Buka menu utama

Perang Jwa-won (Hangul: 좌원전투, Hanja: 坐原戰鬪) merupakan kemenangan telak Goguryeo di bawah pimpinan Myeongnim Dap-bu pada tahun ke-24 dimasa pemerintahan Raja Sindae, penguasa ke-8 Goguryeo.

Perang Jwa-Won
Tanggal172
LokasiJwa-won, Manchuria.
Hasil Goguryeo Menang Telak.
Pihak terlibat
Goguryeo Han Timur
Tokoh dan pemimpin
Myeongnim Dap-bu Geng Lin
Kekuatan
Beberapa ribu Sekitar 100,000
Korban
Tidak diketahui dikabarkan tidak ada yang selamat atau sedikit yang selamat.

Kudeta tahun 165Sunting

Pada tahun 165, seluruh rakyat Goguryeo merasa lega atas kematian raja tiran mereka. Orang yang bertanggung jawab atas kematian raja tiran tersebut adalah Myeongnim Dap-bu, seorang Joui seonin dan pejabat istana. Myeongnim Dap-Bu mengundang adik termuda raja tiran yang selamat, Pangeran Go Baek-gu, ke ibu kota kerajaan untuk menjadi raja berikutnya di Goguryeo.

Pangeran kemudian menjadi raja ke-8 Goguryeo, Raja Sindae, pada tahun itu. Kudeta ini merupakan pemberontakan militer yang pertama yang sukses di dalam sejarah Goguryeo. Myeongnim Dap-Bu diberikan posisi Guksang (국상, 國相, Perdana Menteri), dan menjadi Perdana Menteri pertama Goguryeo. Myeongnim Dap-Bu konon tidak pernah menyalahgunakan posisinya, melainkan menguatkan ekonomi negara, politik dan militer. Pada saat yang damai dan pemulihan ini, Kerajaan Dinasti Han mengumpulkan pasukan besar dan mempersiapkan perang melawan Goguryeo pada tahun 172.

Perang Jwa-WonSunting

Geng Lin, gubernur Xuantu, memimpin pasukan sekitar 100,000 orang ke Goguryeo. Di dalam persiapan untuk menyerang, Myeongnim Dap-Bu mengisi sumur-sumur lokal, dan memastikan bahwa tanah di sekitarnya tidak dapat menghasilkan pasokan makanan bagi pasukan musuh. Selain itu, ia membuat parit, dan banyak garis pertahanan yang dibuat di luar ibu kota Goguryeo, benteng Guknae, di suatu tempat bernama Jwa-Won. Pasukan Goguryeo mundur ke benteng itu, dan melindunginya ketika pasukan musuh tiba. Setelah terkepunga selama berhari-hari, pasukan Han kelelahan dan mulai mundur. Myeongnim Dap-bu mengambil kesempatan melihat kemunduran musuh dan menyerang mereka tiba-tiba ketika mereka mulai mundur. Menurut riwayat Samguk Sagi, tidak ada yang selamat. Korban setelah perang tidak di catat di dalam sumber sejarah Cina.

Lihat PulaSunting

SumberSunting

  • Samguk Sagi
  •  《三国史记》:"八年 冬十一月 汉以大兵向我 王问群臣 战守孰便 众议曰 汉兵恃众轻我 若不出战 彼以我为怯 数来 且我国山险而路隘 此所谓 一夫当关 万夫莫当者 也 汉兵虽众 无如我何 请出师御之 答夫曰 不然 汉国大民众 今以强兵远斗 其锋不可当也 而又兵众者宜战 兵少者宜守 兵家之常也 今汉人千里转粮 不能持久 若我深沟高垒 淸野以待之 彼必不过旬月 饥困而归 我以劲卒薄之 可以得志 王然之 婴城固守 汉人攻之不克 士卒饥饿引还 答夫帅数千骑追之 战于坐原 汉军大败 匹马不反 王大悦 赐答夫坐原及质山 为食邑"

玄菟郡:武帝置。雒阳东北四千里。六城,户一千五百九十四,口四万三千一百六十三。