Yeremia 52       Ratapan 1       pasal 2
Book of Lamentations, Codex sinaiticus

Ratapan 1:1 - 1:11 pada halaman pertama Kitab Ratapan dalam Codex Sinaiticus (330-350 M).
Kitab: Kitab Ratapan
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 25
Kategori: Ketuvim

Ratapan 1 (disingkat Rat 1) adalah pasal pertama dari Kitab Ratapan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Digubah oleh nabi Yeremia bin Hilkia, pada waktu dimulainya kepergian orang Yehuda dalam Pembuangan ke Babel pada zaman raja Zedekia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-7 SM.[1][2]

TeksSunting

  • Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani.
  • Pasal ini dibagi atas 22 ayat.
  • Berbentuk akrostik, yaitu setiap ayatnya dimulai dengan huruf yang berurutan dalam abjad Ibrani.
  • Dalam naskah kuno Alkitab bahasa Yunani, Septuaginta, sebelum Ratapan 1:1, terdapat kata-kata: "Dan terjadilah, setelah Israel dibawa ke dalam pembuangan, dan Yerusalem dibuat sunyi, Yeremia duduk menangis, dan meratapkan ratapan ini mengenai Yerusalem, dan berkata".[3]

Naskah sumber utamaSunting

  • Bahasa Ibrani:
    • Masoretik (abad ke-10 M)
    • Gulungan Laut Mati: (akhir abad ke-2 SM).[4][5][6]
      • 3Q3 (3QLam): terlestarikan: ayat 10‑12[4]
      • 4Q111 (4QLam): terlestarikan: ayat 1‑15, 17, 16, 18 (ada perbedaan urutan ayat dengan Teks Masoret)[4]

StrukturSunting

Ayat 1Sunting

Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan.[7]

Yeremia mengungkapkan kesedihannya yang mendalam karena kejatuhan Yerusalem dan keadaan tragis yang menyebabkannya. Kota kudus itu diumpamakan sebagai janda kesepian yang kehilangan anak-anaknya dan dikhianati handai taulannya; ia ditinggal sendiri tanpa ada orang untuk menghibur dirinya.[8]

Ayat 5Sunting

Lawan-lawan menguasainya, seteru-seterunya berbahagia. Sungguh, TUHAN membuatnya merana, karena banyak pelanggarannya; kanak-kanaknya berjalan di depan lawan sebagai tawanan.[9]

Musibah penderitaan, kerusakan, dan kehilangan dihubungkan dengan dosa bangsa itu (Ratapan 1:8-9,14,18,20,22). Merekalah yang mendatangkan hukuman atas diri mereka sendiri. Terus-menerus berbuat dosa senantiasa mengakibatkan hukuman dari Allah (Roma 6:23).[8]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ (Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  2. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN-13: 9789794150431
  3. ^ Lamentations
  4. ^ a b c Dead sea scrolls - Lamentations
  5. ^ VanderKam, James C. & Flint, Peter (2002). The Meaning of the Dead Sea Scrolls. New York: HarperSanFrancisco. hlm. 28. 
  6. ^ Timothy A. J. Jull; Douglas J. Donahue; Magen Broshi; Emanuel Tov (1995). "Radiocarbon Dating of Scrolls and Linen Fragments from the Judean Desert". Radiocarbon. 37 (1): 14. Diakses tanggal 26 November 2014. 
  7. ^ Ratapan 1:1
  8. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  9. ^ Ratapan 1:5

Pustaka tambahanSunting

  • Gloss on The Lamentations of Jeremiah - Sebuah salinan kitab Ratapan dengan ilustrasi dan tafsiran (gloss) karya Gilbert of Auxerre (meninggal tahun 1134) yang dibuat di Austria pada paruh kedua abad ke-12 dan berasal dari biara di Seitenstetten.

Pranala luarSunting