Buka menu utama

Raksa(II) nitrat adalah senyawa kristalin tidak berwarna atau berwarna putih dengan rumus kimia Hg(NO3)2. Senyawa ini pernah digunakan untuk membuat flanel dari bulu hewan. Praktik ini dilarang di Amerika Serikat pada Desember 1941. Ungapan "gila seperti pembuat topi" dalam bahasa Inggris ("mad as a hatter") konon terkait dengan penyakit psikologis yang muncul jika terlalu sering terpapar dengan senyawa ini. Namun, pelarangan tersebut bukan atas dasar kesehatan, tetapi karena raksa(II) nitrat sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan bahan peledak selama Perang Dunia II.[1]

Raksa(II) nitrat
Mercury nitrate.png
Nama
Nama IUPAC
Raksa dinitrat
Raksa(II) nitrat
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
Nomor EC 233-152-3
Nomor RTECS OW8225000
UNII
Nomor UN 1625
Sifat
Hg(NO3)2
Massa molar 324.60 g/mol (anhidrat)
Penampilan Kristal tidak berwarna atau bubuk putih
Bau sharp
Densitas 4.3 g/cm3 (monohidrat)
Titik lebur 79 °C (174 °F; 352 K) (monohidrat)
Dapat larut
Kelarutan Dapat larut dalam asam nitrat, aseton, amonia
Tidak dapat larut dalam alkohol
−74.0·10−6 cm3/mol
Bahaya
Lembar data keselamatan ICSC 0980
Sangat beracun (T+)
Membahayakan lingkungan (N)
Frasa-R R26/27/28, R33, R50/53
Frasa-S (S1/2), S13, S28, S45, S60, S61
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Senyawa terkait
Anion lain
Raksa(II) sulfat
Raksa(II) klorida
Kation lainnya
Seng nitrat
Kadmium nitrat
Senyawa terkait
Raksa(I) nitrat
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Raksa(II) nitrat dibuat dengan mereaksikan asam nitrat yang panas dan terkonsentrasi dengan logam raksa. Dalam kondisi ini, asam nitrat berperan sebagai oksidator. Asam nitrat yang encer hanya akan menghasilkan raksa(I) nitrat.

BahayaSunting

Raksa nitrat berdampak terhadap tubuh manusia seperti Hg2+. Jika raksa anorganik ditelan, raksa tersebut dapat mengubah struktur protein-protein yang penting di dalam tubuh. Jika terserap ke dalam tanah, raksa dapat diserap oleh tumbuhan.[2] Mereka yang mengalami keracunan raksa biasanya mengalami gejala muntah-muntah dan diare.[3]

ReferensiSunting