Buka menu utama

Ulises Ruiz Ortiz (lahir di Chalcatongo, Oaxaca, 9 April 1958; umur 61 tahun) adalah seorang politikus Meksiko yang saat ini menjabat sebagai gubernur negara bagian Oaxaca. Ia mulai menjabat pada 2004 sebagai anggota Partai Revolusioner Institusional (PRI). Masa jabatannya berakhir pada 2010.

Ulises Ruiz Ortiz
Ulises ruiz ortiz oaxaca.jpg
Gubernur Oaxaca
Masa jabatan
1 Desember 2004 – sekarang
PendahuluJosé Murat
Penggantimasih menjabat
Informasi pribadi
Lahir9 April 1958
Chalcatongo, Oaxaca
Partai politikPartai Revolusioner Institusional
PasanganLourdes Salinas
ProfesiPengacara

Kontroversi pemilihan umumSunting

Ruiz Ortiz dituduh oleh sebagian orang telah bertindak curang pada pemilu 2004. Karenanya, banyak yang menganggapnya sebagai gubernur Oaxaca yang tidak memiliki dukungan rakyat.

Kontroversi paa pemerintahannyaSunting

Selain pemilu yang kontroversial, sejumlah konflik yang kian bertambah telah terjadi pada masa pemerintahan Ruiz.

Pertama, surat kabar "Noticias de Oaxaca", yang menganut pandangan yang erlawanan dengan pandangan Ulises Ruiz mengalami pemogokan besar-besaran yang diorganisir serikat buruh CROC, yang berafiliasi dengan partai politik PRI pendukung Ruiz.[1] Beberapa media, seperti Reforma memandang tindakan ini sebagai penindasan terhadap kebebasan berbicara. Konon surat kabar itu berusaha untuk dicetak di luar negara bagian Oaxaca, tetapi truk-truk distribusinya diganggu vandal. Surat kabar ini secara terbuka menuduh Ruiz melakukan penindasan. [2]

Contoh-contoh lainnya meliputi perusakan oleh dinas pekerjaan umum terhadap pusat kota yang historis di ibu kota negara bagian ini. Beberapa intelektual menyebut perusakan itu begitu mengerikan sehingga mereka khawatir bahwa UNESCO akan mencabut deklarasinya terhadap kota ini sebagai Situs Warisan Dunia.[3]

Gubernur juga telah dituduh melakukan genosida dan penindasan terhadap kelompok-kelompok penduduk asli negara bagian ini.

Pada permulaan kampanye pemilihan umum Meksiko, 2006, calon presiden Andres Manuel López Obrador mencoba berkampanye di salah satu munisipalitas termiskin di negara bagian ini di Guelatao, yang juga merupakan tempat kelahiran Benito Juárez.[4] Kampanye ini dihalang-halangi oleh pekerjaan umum yang dimulai hanya sehari sebelumnya oleh pemerintahan negara bagian.[5]

Konflik 2006Sunting

Sejak Mei 2006 (sebelum pemilihan umum federal), pemerintahan Ruiz Ortiz menghadapi protes-protes oleh para guru yang mogok dari Seksi 22 dari SNTE (Persatuan Guru Nasional). Di antara tuntutannya, para guru meminta penggolongan ulang ekonomi untuk negara bagian Oaxaca, yang akan memungkinkan kenaikan gaji mereka. Para demonstran ini duduk di taman kota utama hingga tuntutan-tuntutan mereka dipenuhi. Mereka menolak bertemu dengan pemerintahan Ruiz, dan sebaliknya hanya bertemu dengan anggota pemerintahan federal [1]. Pada 14 Juni 2006, polisi dikirim untuk membuarkan para guru itu dengan paksa dari taman kota dengan menggunakan bom-bom gas serta peluruh-peluru karet. Para pemogok membalas dan berhasil mengusir polisi. Setelah itu, gerakan guru menambahkan tuntutan mereka, yaitu pengunduran diri Gubernur dengan segera. Kekerasan dan penindasan yang dilakukan terhadap para guru memicu berbagai protes dari orang-orang di dalam maupun di luar negara bagian ini. [2] [3]

Berbagai organisasi sipil dan politik bergabung dengan gerakan para guru dan membentuk APPO atau Asamblea Popular del Pueblo de Oaxaca (Majelis Rakyat Oaxaca). Petisi utama APPO adalah pengunduran diri segera Ulises Ruiz. Berbagai protes menuntut pengunduran diri Ruiz terjadi di seluruh neara bagian ini. Kantor-kantor pemerintah, stasiun radio publik dan sistem penyiaran umum diambil alih oleh APPO. Sebuah petisi hukum diajukan kepada Kongres federal untuk memecat gubernur.[4]

Ruiz Ortiz telah menyatakan bahaw ia tidak berencana untuk mundur. Pemerintah Federal yang mulanya tidak melibatkan diri dalam konflik ini, telah mengirim sebuah komisi untuk membantu dalam perundingan dan telah menyerukan kepada Gubernur untuk mundur. Pad a29 Oktober, polisi fedearl dikirim untuk menduduki kota dan telah terlibat dalam konfrontasi dengan APPO sepanjang bulan November.

Karena kantor-kantor pemerintah telah ditutup karena berbagai protes, Gubernur telah memindahkan kantornya ke sebuah hotel. [5] [6]

Pada Agustus 2006 konflik ini menjadi semakin keras. Kelompok-kelompok bersenjata menembaki protes-protes rakyat [7], dan pada 21 dan 22 Agustus menyerang stasiun-stasiun radio yang dikuasai oleh APPO. Pemerintah Ulises Ruiz menyangkal bertanggung jawab atas serangan-serangan tersebut.

Pada 3 September 2006, 193 delgasi dari berbagai organisasi yang membentuk APPO menyatakan Ulises Ruiz Ortiz (URO) "proscrito" – dilarang, diusir, dan tidak diterima – di negara bagian Oaxaca. Sang bekas gubernur akan digantika oleh sebuah "proklamasi pemerintahan yang baik untuk kota Oaxaca, sebuah proklamasi untuk 570 munisipalitas, dan manifesto kepada negara, yang menyatakan pengusiran URO dari pemerintahan, dan bahwa pemerintah akan terus dijalankan dari pusat historis kota Oaxaca". [8]

Setidak-tidaknya 17 orang telah terbunuh di Oaxaca sejak dimulainya konflik ini, termasuk wartawan IndyMedia AS Bradley Roland Will. [9] Menjawab berbagai kematian baru-baru ini, Subcomandante Marcos dari EZLN telah mengeluarkan pernyataan dari Komite Revolusi Penduduk Asli Klandestin, yang mengklaim bahwa Ruiz berada di balik pembunuhan-pembunuhan itu.[10]

Pada 6 November 2006, konflik ini meningkat setelah lima kelompok gerilya melakukan serangan teroris di Ciudad de México yang menuntut pengunduran diri Ruiz. Serangan-serangan ini terdiri dari 3 leadakan di kantor pusat PRI, kantor utama TEPJF, sebuah cabang Scotiabank. Tampaknya 8 bom dipasang dan sebuah cabang Scotiabank lainnya diharapkan meledak, seperti halnya juga di sebuah toko Sanborns[6], tetapi kedua target terakhir ini gagal meledak. Pemerintah Federal telah menyatakan bahwa tindakan-tindakan teroris ini adalah aktivitas-aktivitas propaganda yang berusaha menanamkan rasa takut pada penduduk[7], tetapi dinyatakan juga bahwa satu-satunya pemecahannya yang mungkin adalah bila Ruiz melepaskan jabatannya di Oaxaca, atau secara pribadi merundingkan upaya mengakhiri kekerasan ini.[8]

Lihat pulaSunting

RujukanSunting

Pranala luarSunting