Buka menu utama

SinopsisSunting

Film ini bisa dikatakan pengalihan sebuah drama panggung ke dalam film, karena semua informasi diberikan dalam dialog. Tujuan lain: memeras air mata. Ketertarikan pada pandangan pertama membuat Hendrawansyah (Sophan Sophian) terus mengejar Maryani (Widyawati). Ia tidak mundur meski kemudian tahu bahwa pacarnya itu seorang pelacur, bahkan ketika harus menghadapi malu di hadapan orang-orang terhormat dan ayahnya sendiri, Datuk Sulaiman (Kusno Sudjarwadi). Baru ketika Sulaiman meminta Maryani agar ibunya yang sakit sembuh, Maryani mau melepaskan Hendra. Hendra salah sangka. Ia marah, pulang, ibunya sembuh, dan konon mengembara entah ke mana. Baru saat Maryani - setelah jatuh miskin - sakitnya parah dan menjelang mati - tidak jelas sakit apa- baru Hendra muncul Itupun masih diulur dengan bensin mobilnya habis.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ JB Kristanto, Katalog Film Indonesia 1926-1995, PT Grafiasri Mukti,Jakarta, 1995 hal 112

Pranala luarSunting