Buka menu utama

Pendidikan di Singapura dikelola oleh Kementerian Pendidikan Singapura,[4] yang mengontrol perkembangan dan administrasi sekolah negeri yang menerima dana dari pemerintah, tetapi juga memiliki peran penasehat dan pengawas dalam hal sekolah swasta. Baik sekolah swasta maupun negeri, ada variasi dalam tingkat otonomi dalam kurikulum mereka, ruang lingkup bantuan pemerintah dan pendanaan, beban tuisi siswa, dan kebijakan masuk.[5]

Pendidikan di Singapura
Menteri (Sekolah), Menteri (Pendidikan Tinggi dan Keterampilan)Ng Chee Meng, Ong Ye Kung
BiayaS$12,1 miliar[1]
Bahasa utamaInggris
Jenis sistemNasional
Total96,1%[2]
Laki-Laki98,1%[3]
Perempuan94,1%[2]
Total510714[3]
Dasar263.906[3]
Menengah214.388[3]
Pasca menengah32.420[3]
Diploma menengah66,6%[2]
Diploma pasca-menengah47%[2]

Pendidikan dianggarkan sekitar 20 persen dari anggaran tahunan nasional, yang mensubsidi pendidikan negara dan pendidikan swasta yang dibantu pemerintah bagi warga Singapura dan mendanai program Edusave, biaya yang secara signifikan lebih tinggi untuk non-warga negara. Pada tahun 2000 Undang-Undang Wajib Belajar mengkodifikasikan wajib belajar bagi anak-anak usia sekolah dasar (kecuali bagi mereka yang berkebutuhan khusus),[6] dan menjadikan tindak pidana bagi orang tua yang gagal mendaftarkan anak-anak mereka di sekolah dan memastikan kehadiran mereka.[7] Pengecualian dierikan untuk sekolah rumah atau lembaga keagamaan penuh-waktu, tetapi orang tua harus mengajukan permohonan pengecualian dari Kementerian Pendidikan dan memenuhi patokan minimum.[8]

Bahasa utama pengajaran di Singapura adalah bahasa Inggris, yang secara resmi ditetapkan sebagai bahasa pertama dalam sistem pendidikan setempat pada tahun 1987.[9] Bahasa Inggris adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh separuh anak-anak pada saat mereka mencapai usia prasekolah dan menjadi media utama pengajaran pada saat mereka mencapai sekolah dasar. Meskipun bahasa Melayu, Mandarin dan Tamil juga termasuk bahasa resmi, bahasa Inggris adalah bahasa pengantar untuk hampir semua mata pelajaran kecuali bahasa ibu resmi dan sastra dari bahasa-bahasa tersebut; ini umumnya tidak diajarkan dalam bahasa Inggris, meskipun ada ketentuan untuk penggunaan bahasa Inggris pada tahap awal. Sekolah-sekolah tertentu, seperti sekolah menengah di bawah Special Assistance Plan (SAP), mendorong penggunaan lebih kaya dari bahasa ibu dan kadang-kadang dapat mengajar mata pelajaran dalam bahasa Mandarin. Beberapa sekolah telah bereksperimen dengan kurikulum yang mengintegrasikan mata pelajaran bahasa dengan matematika dan sains, menggunakan kedua bahasa Inggris dan bahasa kedua.

Sistem pendidikan Singapura telah digambarkan sebagai "terkemuka di dunia" dan pada tahun 2010 termasuk di antara yang terpilih untuk pujian oleh mantan Sekretasis Pendidikan Britania Raya dari Partai Konservatif Michael Gove.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ "Singapore Budget 2015" (PDF). Ministry of Finance, Singapore. Diakses tanggal 2 March 2015. 
  2. ^ a b c d "Statistics Singapore – Key Annual Indicators". Government of Singapore. 30 October 2012. Diakses tanggal 3 November 2012. 
  3. ^ a b c d e "Education Statistics Digest" (PDF). Ministry of Education, Singapore. Diakses tanggal 16 November 2012. 
  4. ^ "Singapore – Education System and School Accountability" (PDF). Department of Education, Western Australia. Diakses tanggal 3 November 2012. 
  5. ^ "Singapore: Organisation and control of education system". National Foundation for Educational Research in England and Wales. Diakses tanggal 1 May 2006. 
  6. ^ "Compulsory Education". Ministry of Education, Singapore. Diakses tanggal 23 February 2012. 
  7. ^ "Compulsory Education Act (Chapter 51)". Singapore Statutes Online. 2000. 
  8. ^ "Singapore: Compulsory education". Diakses tanggal 1 May 2006. 
  9. ^ "'Going back to the basics of effective English-language teaching'". The Straits Times. 9 November 2009. Diakses tanggal 23 December 2010. 
  10. ^ "Schools 'in a curriculum vacuum'". BBC News. 18 June 2010. Diakses tanggal 20 June 2010. 

Pranala luarSunting