Pengebom Ural

Pengebom Ural adalah sebuah program dan kompetisi untuk mengembangkan dan membuat pesawat pengebom jarak jauh untuk Luftwaffe. Ketua pelaksana program ini adalah Jendral Walther Wever.

Jendral Walther Wever adalah seorang kepala staf di Luftwaffe pada tahun 1933, dia sadar akan pentingnya pesawat pengebom strategis di saat perang nanti. Ketika suatu saat Jerman berperang dengan Uni Soviet, dia berharap pasukan Jerman tak akan mencoba bergerak ke wilayah timur kota Moskwa, karena dia tahu Josef Stalin akan memindahkan semua industri agar terhindar dari jangkauan pesawat pengebom Jerman. Wever menyarankan untuk menggunakan pesawat pengebom strategis untuk menghancurkan pabrik-pabrik ini untuk mengakhiri kemampuan Soviet untuk bertempur tanpa perlu membuat pasukan-pasukan darat untuk maju lebih dalam ke wilayah Soviet.

Dibawah naungan program Pengebom Ural, Wever memulai pertemuan rahasia dengan dua pemilik perusahaan pesawat Jerman, Dornier dan Junkers. Kemudian dia meminta mereka untuk memproduksi pesawat pengebom jarak jauh. Kedua perusahaan tersebut merespon dengan desain mereka masing-masing, Dornier Do 19 dan Junkers Ju 89, dan Reichsluftfahrtministerium memerintahkan kedua perusahaan tersebut untuk membuat prototipe pada tahun 1935.

Namun sayang, pada 3 Juni 1936 Jendral Walther Wever tewas dalam kecelakaan dan impian Luftwaffe untuk memiliki armada pengebom jarak jauh telah hancur. Setelah kematiannya, posisi Wever digantikan oleh Albert Kesselring dan dia beranggapan bahwa Luftwaffe tidak perlu armada pesawat pengebom jarak jauh. Kesselring lebih menilik pesawat-pesawat taktis kecil seperti pesawat pengebom ringan dan pesawat pengebom sedang. Akhirnya Kesselring membatakan program Pengebom Ural pada 29 April 1937.

Tetapi banyak sumber mengatakan[butuh rujukan] bahwa bukan Jendral Albert Kesselring yang membatalkan program Pengebom Ural ataupun konsep pengebom jarak jauh lainnya, melainkan Hermann Göring-lah yang membatalkan semua jenis program pengembangan pengebom strategis di Jerman sebelum mulainya perang dunia ke 2 dan Goering sangat percaya diri bahwa pesawat-pesawat kecil seperti pesawat pengebom menukik maupun pengebom taktis mampu memberikan kemenangan saat Jerman berperang nanti. Jendral Erhard Milch dan Ernst Udet pun kecewa terhadap sikap Hermann Göring tersebut.

Pada akhir tahun 1940 setelah Pertempuran Britania, terbukti bahwa Jerman benar-benar memerlukan armada pesawat pengebom jarak jauh. Lalu pada tahun 1943, Luftwaffe tidak mampu untuk mengurangi kemampuan bertempur Soviet dikarenakan tidak adanya pesawat pengebom Jerman yang mampu mencapai kawasan industri Soviet di wilayah Pegunungan Ural.

ReferensiSunting

  • Wagner, Ray; Nowarra, Heinz (1971). German Combat Planes. New York, NY: Doubleday & Company, Inc. hlm. 303. ASIN B0006C2THY. 
  • Griehl, Manfred; Dressel, Joachim (1998). Heinkel He 177 - 277 - 274. Shrewsbury, UK: Airlife Publishing. ISBN 1-85310-364-0.