Sifon adalah sebuah kegiatan persetubuhan setelah sunat untuk meredakan rasa nyeri yang dilakukan oleh suku Atoni di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Sifon hanya dilakukan oleh orang-orang dewasa karena suku Atoni menjalankan ritual sunat ketika mereka sudah dewasa dan ini sekaligus sebagai pertanda jika para pria sudah melewati gerbang masa depan alias kedewasaan. Para perempuan yang dilibatkan dalam tradisi sifon ditentukan oleh seorang pemimpin upacara yang bernama Ahelet.[1]

Menurut adat setempat, ritual sunat harus dilakukan pada saat jagung mulai berbulir yang mengandung makna wajah si laki-laki yang disunat akan bersinar. Itulah sebabnya pada musim jagung berbulir kaum wanita di Pulau Timor enggan bepergian sendirian karena khawatir menjadi "korban" sifon. Namun, praktik sifon sudah tidak diwajibkan lagi.[2]

ReferensiSunting