Robby Ko King Tjoen

Dr. Robby Ko King Tjoen (4 Januari 1936 – 20 Juni 2022[1][2]) merupakan putra ke-2 dari Ko Khoen Gwan, pedagang tembakau, veteran pejuang kemerdekaan Indonesia dan direktur produksi serta pemilik saham pabrik serutu "Ko Kwat Ie" Magelang. Ia menamatkan pendidikan setara SD dan SMP di Semarang (Dominico Savio), SMA Santo Aloysius di Bandung, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 1962, dan Spesialis Penyakit Kulit FKUI 1966. Robby Ko King Tjoen wafat pada tanggal 20 Juni 2022 di Bogor.

Riwayat hidupSunting

Sejak SMP gemar lintas alam dan melakukan dokumentasi fotografi dan penelitian sederhana dalam bidang biologi dan geologi, mengikuti jejak Dr Franz Junghuhn, yang pada abad ke-18 mengeksplorasi hampir semua gunung di pulau Jawa.

KarierSunting

Pada 1966, Robby mulai bekerja sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin. Ia juga sempat bekerja sebagai dosen PNS di FK UI, tetapi mengundurkan diri di tahun 1973. Di samping membuka praktek dokter kulit, ia juga aktif dalam eksplorasi gua dan karst hingga dikenal sebagai ahli di bidang ini. Sejak 1973, ia memulai menelusuri gua, dimulai dari Gua Sripit di Trenggalek, Jawa Timur.[3]

Ia menemukan fakta, bahwa secara internasional, sejak permulaan abad ke-19 gua dan lingkungannya diakui memiliki nilai ilmiah dan dipelajari melalui ilmu speleologi. Lingkungan batu gamping juga diteliti melalui ilmu karstologi. Karena di Indonesia kedua Ilmu itu belum dikenal dan belum ditekuni, maka ia mempelopori melalui penelitian, konsultasi, ceramah ilmiah, dan penyelenggaraan berbagai pertemuan ilmiah melalui Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia (HIKESPI).

Kedua ilmu ia tekuni secara otodidak dengan melakukan pendataan, penelitian, kunjungan lapangan, pertemuan ilmiah, serta mengikuti pendidikan kursus singkat speleolofi-karstologi dan eksplorasi gua di Amerika Serikat, Belgia, Italia, Ceko, Prancis, dan Britania Raya. Pada tahun 1983, ia dipilih sebagai wakil resmi Union Intenationale de Speleologie (UIS) untuk Indonesia. Dari tahun 1986-2000 ia dipilih menjadi adjunct secretary UIS untuk Kawasan Australia-Asia. Pada 1983 dipilih menjadi Ketua Umum Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia, yang didirikan pada 23 Mei 1983 di Cilacap oleh 7 penggemar penelusuran goa.

Karya akademisSunting

Ada lebih dari 100 makalah yang ia pernah tulis dalam bidang biospeleologi, konservasi, speleogenesis, manajemen wisata gua, hidrologi karst, arkeo-paleontologi, sedimentologi, pendidikan speleologi, teknik penelusuruan gua, manajemen kawasan karst, vegetasi karst, sehingga diakui sebagai ahli dan nara sumber permasalahan karst dan gua oleh berbagai instansi pemerintah, perguruan tinggi, maupun IUCN dan Bank Dunia.

Ia pernah diminta penjadi guru tamu di Balai Pendidikan dan Latihan Pariwisata (ex NHI) Bandung untuk mata kuliah Management Wisata Gua dan Minat Khusus (1986-1989), Fakultas Kehutanan IPB untuk matakuliah Konservasi Hutan Kawasan Karst (1987-1989), dan Sekolah Pasca Sarjana IPB dalam matakuliah Ekowisata (2000). Bahkan, ia juga menjadi dosen pembimbing mahasiswa S1, S2, dan S3 di IPB, ITB, dan UI dalam bidang Wisata Gua, Konservasi Karst, Hidrologi Karst, Sosiologi Kawasan Karst, Segi Hukum Kawasan Karst, meski ia hanya mempelajari ilmu-ilmu tersebut secara otodidak.[3]

PendidikanSunting

  • Kursus Ahli Konservasi Alam, PUSDIKLAT HUTAN Departemen Kehutanan, dalam matakuliah Konservasi
  • Flora-Fauna kawasan Karst (1988-2001).
  • Dosen di Lembara Ekologi UNPAD dalam matakuliah Koservasi Kawasan Karst dan Goa (1989)
  • Dosen dalam matakuliah Management Wisata Alam dan Ekowisata di Jurusan D3 Pariwisata, FISIP UI dan penulis BUKU OBYEK WISATA ALAM.
  • Pembimbing S1, S2, S3 dalam bidang Wisata Goa, Konservasi Karst, Hidrologi Karst, Sosiologi
  • Kawasan Karst,Segi Hukum Kawasan Karst untuk mahasiswa IPB, ITB, UI.

KeanggotaanSunting

  • IUCN-Chyroptera Specialist Group-Species Survival Committee sejak 1989.
  • WCPA-sejak tahun 2001.
  • Federation Francaise de Speleologie (FFS), British Cave Research Association (BCRA)
  • Undergound Laboratory MOULIS (CNRS-Prancis)
  • Ikatan Dokter Indonsia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin (PERDOSKI)

PenghargaanSunting

  • Tahun 1989-American Biographical Institute: Distinguished Membership Award for Oustanding Pioneering Work in Karsto-Speleology.
  • 2 Agustus 1999-Penghargaan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, atas keberhasilan dalam meraih Prestasi Kepeloporan Pengembangan Eko-Karstologi/Wisata Goa.
  • 5 Juni 2001-Piagam Penghargaan dari Menteri Negara Lingkungan Hidup sebagai Penerima Penghargaan KALPATARU dalam kategori Pembina Lingkungan.
  • 5 Juni 2001-Tanda Penghargaan Kalpataru dari Presiden Republik Indonesia.
  • 15 Juni 2001-Piagam Penghargaan Wali Kota Bogor untuk prestasi Kalpataru.
  • 27 Desember 2006-Piagam Penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai Pelopor Pengembangan Daya Tarik Wisata, Kategori Bidang Kepariwisataan Jawa Barat Tahun 2006.
  • 2014-Piagam Penghargaan Award Wirakrida PERDOSKI

RujukanSunting

  1. ^ ""Apa dan Siapa Tempo - Robby Ko Kin Tjoen"". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-02-26. Diakses tanggal 2011-05-14. 
  2. ^ https://www.kompas.tv/article/300821/robby-ko-king-tjoen-bapak-speleologi-indonesia-hari-ini-meninggal-dunia
  3. ^ a b "Orang "Gila" yang Memilih Mencintai Gua". ASTACALA (dalam bahasa Inggris). 2011-03-07. Diakses tanggal 2022-04-23.