Teru teru bōzu

(Dialihkan dari Teru teru bozu)
Teru teru bōzu.

Teru teru bōzu (Jepang: 照る照る坊主、てるてる坊主) adalah boneka tradisional Jepang yang terbuat dari kertas atau kain putih yang digantung di tepi jendela dengan menggunakan benang. Dari segi bentuk dan pembuatannya, boneka tersebut mirip dengan boneka hantu seperti yang dibuat pada saat Halloween. Jimat ini diyakini memiliki kekuatan ajaib yang mampu mendatangkan cuaca cerah dan menghentikan atau mencegah hujan. Dalam bahasa Jepang, teru adalah kata kerja yang berarti "bersinar" atau "cerah", dan bōzu dapat berarti biksu, atau dalam bahasa pergaulan masa kini dapat berarti "kepala botak"; kata itu juga merupakan istilah akrab untuk menyebut bocah lelaki.[1]

Teru teru bōzu menjadi populer selama zaman Edo di antara masyarakat urban,[2] di mana anak-anak membuatnya untuk memohon cuaca baik sehari sebelumnya dan bernyanyi "pendeta cuaca baik, cerahkan cuaca esok hari."[2]

Secara tradisonal, jika cuaca berubah cerah, mereka akan digambari mata (bandingkan dengan daruma), sesajen berupa sake suci (神酒) dituangkan pada mereka, kemudian dihanyutkan di sungai. Pada masa kini, anak-anak membuat teru-teru-bōzu dari kertas tisu atau kapas dan benang lalu menggantungnya di jendela ketika mengharapkan hari yang cerah, sering kali sebelum hari piknik sekolah. Menggantungnya secara terbalik berarti memohon agar hujan turun.

ReferensiSunting

  1. ^ O-Lex Japanese–English Dictionary, Obunsha, 2008. pp. 1681—2.
  2. ^ a b "Weather Watching and Emperorship", by Noboru Miyata. In Current Anthropology, Vol. 28, No. 4, Supplement: An Anthropological Profile of Japan. (Aug. - Oct., 1987), pp. S13-S18. Provided by JSTOR.

Pranala luarSunting