Buka menu utama

Drs. Sjahril Sabaruddin (lahir di Medan, Sumatra Utara, 17 Agustus 1949; umur 70 tahun) adalah seorang diplomat Indonesia. Ia mewakili negara sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Eswatini dan Lesotho.[1] Ia dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 20 Januari 2010.[2] Sebelumnya ia adalah Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Uzbekistan merangkap Kazakhstan, Kirgizstan, dan Tajikistan yang dilantik pada tanggal 18 Oktober 2006.[3]

Drs.
Sjahril Sabaruddin
Sjahril Sabaruddin.jpg
Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan
Masa jabatan
2010 – 2013[cat. 1]
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluSugeng Rahardjo
PenggantiSuprapto Martosetomo
Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan
Masa jabatan
2006–2010
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
PendahuluHasyim Saleh
PenggantiMohamad Asruchin
Informasi pribadi
Lahir17 Agustus 1949 (umur 70)
Bendera Indonesia Medan, Sumatra Utara
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PasanganLelly Yulia
Anak- Sulthon Sjahril Sabaruddin
- Noumira Sjahril Sabaruddin
Alma materUniversitas Padjajaran, Bandung
PekerjaanDiplomat

RiwayatSunting

Kehidupan pribadiSunting

Sjahril Sabaruddin lahir di Medan, Sumatra Utara pada 17 Agustus 1949. Ia menikah pada tanggal 30 November 1981 dengan Lelly Yulia dan telah dikaruniai dua orang anak, yaitu Sulthon Sjahril Sabaruddin (Tito) dan Noumira Sjahril Sabaruddin (Ami), yang pernah meraih Juara 2 Abang None Jakarta 2004 dan aktif di beberapa dunia entertain.

PendidikanSunting

Sjahril merupakan lulusan dari Universitas Padjajaran, Bandung, jurusan Hubungan Internasional dengan gelar Doctorandus (Drs) pada tahun 1975. Pada tahun 1978 ia menempuh pendidikan di Sekolah Dinas Luar Negeri (Sekdilu) Angkatan IV di Jakarta.

KarierSunting

Penempatan di dalam negeri

  • Direktur / Kepala Pusat Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kawasan Amerika dan Eropa, Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (2004 - 2006)
  • Wakil Direktur, Bagian Kerjasama Teknik Jasa dan Ekonomi, Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (1998 - 2000)
  • Kepala Divisi Reporting, Sekretariat, Direktorat Jenderal Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (1992 - 1995)
  • Kepala Divisi Tenaga Kerja, Bagian Kerjasama Teknik Jasa dan Ekonomi, Direktorat Hubungan Ekonomi Luar Negeri, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (1985 - 1988)
  • Kepala Seksi Bagian Hubungan Perdagangan Internasional untuk Asia Barat, Afrika dan Timur Tengah, Direktorat Hubungan Perdagangan Internasional, Direktorat Jenderal Ekonomi Luar Negeri, Sosial dan Hubungan Kebudayaan, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia (1980 - 1982)

Penempatan di luar negeri (Diplomatic Posting)

  • Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan merangkap Eswatini dan Lesotho (2010 - 2013[cat. 1])
  • Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Kazakhstan, Kirgizstan, dan Tajikistan (2006 - 2010)
  • Minister Counsellor, Kepala Bidang Ekonomi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok, Thailand, dan Deputi Permanent Representative Republik Indonesia untuk UNESCAP (2000 - 2004)
  • Counsellor dan Minister Counsellor, Kepala Bidang Ekonomi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Madrid, Spanyol dan Assistant Permanent Representative Republik Indonesia untuk World Tourism Organization (1995 - 1998)
  • Sekretaris II dan I Bidang Ekonomi dan Konsuler, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Pakistan (1988 - 1992)
  • Sekretaris III Bidang Ekonomi, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi (1982 - 1986)

CatatanSunting

  1. ^ a b Tahun pejabat berikut memulai tugasnya.

ReferensiSunting

  1. ^ Dwi Widijatmiko (18 Juni 2010). "Dubes RI Sjahril Sabaruddin: Mendukung Afsel" Bolanews.com. Diakses 15 Februari 2014.
  2. ^ Iman Rosidi - Trijaya (20 Januari 2010). "Presiden Lantik 20 Dubes Baru di Istana Negara" Okezone.com. Diakses 15 Februari 2014.
  3. ^ "Duta Besar RI Sjahril Sabaruddin Serahkan Surat-surat Kepercayaan Kepada Presiden Republik Kyrgyzstan" Kemlu RI, 29 Januari 2007. Diakses 15 Februari 2014.

Pranala luarSunting