Pemandangan luar dari SCR-584.

SCR-584 (singkatan dari Set, Complete, Radio # 584) adalah sebuah sistem radar penjejak yang beroperasi pada frekuensi S-band (~3.000 MHz) yang dikembangkan oleh MIT Radiation Lab pada Perang Dunia Kedua. Radar ini diklaim sebagai salah satu radar darat tercanggih pada masanya. Radar ini diproduksi bersama oleh Chrysler dan General Electric.

PengembanganSunting

Pada September 1940, sekelompok teknisi dan ilmuwan Inggris mengunjungi Amerika dalam misi Tizard untuk melaksanakan pertukaran teknologi. Mulanya Inggris tak mau memberi informasi dengan mudah, namun setelah saling mengerti akan perkembangan teknologi radar masing-masing, Inggris pun menunjukkan senjata utamanya, tabung magnetron.

Tabung magnetron saat itu memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan tabung klystron yang jamak ditemukan pada sistem radar pra-PD II. Magnetron mampu menghasilkan gelombang elektromagnetik dengan panjang <10 cm, sesuatu yang sangat sulit dilakukan menggunakan tabung klystron. Amerika sebenarnya juga sedang mengembangkan radar 10 cm menggunakan klystron, namun kekuatannya sangat lemah dibandingkan prototipe yang dibawa oleh teknisi Inggris.

Dengan segera Amerika memfokuskan pengembangan magnetron dengan semua sumber dayanya. Dibentuklah sebuah komite untuk mengurusi segala perkembangan teknologi radar sentimetrik yang bernama Radiation Lab (Rad Lab). Radiation Lab bekerja sama dengan ilmuwan Inggris, namun Inggris juga tetap mengembangkan sendiri sistem radarnya bersama Kanada.

Permintaan Signal Corps atas penggantian radar SCR-268 dirilis pada Januari 1941. Rad Lab mengajukan sebuah sistem pencarian dan penjejakan otomatis serta kemampuan untuk mengarahkan meriam secara langsung. Sebuah prototipe pertama selesai pada April 1941, sebuah uji coba menunjukkan bahwa sistem yang baru ini sangat akurat.

Sistem ini ditempatkan pada sebuah trailer dan dinamakan XT-1, diujicoba di Fort Monroe pada Februari 1942. Radar ini seharusnya memasuki operasional pada akhir 1943, tetapi karena berbagai kendala, baru dapat mencapai status operasional pada awal 1944. Dengan segera SCR-584 menggantikan radar Amerika yang lebih lawas seperti SCR-268. SCR-584 dinilai lebih ringkas dan lebih mudah digunakan dari GL Mk. III milik Inggris dan Kanada. Akhirnya SCR-584 dikirimkan ke Inggris untuk membantu melawan serangan roket V1. Sedangkan bantuan juga diberikan pada Uni Soviet, yang membuat versinya sendiri yaitu SON-4.

Radar SCR-584 sangatlah canggih untuk masanya. Radar ini menerapkan mode penjejakan dengan pemindaian konikal, mode yang sama dengan Würzburg D. SCR-584 juga memiliki kemampuan penjejakan otomatis, sekali SCR-584 menjejak sasaran maka antenanya akan selalu mengarah pada sasaran. Selain itu, mode helikal juga dikembangkan untuk memindai sasaran. Dengan mode ini antena diputar dengan kecepatan 4 rpm dan secara bersamaan diarahkan ke atas lalu ke bawah.

Sistem ini beroperasi pada 4 frekuensi pada 2.700 – 2.800 MHz (10 – 11 cm) dengan kekuatan 300 kW dan laju pengulangan frekuensi sebesar 1.707 Hz pada antena berdiameter 1,8 m. Sistem ini mampu mendeteksi pesawat pengebom pada jarak 64 km dan penjejakan otomatis pada 29 km. Akurasi pada titik ini adalah 22 m dan 0,06⁰ pada azimut dan elevasi. Dengan gelombang yang sangat pendek, sistem ini mampu mendeteksi artileri, sehingga juga dapat dimanfaatkan untuk memandu artileri medan.

KomponenSunting

SCR-584 memiliki komponen yang cukup banyak, namun lebih tahan lama dibandingkan SCR-268. Komponen-komponen nya seperti pemancar 2.680 – 3.300 MHz BC-1096, penerima BC-1056, layar BC-1092 dengan 1 layar PPI dan 2 layar osiloskop tipe J, sistem IFF RC-184 MK III, unit penjejak otomatis BC-1086, hingga unit data BC-1075 yang terhubung dengan komputer balistik M4, M7, atau M9.

ECM dan ECCMSunting

Menggunakan gelombang pendek 10 cm, SCR-584 secara praktis kebal terhadap pengacauan menggunakan chaff/düppel. Studi oleh ilmuwan Jerman menunjukkan bahwa untuk mengacaukan radar dengan frekuensi ini membutuhkan jauh lebih banyak chaff dari radar yang berfrekuensi lebih rendah, sebuah kemewahan yang tidak dimiliki Jerman pada saat itu. Maka satu-satunya cara efektif untuk mengacaukan sistem pertahanan radar ini adalah menggunakan pengacau elektronik.

Satu – satunya ancaman nyata bagi sistem ini adalah jammer “Roderich” (2.860 – 3.160 MHz berkekuatan 3 W) dan “Roland” (2.730 – 3.750 MHz berkekuatan 50 W) yang dikembangkan Jerman untuk melawan radar H2S Inggris pada rentang frekuensi serupa (8,5 – 11 cm), yang diklaim mampu memanggang sistem elektronik lawan pada jarak 40 km dengan memfokuskan sinyal pada sudut yang sempit. Ada pula sistem "Feuerball" (3.200 – 3.500 MHz berkekuatan 3 kW) yang baru mencapai tahap prototipe di akhir perang. Namun sistem ini baru diproduksi pada awal 1945 sehingga tidak memberikan gangguan pada usaha Sekutu dalam menyerang Jerman. Pada saat itu unit Luftwaffe sudah tidak dikategorikan sebagai ancaman sehingga upaya mengacaukan sistem SCR-584 hanya akan berakhir dengan sia-sia.

Amerika bukan tanpa antisipasi terhadap upaya pengacauan seperti yang Sekutu lakukan terhadap radar Jerman. Banyak studi yang dilakukan mengenai jamming dan antijamming oleh ilmuwan Amerika di Rad Lab. Salah satu contohnya adalah perangkat video-frequency filter dan audio-frequency filter yang sukses diterapkan pada SCR-268, akan dengan mudah diterapkan pada SCR-584, tentunya setelah beberapa penyesuaian. Teknik seperti frequency hopping atau berpindah-pindah frekuensi juga bisa dilakukan untuk mengatasi pengacauan elektronik. Semenjak penggunaan radar sentimetrik oleh Sekutu, Jerman tak pernah mampu mengalahkan sistem mereka hingga akhir perang.

Pranala luarSunting