Buka menu utama

Perang Saudara Libya (2014–sekarang)

Perang Saudara Libya Kedua (dijelaskan oleh beberapa surat kabar sebagai perang saudara) adalah konflik bersenjata yang sedang berlangsung antara tentara Islam Libya dan musuh-musuh mereka.

Perang Saudara Libya Kedua
Bagian dari Kekerasan pascaperang saudara di Libya
Libyan Civil War.svg
Tanggal16 Mei 2014 – sekarang
LokasiLibya
Status

Sedang berlangsung

Pihak terlibat

Bendera Libya Koalisi Operasi Martabat


Bendera Libya Mantan Kongres Nasional Umum

Dewan Shura Revolusioner Benghazi[4][5]

Koalisi Operasi Fajar

Tentara Islam lainnya
Tokoh dan pemimpin

Bendera Libya May. Jen. Khalifa Belqasim Haftar
(Komandan Tentara Nasional Libya)
Kol. Wanis Abu Khamada
(Komandan Pasukan Khusus Libya)

Brig. Jen. Saqr Geroushi
(Komandan Operation Dignity Air Force)

Bendera Libya Nouri Abusahmain
(Presiden GNC)
Bendera Libya Ahmed Maiteeq
(Perdana Menteri Libya,
didukung oleh kelompok Islamis)

May. Jen. Abdulsalam al-Obaidi
(Kepala Staf LNA)
Mohamed al-Zahawi
(Pemimpin Ansar al-Sharia)
Wissam Ben Hamid
(Komandan Libya Shield 1ø)
22x20px Shaaban Hadia
(Komandan LROR)

22x20px Adel Gharyani
(Komandan LROR)
Korban
890+ tewas[6]

Pada awal 2014, Libya diperintah oleh Kongres Nasional Umum (GNC), sebuah majelis yang didominasi oleh para Islamis yang gagal mempertahankan kekuasaan mereka sebelum mandat berakhir, dan secara sepihak memperluas kekuasaan mereka. Pada tanggal 14 Februari 2014, Jenderal Khalifa Haftar memerintahkan pembubaran GNC dan pembentukan komite pemerintahan sementara untuk mengawasi pemilihan umum yang baru. GNC menolak perintah ini.

Konflik dimulai dua bulan kemudian, pada tanggal 16 Mei, ketika tentara yang setia kepada Jenderal Haftar melancarkan serangan darat dan udara besar-besaran (dengan nama kode Operasi Martabat, bahasa Arab: عملية الكرامة‎; 'Amaliya al-Karamah) terhadap kelompok pasukan Islamis di Benghazi. Dua hari kemudian, pasukan Haftar berupaya untuk membubarkan Kongres Nasional Umum (GNC) di Tripoli. Konflik ini menghalangi upaya GNC yang berencana untuk mengacaukan pemilu tanggal 25 Juni 2014. Pemilu ini mengangkat Dewan Perwakilan Rakyat sebagai pengganti GNC. Dalam pemilu ini, kelompok Islamis yang mendominasi GNC menyerah dan menyatakan kekalahannya. Konflik ini meluas pada 13 Juli setelah pasukan Islamis melancarkan Operasi Fajar, berupaya menguasai Bandar Udara Internasional Tripoli dalam upaya untuk memperkuat kekuasaan mereka. Gagal menguasai bandar udara, mereka menghancurkan sejumlah pesawat di landasan dan membuatnya tidak bisa dioperasikan.

Haftar dan pendukungnya menjelaskan bahwa Operasi Martabat adalah "pembenaran menuju jalan revolusi" dan "perang terhadap terorisme".[7][8][9] Lawannya mengklaim bahwa ia sedang mengupayakan kudeta. Kelompok milisi Islamis Ansar al-Sharia (terlibat dalam serangan Benghazi 2012) menuduh bahwa operasi Haftar adalah bentuk perang terhadap Islam yang didukung oleh Barat[10] dan mendeklarasikan pembentukan "Emirat Islam Benghazi".

ReferensiSunting

  1. ^ a b Esam Mohamed and Maggie Michael (May 20, 2014). "2 Ranking Libyan Officials Side With Rogue General". ABC News. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 26, 2014. Diakses tanggal May 21, 2014. 
  2. ^ Ayman al-Warfalli and Ulf Laessing (May 19, 2014). "Libyan special forces commander says his forces join renegade general". Reuters. Diarsipkan dari versi asli tanggal May 21, 2014. Diakses tanggal May 22, 2014. 
  3. ^ a b Abdul-Wahab, Ashraf (August 5, 2014). "Warshefana take Camp 27 from Libya Shield". Libya Herald. Diarsipkan dari versi asli tanggal August 8, 2014. Diakses tanggal August 7, 2014. 
  4. ^ 28 قتيلا من قوات الصاعقة ببنغازى منذ بدء الاشتباكات مع أنصار الشريعة Youm7 29 July 2014 Accessed 3 August 2014
  5. ^ تدهور الوضع الأمني في بنغازي وطرابلس نذير حرب جديدة Al-Arab 27 July 2014. Accessed 3 August 2014
  6. ^ "Violent Deaths in 2014". Libya Body Count. Diakses tanggal August 2, 2014. 
  7. ^ "General Hafter announces coup; politicians react with scorn, order his arrest". Libya Herald. February 14, 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal February 21, 2014. Diakses tanggal May 21, 2014. 
  8. ^ Sharif Abdel Kouddous (May 20, 2014). "A Q&A with Khalifa Hifter, the mastermind behind Libya's new revolt". The Washington Post. Diakses tanggal May 21, 2014. 
  9. ^ Sharif Abdel Kouddous (May 20, 2014). "Leader of Libya's revolt, Khalifa Hifter, rules out negotiations and vows to fight". The Washington Post. Diakses tanggal May 21, 2014. 
  10. ^ "Libya: Drawing the battle lines". The Economist. June 7, 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 13, 2014. Diakses tanggal July 30, 2014.