Tutup pendamaian (bahasa Ibrani: כפורת‎, kapporet, "perangkat pengapuran, pembersihan"; bahasa Inggris: mercy seat, ark-cover) adalah tutup dari Tabut Perjanjian yang terbuat seluruhnya dari emas murni, menurut catatan dalam Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama di Alkitab Protestan) dalam Kitab Keluaran. Tutup ini berkaitan erat dengan ritual Hari Pendamaian. Istilah ini juga muncul pada sumber pustaka Yahudi di kemudian hari, dan dua kali pada Perjanjian Baru, yang bermakna penting pada teologi Kristen.

Tutup pendamaian di atas Tabut perjanjian.

Etimologi

sunting

Istilah "menutupi" (כַּפֹּרֶת kapporeth) muncul 27 kali dalam Alkitab Ibrani versi Masoret, semuanya merujuk kepada tutup Tabut Perjanjian. Kata kapporeth atau kapporet diduga diturunkan dari kata kapar atau kafar, yang sering diartikan sebagai "tutup" atau "menutupi" (bahasa Inggris: cover), meskipun arti harfiahnya adalah menghapus bersih, menyiratkan bahwa kapporeth berarti sesuatu untuk menghapus bersih;[1] kognat dengan istilah bahasa Arab kaffarat (juga umumnya dianggap berarti "tutup" atau "menutupi", tetapi juga menurunkan kata kafir serta kafarat) digunakan dalam konteks hukum modern untuk merujuk mekanisme yang membetulkan/membenarkan hal yang tidak sah/ilegal (mencakup kegagalan untuk berpuasa pada bulan Ramadan sampai pembunuhan), misalnya pembebasan seorang budak setelah budak itu menderita kondisi yang membahayakan dapat dianggap sebagai suatu kaffarat.[1]

Penerjemahan

sunting

Istilah bahasa Yunani hilasterion yang dipakai untuk menerjemahkan kata Ibrani kapporeth dalam Septuaginta, secara etimologi berarti "sesuatu untuk pendamaian" (thing for propitiation), di mana Hesychius menuliskan bahwa sinonim hilasterion adalah "sesuatu untuk katarsis" (thing for catharsis), sementara Vulgata menerjemahkan sebagai propitiatorium.[1] Jadi tidak jelas apakah kapporeth merupakan tutup tabut, atau hanya diletakkan di atas tabut, kalau tabut itu mempunyai tutup sendiri.[1]

Frasa bahasa Inggris mercy seat merupakan terjemahan yang diperkenalkan oleh William Tyndale akibat pengaruh kata bahasa Jerman Gnadenstuhl yang dipakai dalam Alkitab Luther, yang secara harfiah berarti "kursi kemurahan" (seat of grace). Terjemahan-terjemahan Yahudi dalam bahasa Inggris secara tradisional menghindari penggunaan kata "mercy seat" yang dianggap merupakan istilah buatan orang Kristen, dan lebih memilih menggunakan istilah "ark-cover" (penutup tabut) atau "cover" (penutup) saja.

Catatan Alkitab

sunting

Perjanjian Lama

sunting

Petunjuk pembuatan

sunting

Alkitab Ibrani (atau Perjanjian Lama di Alkitab Protestan mencatat perintah dan petunjuk pembuatan dalam Kitab Keluaranpasal 25:17-22, sebagai berikut:

"Juga engkau harus membuat tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya. Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu. Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu. Dan di sanalah Aku akan bertemu dengan engkau dan dari atas tutup pendamaian itu, dari antara kedua kerub yang di atas tabut hukum itu, Aku akan berbicara dengan engkau tentang segala sesuatu yang akan Kuperintahkan kepadamu untuk disampaikan kepada orang Israel."[2]

Catatan pembuatan

sunting

Alkitab Ibrani juga mencatat proses pembuatannya dalam Kitab Keluaranpasal 37:6-9 yang dilakukan oleh Bezaleel bin Uri bin Hur, dari suku Yehuda, yaitu orang yang telah ditunjuk sebagai pembuat perkakas Kemah Suci, sebagai berikut:

Dibuatnyalah tutup pendamaian dari emas murni, dua setengah hasta panjangnya dan satu setengah hasta lebarnya. Dibuatnyalah dua kerub dari emas, dari emas tempaan dibuatnya itu, pada kedua ujung tutup pendamaian itu, satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu dibuatnya kerub itu pada kedua ujungnya. Kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah menghadap muka kerub-kerub itu.[3]

Perjanjian Baru

sunting

Istilah bahasa Yunani hilasterion yang dipakai untuk menerjemahkan "tutup pendamaian" pada Alkitab Ibrani dalam Septuaginta muncul dua kali dalam naskah bahasa Yunani Perjanjian Baru, yaitu pada Roma 3:25 dan Ibrani 9:5.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Pranala luar

sunting