Buka menu utama

Seismotektonik adalah cabang ilmu geofisika yang berdasarkan seismologi dan mempelajari tentang gempa bumi dan tektonik lempeng beserta keberadaan sesar pada suatu daerah. Dengan ini, dapat diketahui patahan atau sesar yang mempengaruhi aktivitas seismik pada suatu daerah dengan menganalisis tektonik regional dan rekaman data seismik. Sehingga informasi yang diperoleh dapat digunakan untuk mengetahui pola tektonik masa sekarang, sehingga dapat merekontruksi kejadian tektonik masa lampau sehingga bisa menjelaskan fitur-fitur masa kini. Aktivitas seismik sendiri baru tercatat dengan baik mulai sekitar tahun 1960-an dan mulai digunakan para geosaintis untuk mengidentifikasi pergerakan lempeng.

MetodologiSunting

Adapun komponen-komponen yang digunakan dalam ilmu seismotektonik:

Gempa BumiSunting

Gempa bumi adalah suatu event atau kejadian pelepasan energi dalam bumi yang terjadi seketika, yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan lempeng tektonik.Di mana dari data kegempaan dapat menjelaskan fitur geologi dari suatu wilayah. Dalam membentuk peta seismisitas, dilakukan pemilahan terhadap data gempa. Di mana data gempa susulan dan vulkanik dihilangkan. Gempa yang diambil atau digunakan adalah main shock (gempa yang terjadi karena subduksi nya) sehingga dilakukan declustering untuk memisahkan foreshock dan aftershock dari main shock, karena yang terekam pada stasiun pencatat gempa tidak hanya main shock nya saja. Adapun parameter dari data gempa bumi sebagai berikut:

Tektonika LempengSunting

Tektonika lempeng merupakan sebuah teori yang menjelaskan tentang lempeng (Litosfer) yang bergerak diatas lempeng yang relatif lebih cair (Astenosfer)

ReferensiSunting

[1]

[2]

  1. ^ Website for the World Stress Map Project
  2. ^ Egill Hauksson.1991.Seismotectonics, paper 721-733