Buka menu utama

Rudjito (lahir di Klaten, Jawa Tengah, 9 Juli 1946 – meninggal di Jakarta, 24 September 2015 pada umur 69 tahun)[1] adalah Dirut BRI tahun 2000-2005. Rudjito adalah alumni Fakultas Ekonomi UGM angkatan 1972.

Rudjito
Lahir(1946-07-09)9 Juli 1946
Bendera Indonesia Klaten, Jawa Tengah
Meninggal24 September 2015(2015-09-24) (umur 69)
Bendera Indonesia Jakarta
Tempat tinggalIndonesia
Warga negaraIndonesia
PekerjaanEksekutif

PendidikanSunting

Karier PerbankanSunting

Pekerjaan:

Organisasi:

  • Ketua Perhimpunan Bank-bank Negara (Himbara)
  • Ketua Komite Pendidikan di Indonesian Bankers Institute (IBI) Jakarta
  • Ketua Federation of Indonesian Association of Banks (FIAB)
  • Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi IndonesiaAnggota Supervisory Board of Asia Pacific Rural and *Agriculture Credit Association (APRACA) Consulting Service
  • Ketua Asosiasi Para Banker ASEAN 2001-2003

PrestasiSunting

Ketika Rudjito menjadi Dirut Bank Rakyat Indonesia berhasil membawa BRI meraih penghargaan BUMN Financial Sector of the year 2003, selain itu Direktur Utama BRI terpilih sebagai CEO BUMN terbaik untuk kategori Gold yang diberikan melalui BUMN Award dan CEO Award, salah satu penghargaan yang sasarannya untuk merangsang kalangan BUMN untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Negara BUMN Laksamana Sukardi pada acara pembukaan Indonesia BUMN Expo di Jakarta Convention Centre, 17 September 2003 lalu yang dihadiri oleh Presiden RI Megawati Sukarnoputri. Penghargaan tersebut diberikan setelah sebuah panitia independen melakukan seleksi awal terhadap 206 BUMN yang berstatus persero dan perum (perusahaan umum) beserta seluruh CEO BUMN tersebut. Hasil dari saringan awal ini memilih 20 BUMN dan CEO yang akan mengikuti tahap penjurian selanjutnya. Kriteria yang digunakan pada ajang tahun 2003 lebih ketat daripada kriteria tahun sebelumnya. Penilaian atas BUMN terbaik dititikberatkan pada sisi keuangan, operasional, manfaat keberaadaan BUMN pada publik serta penerapan prinsip Good Corporate Governance. Sedangkan calon peraih CEO BUMN Award 2003 harus memiliki kemampuan dalam mengembangkan usaha, memberdayakan karyawan dan biasanya kinerja perusahaan merupakan hasil akhir dari kemampuan CEO.

Bank BRI menerima penghargaan status "Superbrands" untuk merek-merek ternama di Indonesia. Superbrands merupakan organisasi independent yang memberikan penghargaan terhadap merek-merek. Organisasi yang didirikan di London 12 tahun yang lalu ini, mengenalkan dan mempublikasikan pencapaian dari ribuan merek terkemuka dalam buku Superbrands. Di Asia, Superbrands sudah beroperasi selama 7 tahun dimana negara-negara tersebut adalah Indonesia,Filipina, Malaysia, China, Singapura, Thailand dan Hong Kong. Merek-merek di setiap Negara yang dipilih akan di evaluasi secara kualitatif oleh Superbrands Council. Council tersebut, yang ditunjuk oleh organisasi Superbrands, terdiri dari pakar-pakar di bidang branding, media dan komunikasi. Supebrands Council di Indonesia untuk edisi pertama ini adalah orang-orang terkemuka seperti Hermawan Kartajaya (President, Mark Plus & Co), Agus Sudrajat (Director, Grey Worldwide), Anand B (Head of Advertising, Ogilvy & Mather), David Burke (CEO PT Indonesia Media Technologies), Fathia I Syarief (Public Affairs & Communication Manager Amex), Geoff Seebeck (CEO of Bates), Peter Sandor (Country Manager McCann Erickson), RTS Masli (President of Indonesian Association of Advertising), Soetikno Soedarjo (Managing Director PT Mugi Rekso Abadi) dan Y.W. Junardy (President of Indonesian Pendiri dan Presiden MarkPlus Inc marketing Association).

Majalah Info Bank memberikan penghargaan kepada BRI sebagai Bank dengan Kinerja Keuangan 2003 dengan predikat Sangat Bagus berdasarkan hasil penelitian dari 135 bank di Indonesia. Predikat ini diberikan kepada Bank BRI sebagai salah satu dari 11 bank dengan aset lebih dari Rp 20 triliun yang berpre-dikat "Sangat Bagus". Kriteria peni-laian rating meliputi 5 aspek yaitu permodalan, aktiva produktif, renta-bilitas, likuiditas dan efisiensi. Bank BRI memperoleh penghargaan sebagai BUMN terbaik dalam memberikan kepuasan kepada nasabahnya. Penghargaan "The Best State Owned Company in Customer Satisfaction Strategy" diperoleh BRI dalam acara pencanangan "National Customer Day Award 2003" yang dilakukan oleh Presiden RI Megawati Sukarnoputri di Jakarta. Bank BRI bersama 14 BUMN lainnya; Bank Mandiri, Bank BNI, Telkom, Garuda Indonesia, PLN, Posindo, Semen Gresik, Merpati Nusantara, Krakatau Steel, Perum Pegadaian, Askes, Jamsostek, Angkasa Pura II dan Pelni menjadi Pelopor Hari Pelanggan Nasional yang diprakarsai oleh Frontier. Pada 28 Agustus 2003, BRI juga menerima piagam penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas prestasinya memiliki 4,658 kantor yang tersebar di seluruh pelosok tanah air. Jumlah tersebut membuat BRI menjadi "Bank yang Memiliki Jaringan Kerja Terbanyak" di Indonesia. Jumlah Jaringan Kerja BRI terdiri dari: Kantor Pusat (1), Kantor Wilayah (13), Kantor Inspeksi (11), Kantor Cabang (325), Kantor Cabang Pembantu (147), Kantor Cabang Syariah (8), BRI Unit (3.954)dan Pos Pelayanan Desa (199), sehingga keseluruhan-nya berjumlah 4.658 kantor.

ReferensiSunting

Pranala luarSunting