Buka menu utama

Pius Lustrilanang (lahir di Palembang, Sumatra Selatan, 10 November 1968; umur 50 tahun) adalah seorang aktivis dan politisi Indonesia. Nama Pius sempat populer pada akhir tahun 90an, ketika dia melapor ke Komnas HAM tentang penculikan dan penyekapan yang dialaminya selama 2 bulan, yang dilakukan oleh orang-orang tak dikenal. Masa itu adalah saat sebelum kejatuhan Presiden Soeharto, yang diwarnai kegaduhan politik dan keamanan. Banyak terjadi peristiwa penculikan dan kasus orang hilang. Sebagai seorang aktivis, Pius aktif sebagai Sekretaris Jenderal Solidaritas Indonesia untuk Amien dan Mega (SIAGA). Begitu kerasnya tekanan yang dialaminya sehingga ia pergi ke Belanda untuk menghindari terulangnya kejadian buruk menimpanya kembali.[1]

Pius Lustrilanang
Lahir10 November 1968 (umurĀ 50)
Bendera Indonesia Palembang, Sumatra Selatan, Indonesia
KebangsaanIndonesia
PekerjaanAktivis, Politikus

Daftar isi

Keluarga dan PendidikanSunting

Pius Lustrilanang berasal dari keluarga intelektual yang bukan aktivis. Ayahnya yang berdarah Minangkabau, Djamilus Zainuddin, adalah seorang Profesor yang jadi Guru Besar di Fakultas Teknik Kimia, Universitas Sriwijaya Palembang, sedangkan ibunya, Fransiska Sri Haryatni adalah seorang wanita berdarah Jawa.

Pius pernah menempuh pendidikan di Kolese de Britto, Universitas Katolik Parahyangan dan Universitas Indonesia.

Pius memiliki 3 orang anak, Prameswari Mrajabwana, Rempuan Pwartanirwana dan Mahpatih Tegaktantang.

KarierSunting

Pendidikan yang ia jalani pada jurusan Fisipol Universitas Katolik Parahyangan juga berperan dalam mendorongnya berkarier di dunia politik. Dari seorang aktivis, Pius akhirnya terjun ke politik dengan masuk ke partai Gerindra. Pada pemilu tahun 2009 Pius berhasil menjaring suara yang cukup untuk mengantarkannya duduk di kursi DPR RI sebagai wakil rakyat yang telah memilihnya untuk periode tahun 2009-2014.

Jabatan lain yang dipegang oleh Pius adalah CEO dari PT Brigass Trilanang Security.

ReferensiSunting

  1. ^ Ia Memilih Bicara, Walau Harus Mati TEMPO Interaktif, 2 Mei 1998. Diakses 6 Mei 2013.

Pranala luarSunting