Buka menu utama

Suhatman Imam (lahir di Padang, Sumatra Barat, 26 Februari 1956; umur 63 tahun[1]) adalah seorang atlet dan pelatih sepak bola Indonesia.

Suhatman Imam
Informasi pribadi
Nama lengkapSuhatman Imam
Tanggal lahir26 Februari 1956
Tempat lahirPadang, Sumatra Barat, Indonesia
Informasi klub
Klub saat iniSemen Padang (pelatih)
Tim nasional
TahunTimTampil(Gol)
1975-1977Indonesia
Kepelatihan
TahunTim
1981PON Sumbar
1985PSP Padang
1992Semen Padang
1992-1993Indonesia (asisten)
2010-2011Semen Padang (direktur teknik)
2011-Semen Padang

Daftar isi

KarierSunting

BermainSunting

Suhatman Imam dikenal sebagai salah satu pemain terbaik Indonesia di era akhir 70an. Ia memulai karier sepak bolanya di PSP Padang sebelum direkrut oleh PSSI untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia Senior dalam pertandingan Pra-Olimpiade di Jakarta pada tahun 1975. Pada kejuaraan Asia tahun 1977 di Bangkok ia bahkan dipercaya menyandang ban kapten.

Seperti pemain lainnya, ia-pun tak luput dari cedera, bahkan cedera yang dideritanya pada tahun 1978 itu sangat parah sehingga mengakhiri kariernya sebagai pemain sepak bola.

KepelatihanSunting

Karena kepiawaiannya dalam sepak bola, ia pun didaulat oleh KONI Sumatra Barat untuk menjadi pelatih tim daerah itu dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun 1981. Dalam ajang PON itu ia dianggap sukses melatih tim sepak bola Sumbar, sehingga ia mengalami kemudahan untuk masuk dan bekerja di Bank Dagang Negara (BDN) di Padang.

Pada tahun 1985, Suhatman kembali diminta melatih. Kali ini P.S. Semen Padang menginginkan sentuhan tangan dinginnya untuk memoles klub itu dalam menghadapi kompetisi di liga Indonesia saat itu yaitu Galatama. Pada 1992 ia membawa Semen Padang menjuarai Piala Indonesia dengan menekuk Arema Malang. Karier kepelatihan Suhatman tidak berhenti sampai disitu, ia-pun kemudian di angkat menjadi asisten pelatih PSSI senior, Ivan Toplak yang berasal dari Serbia. Bahkan diawal tahun 90an ia dipercaya melatih tim Primavera yang dibina dalam kompetisi pemain muda di Italia dan hasilnya banyak melahirkan pemain berkualitas, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Kurnia Sandy, Yeyen Tumena, Sugiantoro dan lain-lain.

Pada tahun 2010 klub Semen Padang pun memintanya kembali berperan, kali ini untuk menjadi penasihat teknik bagi pelatih Nil Maizar yang juga adalah mantan muridnya. Selanjutnya iapun diangkat menjadi direktur teknik. Setelah Nil Maizar direkrut PSSI menjadi pelatih timnas senior, Suhatman-pun menggantikannya menjadi pelatih kepala. Pada periode ini ia berhasil membawa Semen Padang menjadi juara LPI dan masuk final ke Piala Indonesia 2011/2012.

Pranala luarSunting

RujukanSunting