Buka menu utama

Drs. Teten Masduki (lahir di Garut, Jawa Barat, 6 Mei 1963; umur 56 tahun) adalah seorang aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia sejak 2 September 2015 hingga 17 Januari 2018. Dia menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) periode 2017-2022[1].

Drs.
Teten Masduki
Teten Masduki 2019.jpg
Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ke-2
Masa jabatan
2 September 2015 – 17 Januari 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluLuhut Binsar Panjaitan
PenggantiMoeldoko
Ketua ICW
Masa jabatan
1998 – 2008
Informasi pribadi
Lahir6 Mei 1963 (umur 56)
Bendera Indonesia Garut, Jawa Barat, Indonesia
PasanganSuzana Ramadhani
Anak2
Alma materUniversitas Pendidikan Indonesia (UPI)
(dahulu IKIP Bandung)
PekerjaanAktivis

Terlahir dari keluarga petani, masa kecil Teten dihabiskan di Kecamatan Balubur Limbangan, Garut, Jawa Barat. Setamat dari SMAN 1 Garut ia kuliah di IKIP Bandung, mengambil jurusan kimia. Kesadaran terhadap masalah-masalah sosial sudah tumbuh sejak SMA. Saat kuliah ia sering ikut kelompok diskusi, mempelajari teori-teori dari yang kiri sampai yang kanan. Sekitar 1985, Teten ikut aksi demontrasi membela petani di Garut, yang tanahnya dirampas.

Nama Teten mencuat ketika Indonesia Corruption Watch (ICW), yang dipimpinnya, membongkar kasus suap yang melibatkan Jaksa Agung (saat itu) Andi M. Ghalib pada masa pemerintahan B.J. Habibie. Inilah pertama kalinya dalam sejarah sebuah lembaga seperti ICW bisa memaksa seorang pejabat tinggi negara turun dari jabatannya. Berkat kegigihannya mengungkap kasus tersebut, Teten dianugerahi Suardi Tasrif Award 1999.

Pada tahun 2012 Teten memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur mendampingi Rieke Diah Pitaloka dalam Pilgub Jawa Barat 2013, Pasangan Rieke - Teten yang diberi nama PATEN ini diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5.

Pada tanggal 3 Maret 2013 diumumkan hasil Pilkada Gubernur - Wagub Jawa Barat Pasangan Cagub - Cawagub nomor 5 Rieke-Teten memperoleh peringkat ke 2 dari 5 pasangan calon dengan perolehan suara 5.714.997 suara arau 28,41 persen dari suara sah.[2].

Pada tanggal 2 September 2015, Teten terpilih menjadi Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Luhut Panjaitan yang telah lebih dulu ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan[3]

Daftar isi

PendidikanSunting

  • Jurusan Matematika dan Ilmu Kimia, IKIP Bandung (1987)
  • Kursus selama tiga bulan tentang kepemimpinan LSM di El Taller, Tunisa(1989)

KarierSunting

  • Staf peneliti pada Institut Studi dan Informasi Hak Asasi Manusia (1978-1989)

PenghargaanSunting

  • Suardi Tasrif Award 1999
  • Alumni Berprestasi IKIP Bandung 2000
  • Penghargaan Ramon Magsaysay, 2005

Pranala luarSunting

ReferensiSunting