Resimen Artileri Pertahanan Udara 1

Resimen Artileri Pertahanan Udara 1/Rakca Bhuana Yakca disingkat (Menarhanud I/Falatehan) merupakan satuan organik dijajaran Kodam Jaya yang sekaligus berperan sebagai unsur Pertahanan Udara dengan tugas melindungi objek vital (obvit) Ibu kota DKI Jakarta.[1] Markas Resimen Arhanud-1/Falatehan berada di Jl. Pondok Betung Raya, Bintaro, Jakarta Selatan. Markas ini bersebelahan dengan Batalyon Arhanudse-10/Gagak

Resimen Artileri Pertahanan Udara 1/
Rakca Bhuana Yakca
Berkas:Logo Men Arhanud 1.png
Lambang Resimen Arhanud 1/Falatehan
Dibentuk13 Agustus 1966
NegaraIndonesia
CabangArhanud
Tipe unitSatuan Bantuan Tempur
Bagian dariKodam Jaya
MarkasBintaro, Jakarta Selatan, DKI JAYA
JulukanMenarhanud 1/F
MotoRakca Buana Yakca
Baret COKLAT 
Ulang tahun13 Agustus
Tokoh
Komandan saat iniKolonel Arh Gunawan Wibisono 2022 - Sekarang

SatuanSunting

Resimen Arhanud-1/Falatehan terdiri dari 3 satuan unsur pelaksana, yakni:

 
Gerbang utama Resimen Artileri Pertahanan Udara 1 Falatehan
  1. Batalyon Arhanudse-6/Rangkok di Tanjung Priok, Jakarta Utara
  2. Batalyon Arhanudse-10/Gagak di Pesanggrahan, Jakarta Selatan
  3. Detasemen Arhanud-003/Elang di Tangerang

SejarahSunting

Sejarah kelahiran Menarhanud-1/F tidak dapat dipisahkan dari sejarah pertumbuhan Satuan Arhanud (semula dikenal dengan sebutan ARSU sebelum tahun 1965) yang telah ada sebelum Menarhanud-1/F terbentuk. Berdasarkan Surat Keputusan Pangdam V/Jaya Nomor Kep/129-3/1966 tanggal 6 Agustus 1966 diresmikanlah Brigade Pertahanan Udara-1 yang disingkat “BRIGHANUD-1” pada tanggal 13 Agustus 1966, dan tanggal inilah yang dikemudian dinyatakan sebagai Hari Jadi Resimen Artileri Pertahanan Udara-1/Faletehan Dam Jaya.[2]

Diawal pembentukannya Kesatuan ini membawahi :

  1. Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1
  2. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6
  3. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10
  4. Stasiun Radar Angkatan Darat-051
  5. Stasiun Radar Angkatan Darat-054

Dislokasi Brighanud-1 beserta satuan bawahannya pada saat itu adalah :

  • Mabrighanud-1 : Jl. Lagoa Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara
  • Yonhanudri-1 : Jl. Mangun Sangkoro, Jakarta Barat Kemudian dipindahkan ke Bintaro – Jakarta Selatan.
  • Yonhanudse-6 : Jl. Lago Kanal Tanjung Priok –Jakarta Utara.
  • Yonhanudse-10 : Jl. Lago Kanal Tanjung Priok Jakarta Utara Kemudian di pindahkan Ke Bintaro Jakarta Selatan.
  • Stadarat-051 : Lapangan Udara Halim Perdana Kusuma.
  • Stadarat-054 : Lapangan Halim Perdana Kusuma.

Perkembangan Organisasi dan Perubahan Nama SatuanSunting

Berdasarkan Radiogram Danpusarhanud Nomor TR/145/1968 tanggal 23-3-1968 maka sebutan Brigade Pertahanan Udara beserta unsur tempurnya diubah menjadi, Brigade Pertahanan Udara-1 diubah menjadi Resimen Artileri Pertahan Udara-1 yang disingkat dengan sebutan MENARHANUD-1. Batalyon Pertahanan Udara Ringan-1 diubah menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Ringan-1 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDRI-1. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-6 diubah menjadi Batalyon Artileri Pertahan Udara Sedang-6 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-6. Batalyon Pertahanan Udara Sedang-10 diubah menjadi menjadi Batalyon Artileri Pertahanan Udara Sedang-10 yang disingkat dengan sebutan YONARHANUDSE-10. Stadarat-051 dan Stadarat-054 digabung menjadi Detasemen Radar-01 dengan Komandannya Kapten Art Kusnaedi.

Perubahan Nama BatalyonSunting

Semua Batalyon Arhanudri (Artileri Pertahanan Udara Ringan), Arhanudse (Artileri Pertahanan Udara Sedang) dan Arhanudbe (Artileri Pertahanan Udara Berat) semua berubah nama menjadi Arhanud (Artileri Pertahanan Udara), perubahan nama tersebut tidak lepas dari penataan organisasi TNI AD guna menjawab tuntutan dan kebutuhan organisasi, agar lebih efektif dan efisien.

KomandanSunting

  1. Letkol Art S. Kadi (Agustus 1966 - Januari 1968)
  2. Letkol Art Puspo Widagdo (Januari 1968 - Februari 1970)
  3. Kolonel Arh Coleman (Februari 1970 - Maret 1974)
  4. Kolonel Art Iskandar (Maret 1974 - November 1977)
  5. Letkol Art Harsono (November 1977 - Juni 1978)
  6. Kolonel Art Joko Pramono (Juni 1978 - Juli 1980)
  7. Kolonel Art Susilo Museno (Juli 1980 - September 1983)⭐
  8. Kolonel Arh Paulus Toding (September 1983 - Januari 1986)
  9. Kolonel Art Soekisno (Januari 1986 - Februari 1988)
  10. Kolonel Art Soewandi (Februari 1988 - Agustus 1989)
  11. Kolonel Art Moch. Subasir (Agustus 1989 - September 1992)
  12. Kolonel Art Zaenal Arifin (September 1992 - Juli 1994)
  13. Letkol Art Supardi (Juli 1994 - Desember 1995)
  14. Kolonel Art Mazni Harun (Desember 1995 - Januari 1998)⭐
  15. Letkol Art Prijanto (Januari 1998 - Juni 1998)⭐⭐
  16. Kolonel Art Haris Patriosa (Juni 1998 - Oktober 2000)
  17. Kolonel Arh Junias L Tobing (Oktober 2000 - Agustus 2002)⭐
  18. Kolonel Art Hadi Prasojo (Agustus 2002 - November 2005)⭐⭐
  19. Kolonel Arh I Dewa Ketut Siangan (November 2005 - Juli 2008)⭐
  20. Kolonel Arh Mochamad Henry S. (Juli 2008 - April 2009)
  21. Kolonel Arh Irianto, S.Ip. (April 2009 - Juni 2011)
  22. Kolonel Arh Hassanudin (Juni 2011 - April 2012)⭐⭐
  23. Kolonel Arh Candra Wijaya (April 2012 - Februari 2014)⭐⭐
  24. Kolonel Arh Albertus Magnus Suharyadi (Februari 2015 - April 2015)
  25. Kolonel Arh I Made Kusuma D.G (April 2015 - Juli 2017)
  26. Kolonel Arh Tri Sugiyanto, S.Sos. (Juli 2017 - 2018)
  27. Kolonel Arh Candy Christian Riantory, S.Ip. (2018 - 2020)
  28. Kolonel Arh Nova Mahanes Yudha (2020 - 2022)
  29. Kolonel Arh Gunawan Wibisono (2022 - Sekarang)

ReferensiSunting

  1. ^ ""Antisipasi Serangan Udara di Atas Jakarta"". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-11. Diakses tanggal 2014-04-02. 
  2. ^ ""Sejarah Resimen Arhanud 1"". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-01-18. Diakses tanggal 2020-05-17.