Buka menu utama

Taliwang, Sumbawa Barat

kecamatan di Kabupaten Sumbawa Barat

SejarahSunting

  • Tanggal 13 Maret 1621, Kerajaan Taliwang yang kuat mau mengadakan pembangkangan terhadap kekuasaan Gowa, ditundukkan kembali oleh sejumlah pasukan pilihan Kerajaan Gowa yang dikirim ke sana.
  • Raja-raja di Taliwang yang merupakan keturunan raja-raja Banjar, biasanya bergelar Pangeran atau Gusti.[3]

GeografiSunting

Pembagian administrasiSunting

PemerintahanSunting

Berikut Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sumbawa Barat yang berada di Kecamatan Taliwang

SekretariatSunting

BadanSunting

  • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
  • Badan Kepegawaian Daerah
  • Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat
  • Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal Daerah
  • Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
  • Badan Lingkungan Hidup

DinasSunting

  • Dinas Pendapatan, Pengelolahan Keuangan dan Aset
  • Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah
  • Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • Dinas Pekerjaan Umum
  • Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian
  • Dinas Tata Ruang Kota
  • Dinas Sosial dan Tenaga Kerja
  • Dinas Kebersihan, pertamanan dan PMK
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Pemuda dan Olahraga
  • Dinas Pendidikan

Daftar Datu TaliwangSunting

  • Raja-raja Taliwang, vazal Majapahit.
  • Dewa Langit Ling Kertasari, vazal Sultan Sumbawa Dewa Maja Paruwa (1623 M).[4]
  • Lala Ratna Ayu Kencana Dewi (Putri Raja Taliwang) + Raden Mas Panji Tilar Negara (Putra Mahkota Seleparang), sekitar 1636 M[5]
  • Dewa Mas Pamayan (Raden Untalan)
Menurut Sejarawan Belanda, H. J. de Graaf menyatakan bahwa Mas Pamayan adalah putera raja Selaparang yang dilantik menjadi raja Selaparang dan Sumbawa pada tanggal 30 November 1648.[6][7]
  • Amas Cinni
  • Amas Goa
  • Amas Panghulu + Raden Subangsa alias Pangeran Taliwang, sekitar 1660 M.
  • Amas Bantan bin Raden Subangsa[8]
  • Amasa Samawa Dewa Mas Madinah bin Amas Bantan[9][10]
  • Kalaluddin Dewa Ling Gunung Setia (1725-1732)[11]
  • I Mappasusung Dewa Sesung Mappadusu bin Dewa Maja Jereweh (1732-1758)
  • Gusti Amin (17xx-1762)[12]
  • Gusti Aceh (1762-1765)[13]
  • Dewa Mepaconga Mustafa (1765-1775)
  • Datu Busing Lalu Komak (1775-1777)
  • Lalu Paewa (1850-1870)[14]
  • Nene Ranga Mele Manyurang.
  • Daeng Mesir bin Sultan Amaroe'llah
  • Daeng Mapaconga.
  • Muhammad Kaimuddin

KulinerSunting

 
Makanan khas Taliwang: Ayam Taliwang

PariwisataSunting

  • Pantai Balad
  • Pantai Kertasari
  • Pantai Batu Rengala
  • Pantai Moro
  • Pantai Nangaboru
  • Pantai Batupayung
  • Danau Lebo

Pranala luarSunting

ReferensiSunting