Buka menu utama

Rustam Raschani (lahir di Padang, Sumatra Barat, 19 Juni 1948; umur 71 tahun) adalah seorang seniman musik, penyanyi tunanetra, serta pencipta lagu Minang dan Gamad asal Sumatra Barat. Ia merupakan penyanyi yang membawakan lagu-lagu berirama Gamad, sebuah genre musik hasil akulturasi vokal Minang/Melayu dan instrumen musik barat (Portugis). Banyak lagu hasil karyanya juga dinyanyikan oleh Ernie Djohan, Oslan Husein, dan Elly Kasim.[1]

Rustam Raschani
220px
LahirRustam
19 Juni 1948 (umur 71)
Bendera Indonesia Padang, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanSeniman (penyanyi dan pencipta lagu)
Dikenal atasPenyanyi Gamad tunanetra
Suami/istriIsnawati
AnakRiski Saputra, Ratna Permata Sari, dan Achtara Trianda
Orang tuaRasyidin (ayah) dan Chairani Chaniago (ibu)

RiwayatSunting

Kehidupan pribadiSunting

Rustam lahir di kota Padang, Sumatra Barat, pada 19 Juni 1948, hasil pernikahan dari Rasyidin (ayah) yang berasal dari Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatra Barat, dan Chairani Chaniago (ibu) dari Andaleh, kota Padang. Ia menikah dengan Isnawati seorang perempuan asal Pitalah, Padang Panjang, pada 8 Februari 1984, dan telah dikaruniai tiga orang anak, yaitu Riski Saputra, Ratna Permata Sari, dan Achtara Trianda.[2]

Rustam terlahir sebagai anak yang normal, namun pada usia satu tahun ia terserang penyakit cacar di wajahnya. Melalui pengobatan tradisional, penyakit cacar di wajahnya berhasil disembuhkan, namun matanya terkena belerang sehingga mengalami kebutaan.[2]

PendidikanSunting

Kondisinya sebagai seorang tunanetra mengakibatkan Rustam tidak bisa menempuh pendidikan secara normal. Namun dengan semangat tinggi Rustam memanfaatkan pendengarannya yang masih normal untuk belajar dengan mengikuti kelas belajar musik yang dikelola kerabatnya di kota kota Jambi. Kemampuan bernyanyi juga ia dapatkan dari kegemarannya mendengarkan radio, hiburan satu-satunya sebagai seorang tunanetra. Dari kebiasaan mendengarkan lagu-lagu dari radio, Rustam pun belajar menyanyi secara otodidak.[2]

KarierSunting

Pada tahun 1963, di kala berusia delapan tahun Rustam menjadi anggota kelompok orkes Varia Nada Muda di Tempino, Jambi, dan juga sempat tampil di RRI Jambi. Kemampuannya bernyanyi sebagai seorang tunanetra kemudian menimbulkan simpati dari seorang karyawan perusahaan pertambangan minyak Belanda yang beroperasi di Kenali Asam, Jambi, yang kemudian menawarkan pengobatan matanya di negeri Belanda, namun ditolak oleh orang tua Rustam karena takut kehilangan anaknya.[2]

Seperti banyak orang Minang lainnya, Rustam pun merantau ke Jakarta pada tahun 1969. Ia menumpang sementara di rumah orang tua angkatnya, M. Zakir dan Nurian Lawat. Melalui seorang sahabatnya ia diperkenalkan pada Elly Kasim yang sudah menjadi penyanyi Minang sukses ketika itu. Rustam lalu menawarkan lagu ciptaannya Barangkek Kapa untuk dinyanyikan Elly Kasim, namun lagu tersebut malah kemudian dinyanyikan oleh Ernie Djohan. Pada masa-masa selanjutnya, lagu-lagu karya Rustam mulai banyak dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi Minang yang sudah punya nama, seperti Oslan Husein (berduet dengan Ernie Djohan), Lily Syarif, dan juga Elly Kasim sendiri.[2]

AlbumSunting

  • Saputiah Hati (Seputih Hati)
  • Minang Tacinto (Minang Tercinta)
  • Tarapuang-Apuang (Terapung-Apung)
  • Sate Piaman (Sate Pariaman)
  • Silasiah (Album Gamad)
  • Sampaya Pabayan (Album Gamad)
  • Kasiah di Bulan Tujuah (Kasih di Bulan Tujuh) (Album Gamad)
  • Kambang Botan (Singkawang) (Album Gamad)
  • Rimbo Larangan (Rimba Larangan) (album Gamad terbaru) [2]

ReferensiSunting

  1. ^ "Gamad Melayu Rustam Raschani, Musik Akulturasi yang Unik". Kompas.com. 21 Februari 2009. Diakses tanggal 14 Maret 2014. 
  2. ^ a b c d e f Sastri Sunarti (12 Oktober 2011). "Rustam Raschani: Seniman Gamad dari Tarusan". Horison Online. Diakses tanggal 14 Maret 2014. 

Pranala luarSunting