Buka menu utama

Rp100.000 (dibaca: seratus ribu rupiah) (penulisan baku: Rp100.000,00) adalah nilai nominal uang kertas yang pernah dicetak hingga tahun 2016 dan masih beredar secara resmi di Indonesia. Uang dengan nominal Rp100.000 diedarkan dan dicetak dengan beberapa emisi dan seri. Untuk uang Rp100.000 tahun cetak 2015, penulisan tahun cetak terdapat pada bagian belakang uang, yaitu PERUM PERCETAKAN UANG RI IMP 2015.

Berkas:Rp100000 TE 2016 depan.jpeg
Uang kertas Rp100.000 Tahun Emisi 2016 (Bagian Depan)
Berkas:Rp100000 TE 2016 belakang.jpeg
Uang kertas Rp100.000 Tahun Emisi 2016 (Bagian Belakang)
Tampak Depan Tampak Belakang Ukuran Fisik Diterbitkan Diganti
Uang Rp100.000 keluaran tahun 1999
151 × 65 mm 1 November 1999 29 Desember 2004
Uang Rp100.000 keluaran tahun 2004
151 × 65 mm 29 Desember 2004 17 Agustus 2014Masih digunakan hingga saat ini.
Rp100.000 Tahun Emisi 2014
Rp100.000 Tahun Emisi 2014
151 × 65 mm 17 Agustus 2014 Masih digunakan hingga saat ini.
Berkas:Rp100000 TE 2016 depan.jpeg
Rp100.000 Tahun Emisi 2016
Berkas:Rp100000 TE 2016 belakang.jpeg
Rp100.000 Tahun Emisi 2016
151 × 65 mm 19 Desember 2016 Masih digunakan hingga saat ini.

Sebuah uang polimer baru senilai 100.000 rupiah dikenalkan dan diedarkan kepada masyarakat (pada saat itu hanya bernilai sekitar US $ 10), uang tersebut diimpor dari Australia. Uang ini tidak lagi dicetak setelah pengenalan desain baru pada tahun 2004-2005. Namun tahun 2011 kurs Dolar AS terhadap Rupiah bergerak stabil dari angka Rp8.600 hingga Rp9.000, sehingga nilai uang ini berkisar $11 hingga $11,62.

Uang nominal 100.000 diganti pada tahun 2004-2005, diganti desainnya dan bahannya menjadi kertas. Mempunyai beberapa fitur:

  • Rectroverso (gambar saling isi). Gambar logo BI yang berada tepat saling mengisi pada bagian depan dan belakang akan terlihat utuh apabila diterawang ke arah cahaya.
  • Blind code (kode tunanetra). Kode tertentu untuk mengenali uang ini bagi tunanetra.
  • Security thread (benang pengaman). Garing melintang dari atas ke bawah yang akan memunculkan tulisan BI 100000 berulang-ulang apabila diterawangkan ke arah cahaya.
  • Banknote paper (bahan uang). Uang terbuat dari bahan khusus berwarna merah muda.
  • Irisafe (pigmen berubah warna). Jenis pigmen terntentu berbentuk dua garis akan berubah warna dari merah tembaga menjadi hijau dan warna biru menjadi kuning keemasan jika dilihat dari sudut pandang tertentu.
  • Microtext (mikroteks). Tulisan Bank Indonesia yang amat kecil dan hanya dapat dibaca dengan kaca pembesar.
  • Watermark (tanda air). Tanda air bergambar W.R. Supratman akan terlihat dari kedua belah bagian apabila diterawang ke arah cahaya.
  • Optical variable ink (tinta berubah warna) Tinta OVI logo BI akan berubah dari warna kuning keemasan menjadi hijau dilihat dari sudut pandang tertentu.
  • Lambang negara RI Gambar burung garuda, dicetak timbul dan terasa kasar apabila diraba.
Ciri-Ciri dengan Gambar
Jenis Bagian Muka Bagian Belakang
Teknik Cetak Khusus Cetakan Terasa Kasar
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 1-A.png
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 1-B.png
Mikroteks
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 2-A.png
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 2-B.png
Tinta Berpendar dengan UV
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 3-A.png
Ciri-ciri TE2016 Rp100.000 3-B.png

Daftar isi

GambarSunting

 
Teks proklamasi

Pengeluaran Uang NKRI pecahan Rp100.000Sunting

Mulai tanggal 17 Agustus 2014, Bank Indonesia meluncurkan uang baru NKRI, pecahan Rp100.000. Perbedaan Rp100.000 tahun emisi 2004 dengan 2014 sebagai berikut (lihat gambar).

 
Perbedaan uang Rp100000 Tahun Emisi 2004 dan 2014
  • Perubahan desain see-through register/rectoverso
  • Penggantian frasa Bank Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Perubahan penulisan nama dan gelar pahlawan
  • Perubahan lokasi tahun emisi dan tahun cetak
  • Penandatanganan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan.
  • Penambahan blok warna
  • Perubahan warna pada nomor seri
  • Perubahan ukuran huruf pada tulisan Bank Indonesia

Penandatangan uang Rp100.000Sunting

Tanda tangan
Tahun Gubernur BI Deputi Gubernur BI
2004-2009 Burhanuddin Abdullah Aulia Pohan
2009 Boediono Miranda Gultom
2010-2011 Darmin Nasution Budi Rochadi
2011-2013 Darmin Nasution Ardhayadi Mitroatmodjo
2013 Darmin Nasution Ronald Waas
2014 Agus Martowardojo Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara
Tanda tangan
Tahun Gubernur BI Menteri Keuangan
2014-2015 Agus Martowardojo Muhammad Chatib Basri
2016 Agus Martowardojo Bambang Brodjonegoro
2016 Agus Martowardojo Sri Mulyani Indrawati


 
Tanda tangan Gubernur BI dan Menteri Keuangan pada pecahan Rp100.000 NKRI Tahun Emisi 2014

Pranala luarSunting

Rupiah kertas
Nilai TE TST TNP Ukuran (mm) Warna Dominan Gambar Tanda Air
Panjang Lebar Depan Belakang
Rp1.000 2016 2016 1952 141 65 Hijau Tjut Meutia Banda Neira dan Tari Tifa Cut Nyak Meutia
Rp2.000 2016 2016 2009 141 65 Abu-abu Mohammad Hoesni Thamrin Ngarai Sianok dan Tari Piring Pangeran Antasari
Rp5.000 2016 2016 1958 143 65 Coklat Dr. KH. Idham Chalid Gunung Bromo dan Tari Gambyong Cut Nyak Meutia
Rp10.000 2016 2016 1964 148 72 Ungu Frans Kaisiepo Taman Nasional Wakatobi dan Tari Pakarena Sultan Mahmud Badaruddin II
Rp20.000 2016 2016 1992 152 72 Hijau Dr. G.S.S.J. Ratulangi Derawan dan Tari Gong Otto Iskandardinata
Rp50.000 2016 2016 1993 152 72 Biru Dr. H. Djuanda Kartawidjaja Taman Nasional Komodo dan Tari Legong I Gusti Ngurah Rai
Rp100.000 2016 2016 1999 151 65 Merah Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta Raja Ampat dan Tari Topeng Betawi Wage Rudolf Soepratman
Rupiah logam
Nilai TE Ukuran (mm) Massa (gr) Material Gambar
Diameter Tebal Depan Belakang
Rp50 1999 20 2,00 1,36 Aluminium Gambar "50" dan burung kepodang Garuda Pancasila
Rp100 1999 23 2,30 2,38 Burung kakatua raja
Rp200 2003 23 2,30 2,38 Burung jalak bali
Rp500 1997 24 1,83 5,34 Aluminium/perunggu Bunga melati
2003 27 2,50 3,10 Aluminium
Rp1.000 1993 26 2,00 8,60 Nikel/perunggu Gambar "1000" dan pohon kelapa sawit
2010 24 1,60 4,50 Nikel & baja Garuda Pancasila dan "1000" Angklung dan Gedung Sate