Buka menu utama

Dr. Tirto Suwondo, M.Hum. (lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 1962) adalah peneliti berkebangsaan Indonesia di Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Tirto juga seorang penulis di sejumlah surat kabar, sebagian terhimpun di beberapa buku sastra, kritik sastra, kebahasaan, dan komunikasi sastra. Sejak 2017 Tirto Suwondo menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah.

Tirto Suwondo
Tirto Suwondo.jpg
Lahir 1962
Grobogan, Indonesia Bendera Indonesia
Pekerjaan Sastrawan, peneliti, birokrat
Tahun aktif 1985 - sekarang

Latar belakangSunting

Tirto Wuwondo lahir di Grobogan, Jawa Tengah, tahun 1962. Menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni IKIP Muhammadiyah Yogyakarta, tahun 1987. Setelah itu, dia meneruskan pendidikan magisternya pada program studi Sastra Universitas Gadjah Mada, 2000. Sedangkan gelar doktoralnya diraih di Universitas Sebelas Maret Surakarta, pada tahun 2015 melalui kajian Pendidikan Bahasa Indonesia. Sebelum menduduki berbagai jabatan di kementrian, Tirto pernah berkarier sebagai pewarta antara lain di Detik (1988), Media Indonesia (1989-1991), dan Majalah Kartini (1991-1993). Pada tahun 1988 dia mulai diangkat secara resmi sebagai peneliti di balai bahasa, hingga menduduki Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah.[1][2]

Proses kreatifSunting

Sejak awal kuliah, Tirto mendirikan majalah kampus Citra, aktif menulis artikel, resensi, dan feature tentang sastra, budaya, dan pendidikan di Kedaulatan Rakyat, Bernas, Masa Kini, Minggu Pagi, Yogya Pos, Suara Merdeka, Wawasan, Bahari, Merdeka, Pikiran Rakyat, Republika, Solo Pos, Jawa Pos, Prioritas, Swadesi, Simponi, Media Indonesia, Suara Karya, Detik, Kebudayaan, dan majalah Horison. Pernah pula dia menulis puisi dan cerpen di harian Masa Kini, tetapi tidak diteruskan. Lima esai-sastranya telah dimuat di Pangsura (Jurnal Pengkajian Sastera Asia Tenggara) Brunei Darussalam. Di samping itu dia telah dua belas kali menjuarai lomba penulisan esai, kritik, dan naskah radio tingkat lokal dan nasional; terakhir masuk 10 besar sayembara kritik sastra tingkat nasional Dewan Kesenian Jakarta (2007). Selain menjadi dewan redaksi beberapa jurnal ilmiah kebahasaan dan kesastraan (Poetika, Bahastra, dan Widyaparwa), pernah pula aktif menjadi editor buku di beberapa penerbit di Yogyakarta. Pada 2015 Tirto menerima Hadiah Sastra Yasayo sebagai peneliti sastra.

BibliografiSunting

  • Nilai-Nilai Budaya Susastra Jawa (174 hlm), diterbitkan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1994, ISBN 979-459-433-4 (penulis utama).
  • Sastra Jawa Modern Periode 1920 sampai Perang Kemerdekaan (134 hlm), diterbitkan oleh Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1996, ISBN 979-459-667-1 penulis ketiga).
  • Karya Sastra di Luar Penerbitan Balai Pustaka (...hlm), diterbitkan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Depdikbud, 1997, ISBN ... (penulis utama).
  • Suara-Suara yang Terbungkam: Olenka dalam Perspektif Dialogis (354 hlm.), diterbitkan Gama Media, Yogyakarta, bekerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation (2001), ISBN 979-9193-94-X (penulis tunggal)
  • Sastra Jawa Balai Pustaka 1917—1942 (122 hlm.) diterbitkan Mitra Gama Widya Yogyakarta, bekerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation (2001), ISBN 979-507-313-3 (penulis utama)
  • Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Prakemerdekaan (290 hlm.), diterbitkan Gadjah Mada University Press, 2001, ISBN 979-420-484-6 (penulis ke-5).
  • Ikhtisar Perkembangan Sastra Jawa Modern Periode Kemerdekaan (442 hlm.), diterbitkan Kalika, Yogyakarta, bekerja sama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan The Ford Foundation, 2001, ISBN 979-9420-07-5 (penulis ke-3)
  • Religiusitas dalam Sastra Jawa Modern, diterbitkan Pusat Bahasa, Depdiknas, tahun 2002, ISBN 979-685-260-8 (penulis keempat).
  • Studi Sastra: Beberapa Alternatif, diterbitkan Hanindita, Yogyakarta, tahun 2003, ISBN 979-8849-24-8 (penulis tunggal).
  • Kritik Sastra Jawa, diterbitkan Pusat Bahasa, Depdiknas, Jakarta, 2003, (ISBN 979-685-382-5) (penulis utama).
  • Pembentukan Kata dan Pemilihan Kata dalam Bahasa Jawa, diterbitkan Pusat Bahasa, Depdiknas, Jakarta, 2004, (ISBN 979-685-456-2) (penulis pembantu).
  • Muryalelana: Riwayat, Karier, dan Karyanya, diterbitkan Cakrawala, Yogyakarta, Juni 2006 (ISBN 979-8477-05-7) (penulis tunggal).
  • Antologi Biografi Pengarang Sastra Jawa Modern (291 hlm), diterbitkan oleh Adi Wacana Yogyakarta, 2006, ISBN 979-99604-8-7 (penulis utama).
  • Karya Sastra Indonesia dalam Majalah Gadjah Mada dan Gama, diterbitkan oleh Jentera Intermedia Yogyakarta, Desember 2006 (ISBN 979-8477-14-6) (penulis tunggal).
  • Sastra Jawa dan Sistem Komunikasi Modern, diterbitkan Gama Media, Yogyakarta, Juni 2007, (ISBN 979-3092-91-2) (penulis tunggal).
  • Esai/Kritik Sastra dalam Minggu Pagi, Masa Kini, dan Semangat, diterbitkan Gama Media, Yogyakarta, Juni 2007 (ISBN 979-3092-88-2) (penulis tunggal).
  • Pedoman Penyuluhan Sastra Indonesia, diterbitkan Balai Bahasa Yogyakarta, 2008, (ISBN No.978-979-8477-28-7) (penulis kedua).
  • Sastra Jogya Periode 1945--2000, diterbitkan oleh Curvaksara, Yogyakarta, 2009 (ISBN 978-979-188-187-6) (penulis kedua).
  • Kritik Sastra Indonesia di Yogyakarta Periode 1966--1980, penerbit Elmatera Publishing (2009), ISBN (13) 978-979-185-141-1 (penulis utama).
  • Mencari Jatidiri, penerbit Elmatera Publishing (2010), ISBN 978-979-185-394-1 (penulis tunggal).
  • Membaca Sastra, Membaca Kehidupan, penerbit Hikayat (2011), ISBN 978-979-26-0141-1 (penulis tunggal).
  • R. Intojo: Penyair Dua Bahasa, penerbit Azzagrafika (2012), ISBN 978-602-183-013-0 (penulis tunggal).
  • Pragmatisme Pascakolonial: Trilogi Gadis Tangsi dalam Sistem Komunikasi Sastra, penerbit Pustaka Pelajar (2016), ISBN 978-602-229-641-6 (penulis tunggal).

Cerita anakSunting

Keenam buku ini diterbitkan oleh Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional, dan telah dibagikan ke berbagai sekolah di Indonesia.

  • Sang Pangeran dari Tuban (1996),
  • Gagalnya Sebuah Sayembara (1998),
  • Sepasang Naga di Telaga Sarangan (2004),
  • Dan Langit pun Tak Lagi Kelabu (2005),
  • Tugas Rahasia Si Buruk Rupa (2007), dan
  • Dewi Anggraeni Si Putri Karandan (2008).

Lihat pulaSunting

RefereniSunting

  1. ^ Kajian Sastra::Tirto Suwondo, Karier dan Karyanya diakses 11 November 2018
  2. ^ Academia Edu: Tirto Suwondo diakses 11 November 2018