Buka menu utama
Pisco Sour ala Peru

Pisco Sour adalah sejenis koktail yang merupakan minuman asal Amerika Selatan.[a] Nama minuman tersebut berasal dari pisco, yang merupakan minuman keras sebagai bahan dasar, dan istilah koktail sour (asam), penambahan air sitrun dan juga pemanis. Pisco Sour dari Peru menggunakan pisco Peru sebagai bahan dasar dan menambahkan perasan jeruk nipis (atau lemon), sirup, es, putih telur, dan arak pahit Angostura. Pisco Sour dari Chili hampir serupa, namun menggunakan pisco Chili dan jeruk nipis Pica, serta tidak menambahkan arak pahit dan putih telur. Varian lain dari koktail adalah penambahan buah-buahan seperti nanas atau dedaunan seperti daun koka.

Koktail tersebut berasal dari Lima, Peru, dan ditemukan oleh Victor Vaughen Morris, seorang pramutama bar asal Amerika, pada awal tahun 1920-an. Morris meninggalkan Amerika Serikat pada tahun 1903 untuk bekerja di Cerro de Pasco, sebuah kota di Peru bagian tengah. Pada tahun 1916, ia membuka Morris' Bar di ibukota Lima, dan rumah minumnya langsung menjadi tempat yang populer bagi orang-orang Peru kelas atas dan orang-orang asing berbahasa Inggris. Pisco Sour mengalami berbagai perubahan sampai Mario Bruiget, seorang pramutama bar asal Peru yang bekerja di Morris' Bar, menciptakan resep Peru modern bagi koktail tersebut di paruh kedua tahun 1920-an dengan menambahkan arak pahit Angostura dan putih telur dalam campurannya.

Di Chile, sejarawan Oreste Plath mengaitkan minuman tersebut dengan Elliot Stubb, seorang pramugara kapal asal Inggris dari kapal bernama Sunshine, yang diduga mencampurkan air perasan jeruk nipis, sirup, dan es untuk menciptakan koktail di sebuah bar, di tahun 1872, di kota pelabuhan bernama Iquique, yang pada saat itu merupakan bagian dari Peru. Sumber asli yang disebutkan oleh Plath menyebut Stubb sebagai penemu whiskey sour, dan bukan Pisco Sour. Pisco Sour pertama kali disebutkan dalam majalah dari tahun 1921 dengan menyebut Morris sebagai pencipta dan iklan tahun 1924 untuk Morris' Bar yang diedarkan di koran dari kota pelabuhan Valparaíso, Chile.

Chili dan Peru saling mengklaim Pisco Sour sebagai minuman nasional, dan masing-masing menegaskan sebagai pemilik pisco dan koktail tersebut; karena itu, Pisco Sour telah menjadi topik perdebatan yang signifikan dalam budaya populer Amerika Latin. Dua jenis pisco dan dua varian pembuatan Pisco Sour menghasilkan dua penyajian dan rasa yang berbeda. Peru menyelenggarakan hari libur setiap tahun untuk menghargai koktail tersebut pada hari Sabtu pertama di bulan February.

NamaSunting

Istilah sour (asam) mengacu kepada minuman racikan yang berbahan dasar liquor (bourbon atau semacam wiski), air lemon atau jeruk nipis, dan pemanis.[3] Pisco mangacu kepada minuman keras bahan dasar dari koktail. Nama tersebut berasal dari kota pelabuhan Pisco di Peru. Dalam buku Latin America and the Caribbean, sejarawan Olwyn Blouet dan ahli geografi politis Brian Blouet menjelaskan tentang perkembangan kebun anggur pada masa awal Peru kolonial dan bagaimana pada paruh kedua abad keenambelas sebuah pasar untuk minuman keras diciptakan untuk memenuhi kebutuhan permukiman-permukiman bagi para penambang yang bertumbuh di Andes. Kebutuhan akan minuman yang lebih keras menjadikan Pisco dan kota Ica yang bersebelahan untuk membangun tempat distilasi untuk "mengubah anggur menjadi brendi",[4] dan mendapatkan namanya berdasarkan nama pelabuhan di mana produk didistilasi dan diekspor.[5][6]

SejarahSunting

Latar belakangSunting

 
Plaza de toros de Acho (Lima), arena pertarungan banteng tertua di benua Amerika, di mana minuman yang serupa dengan Pisco Sour pertama dijual

Anggur pertama kali dibawa ke Peru tidak lama setelah penaklukan Kerajaan Inka oleh Spanyol pada abad ke-16. Para penulis kronik Spanyol pada waktu itu mencatat bahwa pembuatan minuman anggur di Amerika Selatan dilakukan di sebuah hacienda Marcahuasi di Cuzco.[7] Kebun anggur terbesar dan terkenal pada abad ke-16 dan ke-17 di Amerika didirikan di lembah Ica di Peru bagian tengah-selatan.[8][9] Pada tahun 1540-an, Bartolomé de Terrazas dan Francisco de Carabantes mendirikan perkebunan anggur di Peru.[10] Carabantes juga mendirikan perkebunan anggur di Ica, dari mana orang-orang Spanyol yang berasal dari Andalusia dan Extremadura kemudian memperkenalkan tanaman anggur ke Chili.[11][10]

Pada abad ke-16, pemukim-pemukim Spanyol di Chili dan Peru mulai memproduksi aguardiente[11][12] yang didistilasi dari anggur yang difermentasi.[13] Sejak kurang lebih tahun 1764, aguardiente asal Peru mulai dinamai "pisco" yang diambil dari nama pelabuhan tempat pengiriman;[8][9] penggunaan nama "pisco" untuk aguardiente kemudian menyebar ke Chili. Hak untuk memproduksi dan memasarkan pisco, yang masih dibuat di Peru dan Chili, masih merupakan subyek perselisihan di antara kedua negara.[14]

Menurut sejarawan Luciano Revoredo, penyajian pisco dengan lemon berasal dari abad ke-18. Ia melandaskan klaim ini berdasarkan sebuah sumber yang ditemukan di koran Mercurio Peruano yang memberitakan pelarangan aguardiente di arena Plaza de toros de Acho di Lima, arena pertarungan banteng tertua di benua Amerika. Pada saat itu, minuman tersebut dinamai Punche (Punch), dan dijual oleh budak-budak. Revoredo kemudian membantah bahwa minuman ini merupakan pendahulu dari Pisco punch asal California, yang diciptakan oleh Duncan Nicol di Bank Exchange Bar of San Francisco, California.[15]

AsalSunting

 
Salah satu iklan Pisco Sour untuk Morris' Bar

Pisco Sour berasal dari Lima, Peru.[16][17][18] Minuman tersebut diciptakan pada awal tahun 1920-an oleh pramutama bar Victor Vaughen Morris, seorang berkebangsaan Amerika yang tinggal di Peru selama beberpaa dekade. Rumah minumnya, Morris' Bar, populer di kalangan Peru kelas atas dan orang asing berbahasa Inggris.[19][20] Sejarawan asal Chili Gonzalo Vial Correa juga menyebut Gringo Morris dari Morris' Bar di Peru sebagai pencipta Pisco Sour, namun dengan nama William Morris.[21] Morris sering bereksperimen dengan minuman-minuman baru, dan menciptakan Pisco Sour sebagai varian dari minuman Whiskey Sour.[17]

Terdapat beberapa perbedaan dalam tanggal pasti kapan Morris menciptakan koktail tersebut. Pramutama bar Dale DeGroff menegaskan bahwa minuman tersebut diciptakan pada tahun 1915,[16] namun banyak sumber lain menuliskan bahwa minuman tersebut diciptakan pada tahun 1920-an.[17][18] Situs surat kabar daring Chili El Mercurio Online secara spesifik menantang sejarawan untuk menegaskan bahwa minuman tersebut ditemukan pada tahun 1922, dengan menambahkan: "suatu malam Morris mengejutkan teman-temannya dengan minuman barunya yang ia namai Pisco Sour, sebuah campuran yang mencampurkan Pisco Peru dan sour Amerika." (bahasa Spanyol: "Una noche Morris sorprendió a sus amigos con una nueva bebida a la que llamó pisco sour, una fórmula que funde lo peruano del pisco con el 'sour' estadounidense.").[22]

Resep asli dari Pisco Sour, seperti yang diracik oleh Morris, masih belum ditemukan. Menurut peneliti Peru Guillermo Toro-Lira, "diduga merupakan campuran kasar dari pisco dengan air jeruk nipis dan gula, seperti whiskey sour pada masa itu." Resep koktail kemudian terus berkembang, dan catatan dari bar menunjukkan bahwa pelanggan berkomentar atas rasa minuman yang terus bertambah nikmat.[19] Resep versi tradisional diciptakan oleh Mario Bruiget, seorang berkebangsaan Peru dari Chincha Alta yang bermagang di bawah Morris sejak 16 Juli, 1924. Resep ala Bruiget menambahkan arak pahit Angostura dan putih telur dalam ramuannya.[20]

Morris mengiklankan bar dan penemuannya. Penyebutan tertua dari Pisco Sour dari majalah Peru Mundial edisi 22 April, 1921. Dalam majalah tersebut, Pisco Sour tidak hanya disebutkan sebagai minuman yang berwarna putih, namun juga penciptaannya yang menyebutkan bahwa minuman dibuat oleh "Mister Morris."[23] Kemudian, di tahun 1924, dengan bantuan teman Morris bernama Nelson Rounsevell, bar tersebut mengiklankan penemuannya di Valparaíso, Chile. Iklan tersebut dipampang di koran Valparaíso South Pacific Mail, yang dimiliki oleh Rounsevell.[19] Sejak tahun 1927, Morris' Bar telah menjadi tersohor karena koktail-koktailnya, terlebih pada Pisco Sour. Brad Thomas Parsons menulis "catatan dari Morris Bar diisi dengan pujian dari pengunjung-pengunjung yang bersemangat akan minuman tersebut."[20][18]

Seiring waktu, persaingan dari bar-bar bersebelahan dan kondisi kesehatan Victor Morris yang menurun mengakibatkan perusahaannya turun dan jatuh. Pada saat itu, dikarenakan kesehatannya yang memburuk, Morris menyerahkan hampir seluruh kegiatan pramutama kepada para pegawainya. Selain itu, pesaing-pesaingnya, seperti Hotel Bolívar dan Hotel Lima Country Club, memiliki bar yang mengalihkan klien-klien dari Morris' Bar. Telebih, Toro-Lira menemukan bahwa Morris menuduh empat dari pramutama barnya atas tuduhan pencurian kekayaan intelektual setelah mereka mengundurkan diri untuk kemudian bekerja di salah satu dari bar pesaing. Pada tahun 1929, Morris menyatakan bangkrut dan menutup rumah minumnya. Beberapa bulan kemudian, pada tanggal 11 Juni, Victor Vaughn Morris meninggal dunia karena menderita sirosis hati.[19][20]

PenyebaranSunting

 
Hotel Bolívar adalah satu dari beberapa hotel di Lima yang mempertahankan koktail Pisco Sour setelah ditutupnya Morris' Bar

Setelah Morris menutup barnya, Bruiget mulai bekerja sebagai pramutama bar untuk Grand Hotel Maury yang berdekatan, di mana ia terus menyajikan resep Pisco Sour miliknya. Keberhasilannya dengan minuman tersebut menciptakan sebuah tradisi lisan lokal kota Lima yang mengaitkan Hotel Maury sebagai asal-muasal Pisco Sour.[20] Seperti magang-magang pendahulu Morris yang mendapatkan pekerjaan di tempat lain, mereka juga turut menyebarkan resep Pisco Sour.[23] Pada tahun 1930-an, minuman tersebut sudah ada di California, tersedia di bar-bar di utara sejauh kota San Francisco.[17] Sampai kurang lebih tahun 1960-an koktail tersebut juga sudah mulai ada di New York.[24]

Beatriz Jiménez, seorang jurnalis dari koran Spanyol El Mundo, menjelaskan bahwa di Peru, hotel-hotel mewah Lima mengadopsi Pisco Sour sebagai minuman mereka di tahun 1940-an.[25] Pada masa 1940-an dan 1950-an era bonanza minyak menarik perhatian orang-orang asing ke Peru. Beberapa dari pengunjung ke Lima adalah aktor-aktor Hollywood yang terkesima akan minuman Pisco Sour.[22][26] Jiménez menjelaskan tradisi lisan yang mengklaim bahwa Ava Gardner mabuk dan harus dibopong oleh John Wayne setelah meminum Pisco Sour terlalu banyak. Ernest Hemingway dan Orson Welles juga dikatakan sebagai pecinta berat minuman yang disebut sebagai "minuman Peru itu."[25]

Pada tahun 1984, jurnalis Bolivia Ted Córdova Claure menulis bahwa Hotel Bolívar berdiri sebagai sebuah monumen dekadensi dari oligarki Peru (bahasa Spanyol: "Este hotel es un monumento a la decadencia de la oligarquía peruana."). Ia menjelaskan pula tempat itu merupakan rumah dari Pisco Sour dan merekomendasikannya sebagai salah satu hotel di Lima.[27] Saat ini, Hotel Bolivar masih terus menyajikan koktailnya di bar "El Bolivarcito",[28] sementara Country Club Lima Hotel menyediakan minumannya di rumah minum "English Bar".[29]

Pertikaian nasionalSunting

Di Chili, sebuah cerita berkembang di tahun 1980-an tentang penemuan Pisco Sour yang ditemukan oleh Elliot Stubb, seorang pramugara kapal dari kapal layar asal Inggris bernama "Sunshine." Pencerita folklor dan sejarawan Chili Oreste Plath turut ambil bagian dalam penyebaran cerita tersebut dengan menulis, bahwa menurut surat kabar Peru El Comercio de Iquique, pada tahun 1872 Stubb membuka sebuah bar di kota pelabuhan Peru Iquique (setelah mendapatkan perintah turun) dan menemukan Pisco Sour ketika sedang bereksperimen dengan minuman.[19][30][b] Hal ini mengakibatkan pertikaian terus menerus antara Chili dan Peru atas asal-usul Pisco Sour.[31]

Bagaimanapun, peneliti Toro-Lira menjelaskan bahwa cerita tersebut "telah dibantah ketika ditemukan bahwa sumber aslinya, surat kabar El Comercio de Iquique, menyebutkan akan penemuan whiskey sour dan bukan Pisco Sour."[19] Klaim ini kemudian diperkuat oleh Universitas Nasional Cuyo, Argentina, yang pada tahun 1962 mengedarkan cerita tentang Elliot Stubb dan dugaan soal penemuan whiskey sour di Iquique. Sebuah cuplikan dari Elliot Stubb menjelaskan, "Mulai saat ini ... ini akan menjadi minumanku dalam pertarungan, minuman kesukaanku, yang dinamai Whisky Sour" (bahasa Spanyol: "En adelante dijo Elliot — éste será mi trago de batalla, — mi trago favorito — , y se llamará Whisky Sour.").[32]

Penyajian dan variasiSunting

Pisco Sour versi Peru dan Chili disajikan secara berbeda. Koktail Pisco Sour Peru dibuat dengan mencampurkan pisco Peru dengan air jeruk nipis, sirup, putih telur, arak pahit Angostura, dan batu es.[17] Koktail Pisco Sour Chili dibuat dengan mencampurkan pisco Peru dengan air jeruk nipis Pica, tepung gula, dan batu es.[33] Daniel Joelson, seorang penulis dan kritikus kuliner, menjelaskan bahwa perbedaan terbesar antara kedua Pisco Sour tersebut adalah "Pisco Sour Peru umumnya menggunakan putih telur, sementara Pisco Sour Chili tidak menggunakannya."[34]

Variasi lainnya juga ada pada penggunaan pisco dalam koktail. Menurut ahli kuliner dan anggur Mark Spivak, perbedaan adalah bagaimana cara kedua minuman diproduksi; yaitu "Pisco Chili diproduksi secara massal", sementara Pisco Peru "dibuat dalam jumlah kecil."[35] Sejarawan koktail Andrew Bohrer memfokuskan pada perbedaan rasa, dengan mengklaim bahwa "[d]i Peru, pisco dibuat di dalam pot still, didistilasi untuk menaikkan kadar alkohol (proof), dan tidak disimpan dalam waktu lama; mirip dengan grappa. Di Chili, pisco dibuat di dalam column still dan disimpan di dalam wadah kayu; mirip dengan konyak ringan."[36] Enologis berkebangsaan Chili Patricio Tapia menambahkan bahwa sementara pembuat pisco Chili umumnya menambahkan anggur-anggur lainnya, pembuat pisco Peru memiliki jenis-jenis pisco yang menggunakan anggur-anggur yang beraroma khas seperti Yellow Muscat dan Italia. Tapia menyimpulkan inilah sebabnya botol-botol pisco Peru menambahkan tahun vintage sementara pisco Chili tidak.[37]

Terdapat variasi dari Pisco Sour di Peru, Bolivia, dan Chili. Terdapat adaptasi-adaptasi dari koktail di Peru dengan penggunaan buah seperti maracuya, aguaymanto, dan apel, atau bahan-bahan tradisional seperti daun koka.[38] Di Chili, terdapat variasi-variasi seperti Ají Sour (dengan cabai hijau pedas), Mango Sour (dengan jus mangga), dan Sour de Campo (dengan jahe dan madu). Di Bolivia, terdapat variasi Yunqueño (berasal dari daerah Yungas) yang menggantikan penggunaan air jeruk nipis dengan jus jeruk.[39]

Koktail-koktail yang serupa dengan Pisco Sour adalah Piscola dari Chili dan Algarrobina Cocktail dari Peru. Piscola dibuat dengan mencampurkan pisco dengan cola.[33] Algarrobina Cocktail dibuat dari pisco, susu kental manis, dan getah dari pohon algarroba.[40] Koktail lain yang serupa, yang berasal dari Amerika Serikat, adalah pisco punch dari California, yang aslinya dibuat dari pisco Peru, nanas, dan lemon.[41]

PopularitasSunting

 
Presiden Argentina Cristina Fernández dan presiden Peru Alan García bersulang dengan segelas Pisco Sour Peru

Jurnalis Australia Kate Schneider menulis dalam sebuah artikel News.com.au bahwa Pisco Sour "menjadi sangat terkenal sampai ada perayaan Hari Pisco Sour Internasional di hari Sabtu pertama di bulan Februari, setiap tahunnya, dan juga sebuah halaman Facebook yang disukai oleh 600,000 orang."[42] Menurut pengusaha Chili Rolando Hinrichs Oyarce, pemilik sebuah restoran-bar di Spanyol, "Pisco Sour dikenal secara internasional, sama seperti Ceviche, sehingga bukan tidak dikenali" (bahasa Spanyol: "El pisco sour es bastante internacional, al igual que el cebiche, por lo tanto no son tan desconocidos").[43] Pada tahun 2003, Peru menciptakan "Día Nacional del Pisco Sour" (Hari Pisco Sour Nasional) sebagai hari libur pemerintahan yang dirayakan pada hari Sabtu pertama di bulan Februari.[44][c]

Pada pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi APEC tahun 2008, Peru mempromosikan Pisco Sour dengan tanggapan yang baik. Menurut Antonio Brack, Menteri Lingkungan Hidup Peru, "Pisco Sour telah menjadi 'bintang' dari KTT APEC, minuman tersebut dihidangkan dalam beberapa pertemuan di Istana Pemerintahan dan tempat KTT APEC."[47] Pada pembukaan pertemuan, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak menjelaskan bahwa "orang-orang Korea meminum minuman Amerika Latin seperti pisco sour, dan di saat yang bersamaan tango, samba dan salsa menjadi populer di antara generasi muda di Korea."[48]

Koki selebriti asal Amerika Anthony Bourdain juga mendapatkan perhatian kepada koktail tersebut ketika dalam salah satu episode program No Reservations dari Travel Channel, ia meminum Pisco Sour di Valparaíso, Chili, dan mengatakan "enak, namun ... lain kali, aku menginginkan bir." Penyiar dari Radio Programas del Perú melaporkan bahwa Jorge López Sotomayor, produser Chili pada episode tersebut dan partner perjalanan Bourdain di Chile, mengatakan Bourdain merasa Pisco Sour yang ia minum di Valparaíso membosankan dan tidak berharga (bahasa Spanyol: "A mí me dijo que el pisco sour lo encontró aburrido y que no valía la pena."). Lopez menambahkan bahwa Bourdain telah berada di Peru, di mana ia meminum beberapa gelas Pisco Sour dan ia anggap terasa lebih enak dibanding versi Chili.[49]

Di Meksiko, penyanyi-pengarang lagu Aleks Syntek secara kontroversial menulis di Twitter bahwa Pisco Sour adalah berasal dari Chili. Setelah mendapatkan balasan-balasan kritik atas pernyataannya, Syntek meminta maaf dan mengatakan itu hanyalah sebuah lelucon.[50] Pembawa acara televisi dan pelawak Meksiko Adal Ramones juga membuat lelucon soal Pisco Sour, mengacu kepada skandal spionase Chili–Peru 2009, pada tanggal 17 November, 2009. Ramones, seorang pencinta pisco Peru, ketika ditanya soal spionase, membalas dengan menanyakan apa yang dimata-matai Chili terhadap Peru, menduga adalah mencari tahu cara membuat Pisco Sour (bahasa Spanyol: "¿Qué quieren espiar los chilenos? ¿Cómo hacer pisco sour?").[51]

Lihat pulaSunting

CatatanSunting

  1. ^ Walaupun Pisco Sour merupakan minuman khas Peru dan Chili, Casey menyebutnya sebagai "minuman klasik Amerika Selatan" sementara Bovis menyebutnya "sebuah koktail khas Amerika Selatan."[1][2]
  2. ^ Iquique kemudian diduduki oleh Chili pada masa Perang di Pasifik dan dianeksasi di tahun 1883.
  3. ^ "Día Nacional del Pisco Sour" awalnya direncanakan untuk dirayakan pada 8 Februari.[44] Namun, setelah industri Pisco Chili mencanangkan "Día de la Piscola" (Hari Piscola) yang tidak disponsori oleh pemerintah pada tanggal perayaan 8 Februari,[45][46] Peru membalas dengan mengubah tanggal hari libur Pisco Sour pada tanggal saat ini.[44]

ReferensiSunting

  1. ^ Casey 2009, hlm. 89.
  2. ^ Bovis 2012, hlm. "Pisco Sour".
  3. ^ Regan 2003, hlm. 159.
  4. ^ Blouet & Blouet 2009, hlm. 318.
  5. ^ Real Academia Española. "Pisco". Diccionario de la Lengua Española (dalam bahasa Spanyol) (edisi ke-Vigésima Segunda Edición). Diakses tanggal 2012-12-03. 
  6. ^ com/definition/pisco "Pisco" Periksa nilai |url= (bantuan). Concise Oxford Dictionary. WordReference.com. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  7. ^ Franco 1991, hlm. 20.
  8. ^ a b Harrel, Courtney (2009). "Pisco Por La Razón o La Fuerza" (dalam bahasa Spanyol). School for International Training. hlm. 14–15. 
  9. ^ a b Lacoste, Pablo (2004). "La vid y el vino en América del Sur: El desplazamiento de los polos vitivinícolas (siglos XVI al XX)". Universum (dalam bahasa Spanyol). 19 (2): 62–93. doi:10.4067/S0718-23762004000200005. 
  10. ^ a b Pozo 2004, hlm. 24–34.
  11. ^ a b Cortés Olivares, Hernán F (2005). "El origen, producción y comercio del pisco chileno, 1546–1931". Universum (dalam bahasa Spanyol). 20 (2): 42–81. doi:10.4067/S0718-23762005000200005. 
  12. ^ Huertas Vallejos, Lorenzo (2004). "Historia de la producción de vinos y piscos en el Perú". Universum (dalam bahasa Spanyol). 19 (2): 44–61. doi:10.4067/S0718-23762004000200004. 
  13. ^ Real Academia Española. "Aguardiente". Diccionario de la Lengua Española (dalam bahasa Spanyol) (edisi ke-Vigésima Segunda Edición). Diakses tanggal 2012-11-05. 
  14. ^ Foley 2011, hlm. "Pisco Porton Brandy Recipes".
  15. ^ Pilar Lazo Rivera, Carmen del (2009). "Pisco Sour del Perú" (PDF) (dalam bahasa Spanyol). Pediatraperu.org. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  16. ^ a b DeGroff 2008, hlm. "Pisco Sour".
  17. ^ a b c d e Kosmas & Zaric 2010, hlm. 115.
  18. ^ a b c Parsons 2011, hlm. 143.
  19. ^ a b c d e f Guillermo L. Toro-Lira (December 11, 2009). "Clarifying the Legends from the History of the Pisco Sour". Piscopunch.com. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  20. ^ a b c d e Perich, Tatiana (January 28, 2010). "Les Presentamos a Mario Bruiget, el Peruano Coinventor del Pisco Sour". El Comercio (dalam bahasa Spanyol). Empresa Editora El Comercio. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  21. ^ Vial Correa 1981, hlm. 352.
  22. ^ a b "Peruanos Celebran el "Día del Pisco Sour" con Degustaciones y Fiestas" (dalam bahasa Spanyol). Emol.com. Agence France-Presse. February 5, 2011. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  23. ^ a b Coloma Porcari, César (2005). "La Verdadera Historia del Pisco Sour". Revista Cultural de Lima (dalam bahasa Spanyol). hlm. 72–73. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  24. ^ Regan 2003, hlm. 317.
  25. ^ a b Jiménez, Beatriz (February 6, 2011). "La Fiesta del Pisco Sour". El Mundo (dalam bahasa Spanyol). Spain. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  26. ^ Slater, Julia (February 9, 2010). "Peru Toasts Pisco Boom on Annual Cocktail Day". The Daily Telegraph. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  27. ^ Córdova Claure, Ted (1984). "La Calcutización de las Ciudades Latinoamericanas" (PDF). Nueva Sociedad (dalam bahasa Spanyol) (72): 49–56. 
  28. ^ "El Bolivarcito". GranHotelBolivar.com. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  29. ^ "Restaurants & Dining". HotelCountry.com. 2008. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  30. ^ Plath 1981, hlm. 106.
  31. ^ Garbee, Jenn (May 21, 2008). "A Summer Twist On Pisco Sour, Caipirinha Cocktails". Los Angeles Times. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  32. ^ Facultad de Filosofía y Letras 1962, hlm. 385.
  33. ^ a b Castillo-Feliú 2000, hlm. 79.
  34. ^ Joelson, Daniel (Winter 2004). "The Pisco Wars". Gastronomica: the Journal of Fooda and Culture. 4 (1): 6–8. doi:10.1525/gfc.2004.4.1.1. 
  35. ^ Spivak, Mark. "Pour – Pisco Fever". PalmBeachIllustrated.com. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  36. ^ Bohrer 2012, hlm. "Friendship Test".
  37. ^ "Entrevista: Patricio Tapia – Periodista Chileno Especializado en Vinos" (dalam bahasa Spanyol). PiscoSour.com. 2012. Diakses tanggal 2012-09-11. 
  38. ^ "Recetas" (dalam bahasa Spanyol). PiscoSour.com. 2012. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  39. ^ Baez Kijac 2003, hlm. 35.
  40. ^ Albala 2011, hlm. 266.
  41. ^ "Pisco Punch" (dalam bahasa Spanyol). PiscoSour.com. 2012. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  42. ^ Schneider, Kate (March 27, 2012). "Kate Schneider Appreciates the Bitter Side of Life with South American Drink Pisco Sour". News.com.au. Diakses tanggal 2012-05-17. 
  43. ^ Alías, Marina (April 9, 2006). "Sours chilenos irrumpen en barrio mítico de Madrid". El Mercurio, Revista del Domingo (dalam bahasa Spanyol). Santiago. 
  44. ^ a b c "Chile Celebra Hoy el Día de la Piscola". El Comercio (dalam bahasa Spanyol). Empresa Editora El Comercio. February 8, 2011. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  45. ^ Ruiz, Carlos (February 8, 2011). "Hoy es el Día de la Piscola: Chilenos Celebran Uno de dus Tragos Típicos" (dalam bahasa Spanyol). ElObservatodo.cl. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  46. ^ Castro, Felipe (February 8, 2011). "Día de la Piscola: A Tomar Combinados" (dalam bahasa Spanyol). LaNacion.cl. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  47. ^ "Peru's Pisco Sour Delights APEC Leaders". Andina.com. November 23, 2008. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  48. ^ AFP (November 22, 2008). "Peru summit hits sour note with 'Pisco diplomacy'". Google.com. Diakses tanggal 2013-06-19. 
  49. ^ "Chef Anthony Bourdain: Pisco Sour Chileno es Aburrido y No Vale la Pena". Radio Programas del Perú (dalam bahasa Spanyol). Grupo RPP. July 18, 2009. Diakses tanggal 2012-10-20. 
  50. ^ "Alex Syntek Dice Que el Pisco Sour y La Tigresa del Oriente Son Chilenos". Radio Programas del Perú (dalam bahasa Spanyol). Grupo RPP. November 19, 2010. Diakses tanggal 2012-12-03. 
  51. ^ "Adal Ramones: "¿Qué Quieren Espiar los Chilenos? ¿Cómo Hacer Pisco Sour?"". El Comercio (dalam bahasa Spanyol). Empresa Editora El Comercio. November 17, 2009. Diakses tanggal 2012-12-03. 

Daftar pustakaSunting

  • Albala, Ken, ed. (2011). Food Cultures of the World Encyclopedia. Santa Barbara, California, US: ABC-CLIO. ISBN 0-313-37627-1. 
  • Baez Kijac, Maria (2003). The South American Table. Boston, Massachusetts, US: The Harvard Common Press. ISBN 1-55832-248-5. 
  • Blouet, Brian; Blouet, Olwyn (2009). Latin America and the Caribbean. Hoboken, New Jersey, US: John Wiley and Sons. ISBN 0-470-38773-4. 
  • Bohrer, Andrew (2012). The Best Shots You've Never Tried. Avon, Massachusetts, US: Adams Media. ISBN 1-4405-3879-4. 
  • Bovis, Natalie (2012). Edible Cocktails. New York City: F+W Media, Inc. ISBN 978-1-4405-3368-6. 
  • Casey, Kathy (2009). Sips and Apps. San Francisco, California, US: Chronicle Books LLC. ISBN 978-0-8118-7823-4. 
  • Castillo-Feliú, Guillermo I. (2000). Culture and Customs of Chile. Westport, Connecticut, US: Greenwood Publishing Group. ISBN 0-313-30783-0. 
  • DeGroff, Dale (2008). The Essential Cocktail: The Art of Mixing Perfect Drinks. New York, US: Random House Digital. ISBN 0-307-40573-7. 
  • Facultad de Filosofía y Letras (1962). Anales del Instituto de Lingüística, Volúmenes 8-9. Mendoza, Argentina: Universidad Nacional de Cuyo. 
  • Foley, Ray (2011). The Ultimate Little Cocktail Book. Naperville, Illinois, US: Sourcebooks, Inc. ISBN 1-4022-5410-5. 
  • Franco, César (1991). Celebración del Pisco. Lima, Peru: Centro de Estudios para el Desarrollo y la Participación. 
  • Kosmas, Jason; Zaric, Dushan (2010). Speakeasy. New York, US: Random House Digital. ISBN 1-58008-253-X. 
  • Parsons, Brad Thomas (2011). Bitters. New York, US: Random House Digital. ISBN 1-60774-072-9. 
  • Plath, Oreste (1981). Folklore Lingüístico Chileno: Paremiología (dalam bahasa Spanyol). Santiago, Chile: Editorial Nascimento. ISBN 956-258-052-0. 
  • Pozo, José del (2004). Historia del Vino Chileno (dalam bahasa Spanyol). Santiago, Chile: Editorial Universitaria. ISBN 956-11-1735-5. 
  • Regan, Gary (2003). The Joy of Mixology, The Consummate Guide to the Bartender's Craft. New York, US: Clarkson Potter. ISBN 0-609-60884-3. 
  • Vial Correa, Gonzalo (1981). Historia de Chile, 1891–1973: La Dictadura de Ibáñez, 1925–1931 (dalam bahasa Spanyol). Santiago, Chile: Editorial Santillana del Pacífico. ISBN 956-12-1201-3. 

Pranala luarSunting