Suku Karen


Suku Karen, Kayin, Kariang atau Yang (Per Ploan Poe atau Ploan dalam Poe Karen dan Pwa Ka Nyaw atau Kanyaw dalam Sgaw Karen; (Myanmar) diucapkan [kəjɪ̀ɴ lù mjó]; bahasa Thai: กะเหรี่ยง or ยาง) merujuk kepada sejumlah kelompok etnis pemakai bahasa Tiongkok-Tibet yang utamanya tinggal di Negara Bagian Karen, selatan dan tenggara Myanmar. Karen melingkungi sekitar 7 persen dari jumlah penduduk Burma dengan jumlah sekitar 5 juta orang.[5] Sejumlah besar Karen berpindah ke Thailand, yang kebanyakan mendiami perbatasan Thai–Karen.

Karen
(Myanmar)
A Karen woman.jpg
Seorang wanita Karen dalam busana tradisional
Daerah dengan populasi signifikan
 Myanmar7,000,000[1]
 Thailand1,000,000[2]
 AS70,000+
 Australia11,000+[3]
 Kanada5,000[4]
 Swedia1,500
Negara lainnya100,000+
Bahasa
Bahasa-bahasa Karen, yang meliputi S'gaw Karen, Pwo Karen, Karenni dan Pa'O
Agama
Buddha Theravada, Kristen, Animisme
Negara bagian Karen di Myanmar

Karen sering disamakan dengan Karen Merah (Karenni), yang merupakan salah satu suku Kayah di Negara bagian Kayah, Myanmar. Salah satu subkelompok Karenni, suku Padaung, paling dikenal karena wanita-wanitanya yang mengenakan cincin leher. Suku tersebut mendiami wilayah perbatasan Myanmar dan Thailand.

Catatan kakiSunting

  1. ^ http://www.cdc.gov/tb/publications/guidestoolkits/ethnographicguides/Burma/chapters/chapter1.pdf
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama australiankarenfoundation.org.au
  3. ^ "Salinan arsip" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2016-12-30. Diakses tanggal 2015-10-01. 
  4. ^ http://www.canada.com/story.html?id=5fcbd15d-0c22-4f3d-a34e-4f8cfbfd0a21
  5. ^ Radnofsky, Louise (2008-02-14). "Burmese rebel leader shot dead". The Guardian. London. Diakses tanggal 2008-03-08. 

ReferensiSunting

CetakanSunting

OnlineSunting

Pranala luarSunting