Soedarmo

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Soedarmo (lahir 28 September 1959) merupakan birokrat dan tokoh militer Indonesia. Ia merupakan mantan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh terhitung pada 28 Oktober 2016 dan berakhir pada 11 Februari 2017. Pelantikannya dilakukan oleh Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri, tanggal Kamis, 27 Oktober 2016.[1] Pelantikan atas Soedarmo dikarenakan gubernur definitif Aceh, Zaini Abdullah saat itu berpasangan dengan Bupati Aceh Tengah, Ir Nasaruddin MM[2] dalam pencalonan diri sebagai Gubernur Aceh di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.[3]

Soedarmo
Pj. Gubernur Papua Soedarmo.jpg
Penjabat Gubernur Papua
Masa jabatan
26 Februari 2018 – 5 September 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluLukas Enembe
PenggantiLukas Enembe
Penjabat Gubernur Aceh
Masa jabatan
28 Oktober 2016 – 11 Februari 2017
PresidenJoko Widodo
PendahuluZaini Abdullah
PenggantiDermawan (Plh.)
Irwandi Yusuf
Informasi pribadi
Lahir28 September 1959 (umur 62)
Bendera Indonesia Tulungagung, Jawa Timur
Kebangsaan Indonesia
Partai politikIndependen
AlmamaterAkademi Militer (1983)
PekerjaanTentara, Birokrat
Karier militer
Pihak Indonesia
Dinas/cabangInsignia of the Indonesian Army.svg TNI Angkatan Darat
Masa dinas1983–2015
PangkatPdu mayjendtni staf.png Mayor Jenderal TNI
SatuanInfanteri
Pertempuran/perangOperasi Seroja
NRP790309

PendidikanSunting

Soedarmo merupakan salah satu alumni angkatan 1983 di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) yang membawanya berpengalaman dalam hal pertahanan dan intelijen. Ia pernah bertugas untuk operasi pertahanan bersama Panglima TNI, Gatot Nurmantyo di Dili, Timor Timur dan Irian Jaya dalam naungan Pusat Intelijen Angkatan Darat (Pusintelad).

KarierSunting

Karirnya dalam politik dan pemerintahan dimulai dari menjabat sebagai Perwira Tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) dan terakhir menjabat sebagai Anggota Ahli untuk bidang Ideologi dan Politik di lembaga Badan Intelijen Negara (BIN) kemudian berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) selanjutnya menduduki posisi sebagai Direktur Jenderal di bidang Politik dan Pemerintahan Umum Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di pertengahan tahun 2015.

Kiprahnya dalam bidang pemerintahan juga terjadi di luar negeri. Ia pernah memiliki jabatan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura pada tahun 1995-1998 sebagai Atase Pertahanan. Setelahnya, mendapatkan jabatan di KBRI Malaysia untuk posisi Anggota Bidang Hukum dan Keamanan lalu di KBRI Bangkok, Thailand ia juga menjabat sebagai Atase Pertahan sejak 2003 hingga 2006.

Menjabat sebagai Direktur untuk provinsi Sumatera dan provinsi Kalimantan bagian Deputi II Badan Intelejen Negara (BIN) pun pernah dilakukan oleh Soedarmo. Kemudian, tanggal 6 Maret 2012 ia dilantik sebagai Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Kalimantan Timur dan pada tanggal 15 September 2014 menjadi Anggota Ahli untuk bidang Ideologi dan Politik. Semua jabatan yang ia raih saat itu dikarenakan rekam jejak tugasnya di berbagai belahan dunia di bidang keamanan dan pertahanan.

Pensiunnya Soedarmo dari karier menjadi TNI dan BIN dikarenakan dirinya tengah menjabat sebagai Direktur Jenderal di Kementerian Dalam Negeri bidang Politik dan Pemerintahan Umum. Karena dedikasinya dan kontribusinya terhadap Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo diapresiasi berbagai banyak pihak terutama dari Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri mengapresiasi kinerjanya saat menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) selama empat tahun tiga bulan.[4] Selain itu, keberhasilannya menyelenggarakan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) pada tanggal 9 Desember 2015 yang dilakukan di 269 wilayah di Indonesia.

Ia juga dilantik menjadi Penjabat Gubernur Papua oleh Tjahjo Kumolo pada hari Senin, tanggal 10 April 2018 pukul 10.00 WIT dikarenakan habisnya masa jabatan menjadi Pejabat Sementara Papua.[5] Soedarmo juga menjabat di Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk posisi sebagai Wakil II Ketua Umum.[6]

Kehidupan PribadiSunting

Soedarmo menikahi Ida Yuliati Soedarmo dan dikarunai empat orang anak yaitu dua anak laki-laki dan dua anak perempuan.

PenghargaanSunting

Tanda Jasa dan BrevetSunting

Sisi Kiri
 
 
     
     
     
Brevet Brevet Para Dasar
Baris ke-1 Bintang Jasa Utama (13 Agustus 2019)[7]
Baris ke-2 Bintang Kartika Eka Paksi Nararya Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun Satyalancana Kesetiaan 16 Tahun
Baris ke-3 Satyalancana Kesetiaan 8 Tahun Satyalancana Dwidya Sistha Satyalancana Seroja
Baris ke-4 Satyalancana Dharma Nusa Satyalancana Santi Dharma Knight of the Royal Order of Sahametrei - Kamboja
Sisi Kanan
 
Basic Parachutist Badge (Royal Thai Army)

ReferensiSunting

  1. ^ "Profil Plt Gubernur Aceh, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo - BIRO HUMAS DAN PROTOKOL PEMERINTAH ACEH". web.archive.org. 2020-06-12. Diakses tanggal 2020-12-02. 
  2. ^ "Mayjen Purn Soedarmo Plt Gubernur Aceh". Pemerintah Kabupaten Pidie (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-02. 
  3. ^ Lokadata.id. "Sensitivitas Pemerintah dan Netralitas di Pilkada 2018 | Lokadata.id". LINE TODAY. Diakses tanggal 2020-12-02. 
  4. ^ "Dirjen Polpum Purna Bhakti, Mendagri Apresiasi Kinerja". Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia. 2019-09-30. Diakses tanggal 2020-12-02. [pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "Soedarmo Dilantik Jadi Pejabat Gubernur Papua – KabarPapua.co". 2018-04-08. Diakses tanggal 2020-12-06. 
  6. ^ "PROFIL | KONI" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-12-06. 
  7. ^ Daftar WNI yang Memperoleh Tanda Kehormatan Bintang Jasa Tahun 2004 – sekarang (PDF). Diakses tanggal 2020-12-20.