembali mucus yang ia hasilkan sebelumnya bersama makanan yang terjebak. Jika di sekitarnya banyak terdapat sisa kehidupan, proses ini bisa selesai dalam beberapa menit saja.[6][7]

Ikan penis biasanya ditemukan di pantai Jepang dan Korea, serta Teluk Bohai, China.[4]

PredatorSunting

Selain dikonsumsi oleh manusia, ikan penis adalah makanan alami berang-berang, hiu, camar dan lainnya.[8]

Nutrisi dan benefitSunting

Memakan ikan penis dianggap meningkatkan libido karena digolongkan sebagai afrosidiak.

ReferensiSunting