Pencurian koleksi Museum Sonobudoyo

Pencurian koleksi Museum Sonobudoyo adalah kasus pencurian puluhan benda cagar budaya di Museum Sonobudoyo Yogyakarta pada 11 Agustus 2010. Koleksi yang hilang mencapai 54 buah (beberapa informasi sebelumnya menyatakan 87 atau 75), umumnya merupakan peninggalan Mataram Kuno dan Majapahit berbahan emas, serta sedikit koleksi berbahan perunggu dan perak. Salah satu di antara benda yang dicuri adalah Topeng Emas Nayan, mahakarya topeng emas utuh satu-satunya yang dimiliki museum di Indonesia.[1][2][3] Kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo tidak terselesaikan sampai sekarang dan benda-benda yang dicuri diduga telah diperdagangkan di pasar gelap internasional.[4][5][6] Peristiwa ini dianggap sebagai pencurian koleksi museum terbesar sepanjang sejarah Indonesia.[7]

Topeng Emas Nayan, Yogyakarta. Salah satu koleksi Museum Sonobudoyo yang hilang dicuri.

Menurut UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, jika sebuah benda cagar budaya hilang dan dalam jangka waktu enam tahun belum ditemukan, maka akan dihapus dari register benda cagar budaya nasional.[8]

Daftar koleksi yang dicuriSunting

Sebanyak 17 jenis koleksi emas abad ke-8 hingga ke-10 Mataram Kuno dan zaman Majapahit, dengan taksiran total 3 kg emas, hilang dicuri dan belum kembali.[9][10] Sebagian kecil di antaranya juga berbahan perunggu dan perak. Perincian benda yang dicuri dari Museum Sonobudoyo adalah sebagai berikut:[3][11]

No Nama No. Inventaris Tempat Panjang (cm) Lebar (cm) Diameter (cm) Berat (gr) Keterangan
1 Tujuh buah bagian kalung 04.2.215 Vitrin 02 - - - 29,4 -
2 Kalung rantai, mata kalung susun tiga 04.2.224 Vitrin 02 21,5 - - 23 -
3 Kalung Rantai, bentuk medalion hiasan sulur dengan batu permata (intan) 04.2.187 Vitrin 02 50 6,5 - 71,5 -
4 Kalung bertampar untir I 04.2.376 Vitrin 02 16 - - 117 -
5 Kalung bertampar untir II 04.2.377 Vitrin 02 14,5 - - 151 -
6 Kalung rantai, liontin segitiga 04.2.347 Vitrin 02 120 - - 90 -
7 Kalung berondong liontin batu kecubung ungu muda berbentuk oval 04.2.346 Vitrin 02 23 - - 36 -
8 Kalung manik kombinasi emas 04.2.190 Vitrin 02 34 - - 77,4 -
9 Kalung rantai liontin bulat telur 04.2.189 Vitrin 02 32 - - 40 -
10 Kalung rantai bentuk segi enam 04.2.364 Vitrin 02 36 - - 46,6 -
11 Bagian kalung seperti antefiks 04.2.378b Vitrin 02 6,5 5 - 196 -
12 Bagian dari kalung seperti biji mete I 04.2.151 Vitrin 02 2,8 1,4 - 2,2 -
13 Bagian dari kalung seperti biji mete II 04.2.152 Vitrin 02 3,5 2 - 7,8 -
14 Liontin bentuk keroco (4) 04.2.406 Vitrin 02 2,3-2,9 - - 5 -
15 Liontin bentuk murbei I 04.2.182 Vitrin 02 1,7 - 1,4 2,2 -
16 Liontin bentuk murbai II (3) 04.2.435 Vitrin 02 2,3 - 1,5 7,3 -
17 Liontin bentuk gading 04.2.256 Vitrin 02 7 - - 11,4 -
18 Liontin seperti tanduk 04.2.257 Vitrin 02 7,5 - - 16,4 -
19 Liontin bulan sabit bentuk W 04.2.216 Vitrin 02 11 6,5 - 39,2 -
20 Manik-manik bulat (37 butir) 04.2.225 Vitrin 02 - - - 23,8 -
21 Hiasan bentuk kura-kura I 04.2.410 Vitrin 02 4,1 3,4 - 9 -
22 Hiasan bentuk kura-kura II 04.2.411 Vitrin 02 3,3 3,1 - 7,2 -
23 Hiasan bentuk kura-kura III 04.2.412 Vitrin 02 3,3 2,9 - 6 -
24 Hiasan bentuk kura-kura IV 04.2.413 Vitrin 02 3,2 2,9 - 5,2 -
25 Hiasan bentuk kura-kura V 04.2.414 Vitrin 02 3,2 2,8 - 6 -
26 Hiasan bentuk kura-kura VI 04.2.421 Vitrin 02 4 2,4 - 6,2 -
27 Liontin keongan 04.2.337 Vitrin 02 4,7 - 1,1 5,4 -
28 Fragmen kalung 04.2.350 Vitrin 02 3,8 2,4 - 4,6 -
29 Topeng Emas Nayan 04.2.381 Vitrin 09 15 10,1 - 73 -
30 Bentuk siluet orang 04.2.383 Vitrin 09 26 3 - 4 -
31 Peripih bentuk bunga 04.2.453 Vitrin 09 - - 2,2 4,9 -
32 Peripih bentuk cecak 04.2.422 Vitrin 09 3,3 - - 3,4 -
33 Hiasan penutup hidung (3) 04.2.384 Vitrin 09 4,1 3 - 7 -
34 Peripih bentuk potongan[a] 04.2.217 Vitrin 09 - - - 1,4 -
35 Peripih bentuk lembaran (2) 04.2.433 Vitrin 09 3,2 1,8 - 2,8 -
36 Peripih persegi panjang (4) 04.2.434 Vitrin 09 7,6 2,5 - 6,8 -
37 Peripih bentuk naga 04.2.212 Vitrin 09 7 2 - 0,6 -
38 Arca Dewi Tara 04.2.455 Vitrin 09 5,8 2,9 - 85,8 -
39 Arca Bodhisatwa 04.2.456 Vitrin 09 10 5,8 - 338,8 -
40 Lempengan bentuk bulat 04.2.432 Vitrin 09 - - - 0.8 -
41 Lempengan perak I 04.2.423 Vitrin 09 - - - 1,6 -
42 Lempengan perak II 04.2.424 Vitrin 09 - - - 1,4 -
43 Lempeng bentuk bulat 04.2.165 Vitrin 09 - - 2,2 0,4 -
44 Arca Akshobhya E.36 Vitrin 09 19 11 - ? -
45 Hiasan bulan sabit 04.2.382 Vitrin 09 14,5 6,3 - 36,3 -
46 Lempengan Emas I 04.2.358 Vitrin 09 43 0,9 - 6,8 -
47 Lempengan Emas II 04.2.359 Vitrin 09 32 0,9 - 5 -
48 Lempengan Emas III 04.2.360 Vitrin 09 42,5 0,9 - 6,6 -
49 Wadah bertutup (kotak) 04.2.191 Vitrin 10 9,5 6 - 153 -
50 Wadah bertutup (segi delapan) 04.2.192 Vitrin 10 9,3 3,2 - 11,4 -
51 Cepuk/Wadah bertutup bentuk seperti durian 04.2.188 Vitrin 10 5 - 2,3 22,6 -
52 Cepuk bertutup bulat tertutup 04.2.164 Vitrin 10 7,2 - 7 52,6 -
53 Mangkuk dasar berkaki bentuk cincin 04.2.374 Vitrin 10 9,4 35 - 36,2 -
54 Mangkuk bentuk semanggi 04.2.345 Vitrin 10 3,3 12 - 79 -
55 Mangkuk I[b] - Vitrin 10 t. 6 - a. 10,3, b. 4,3 189,39 -
56 Mangkuk II[c] - Vitrin 10 t. 5,6 - a. 9,5, b. 4,5 194,1 -

PenyelidikanSunting

Perhitungan benda yang dicuri semula sebanyak 87 benda, tetapi setelah dihitung ulang oleh tim evaluasi beranggotakan sembilan orang bentukan Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwana X menjadi 75 buah dan selebihnya tercecer.[4] Keterangan yang lebih baru menyanggah jumlah tersebut dan menyatakan bahwa jumlah benda koleksi yang hilang sebanyak 54 buah.[3] Setelah audit dilakukan, salah satu anggota dari tim evaluasi, Jhohannes Marbun, dari Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA), menyatakan bahwa selama ini museum tidak dikelola secara profesional. Ia juga mempertanyakan keseriusan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan kasus ini. Dinas terkait dan kepolisian cenderung menangani kasus ini dengan sangat lambat dan sambil lalu.[12] Tim Penyelidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) bentukan Kepala Dinas Kebudayaan DIY juga tidak tampak berpengaruh.[13]

Penyelidikan polisi tidak membuahkan banyak hasil. Pada tahun 2011, polisi mengendus banyak kejanggalan dan kemungkinan rekayasa dalam laporan pencurian Museum Sonobudoyo.[14] Pada tahun 2013, kecurigaan sempat mengerucut kepada dua orang pegawai museum, sebab sistem alarm dan CCTV diduga sengaja dimatikan.[4][5] Penyelidikan dianggap mandek sejak tahun 2014.[15] Desember 2018, Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY berharap pengukuhan Polda menjadi tipe A membawa angin segar bagi kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo 2010 lalu.[16]

Dugaan lain memungkinkan bahwa pencurian tidak dilakukan dalam satu waktu, melainkan dibagi dalam beberapa kesempatan. Dugaan ini dikuatkan dengan ditemukannya replika koleksi yang menggantikan koleksi asli, juga ditemukannya ruangan dalam bangunan Sonobudoyo yang menyimpan banyak koleksi berharga, tetapi kepala museum mengaku tidak mengetahui adanya ruangan tersebut.[14]

MADYA berharap ada perluasan pencarian, tidak hanya di wilayah DIY, tetapi juga hingga luar negeri dan melibatkan Interpol.[13] Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, Thomas Haryonagoro menyanyangkan pihak terkait terburu-buru melapor pada Dewan Museum Internasional sehubungan dengan hilangnya sejumlah koleksi Museum Sonobudoyo sehingga tidak memberikan data yang memenuhi syarat.[17]

KronologiSunting

 
Tampak depan Museum Sonobudoyo

Pada saat pembobolan museum terjadi, sistem alarm dan CCTV dalam keadaan mati. Tidak ada saksi mata saat aksi pencurian dilakukan. Kehilangan itu diketahui hari Rabu, 11 Agustus 2010, sekitar pukul 09.00 saat petugas masuk ke ruang koleksi emas di bagian tengah museum; salah seorang pegawai mendapati angin-angin ruangan viltrin terbuka, genteng porak-poranda, banyak kaca pecah, dan barang-barang sudah tidak ada. Pada hari Selasa 10 Agustus 2010, sehari sebelum pencurian diketahui, pertunjukan wayang kulit digelar di Museum Sonobudoyo hingga pukul 22.00. Pencurian diperkirakan dilakukan pada Selasa malam atau Rabu dini hari. Pencuri diduga membobol masuk ke ruang pamer melalui jendela kecil dengan memecahkan kaca dan merusak teralis besi. Diperkirakan, pencuri masuk melalui pendapa sebelah timur. Tiga dari 12 lemari pajang dirusak dan linggis milik pencuri tertinggal di lokasi.[9][10] Setelah olah TKP, pihak kepolisian tidak menemukan satu pun sidik jari pelaku.[18]

TanggapanSunting

 
Arak-arakan pertunjukan seni oleh Masyarakat Advokasi Warisan Budaya pada 6 April 2011 sebagai bentuk protes terhadap ketidakjelasan kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo. Peserta unjuk rasa mengenakan topeng kertas bergambar salah satu artefak penting yang dicuri, yakni Topeng Emas Nayan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X menyatakan kekecewaannya atas hilangnya banyak koleksi era Mataram Kuno di Museum Sonobudoyo.[19] Pada tahun 2010, puluhan warga Yogyakarta yang tergabung dalam Gerakan Moral Rekonsiliasi Pancasila (GMRP) dan Paguyuban Tri Tunggal berunjuk rasa di simpang empat Kantor Pos Besar Yogyakarta di Jalan Senopati, menuntut penanganan kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo dan mengungkapkan pentingnya menjaga warisan bangsa.[20] Pada April 2011, aksi demonstrasi serupa juga digelar oleh Masyarakat Advokasi Warisan Budaya dengan tuntutan kepada pihak kepolisian agar menangani kasus dengan lebih serius. Peserta unjuk rasa mengenakan topeng kertas bergambar topeng emas Nayan dan menggelar aksi pertunjukan seni.[21] Pada Mei 2013, masyarakat menggelar selametan nyewu atau memperingati 1000 hari dicurinya koleksi berharga museum Sonobudoyo.[22][23]

Dari survei yang dilakukan oleh Masyarakat Advokasi Warisan Budaya pada 1000 responden tahun 2013, diketahui bahwa mayoritas masyarakat DIY menyatakan kurang puas dengan penanganan kasus pencurian koleksi Museum Sonobudoyo.[24]

PembenahanSunting

Sejak kejadian pencurian tersebut, gedung museum kini dipasangi 22 kamera pemantau di semua ruang pamer. Museum pun dibekali dengan alarm antipencuri dan petugas pengamanan ditambah sebanyak 11 orang. Meskipun demikian hal itu masih dianggap kurang. Lemari pajang masih berbahan kayu dan kaca yang tidak kokoh. Koleksi arca Mataram Kuno dari abad ke-8 hingga ke-12 Masehi diletakkan begitu saja di luar gedung, terpapar matahari dan hujan. Sebagai pengaman, arca-arca itu disemen dengan anggapan bahwa pencuri tidak bisa mengambil arca yang telah disemen.[25]

KeteranganSunting

  1. ^ Tersisa 10 potongan yang tidak dicuri.
  2. ^ Kemungkinan ditambahan kemudian dalam daftar hilang dan belum mendapatkan kepastian informasi.
  3. ^ Kemungkinan ditambahan kemudian dalam daftar hilang dan belum mendapatkan kepastian informasi.

Lihat jugaSunting

Pranala luarSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ abidien, Zed (2013-05-30). "Topeng Emas Sonobudoyo Diduga Buatan Majapahit". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  2. ^ Nasional; Terkini, Jogja; Politik; Regional; Ekonomi; Olahraga; Pendidikan; Pariwisata; Hiburan. "Penemu topeng emas kecewa pencurian di Sonobudoyo". Antara News Yogyakarta. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  3. ^ a b c Sinaga, Yustian Martin Sahalatua (2018-12-18). "PENERAPAN DALUWARSA PENCURIAN BENDA CAGAR BUDAYA UNTUK PENGHAPUSAN DARI REGISTER CAGAR BUDAYA DAN REGISTRASI KOLEKSI MUSEUM PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (Studi di Museum Negeri Sonobudoyo Yogyakarta)". UAJY. 
  4. ^ a b c P, Sekelumit; ang (2016-09-02). "Menolak Lupa !!. Kasus Hilangnya Benda Bersejarah Museum Sonobudoyo". Sekelumit Pandang. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  5. ^ a b "Delapan Tahun Kasus Pencurian Koleksi Museum Sonobudoyo Yogyakarta Belum Terungkap". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  6. ^ "Gold artefacts from Indonesian museum stolen". SEAArch - Southeast Asian Archaeology (dalam bahasa Inggris). 2011-01-27. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  7. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2013-09-13). "Pencurian Museum Terbesar Pernah Terjadi pada 2010 - VIVA". www.viva.co.id. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  8. ^ Iqbal, Muhammad (2015-08-11). "75 Koleksi Emas Sonobudoyo Terancam Bukan Lagi Cagar Budaya". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  9. ^ a b Media, Kompas Cyber. "Koleksi Emas Museum Sonobudoyo Dicuri". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  10. ^ a b Analisa, Aghreini. 2016. Uji Eksak Fisher dan Chi-Square Untuk Menguji Kualitas Pemberitaan Pencurian Aset Budaya di Museum Sonobudoyo Yogyakarta. PDF
  11. ^ Arsip "Daftar Koleksi Emas Museum Sonobudoyo Yogyakarta yang Hilang" oleh Masyarakat Advokasi Warisan Budaya. 2010.
  12. ^ "Jelang Enam Tahun, Kasus Sonobudoyo Makin Tak Jelas". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  13. ^ a b - (2015-08-11). "75 Koleksi Emas Sonobudoyo Terancam Bukan Lagi Cagar Budaya". Heta News. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  14. ^ a b antaranews.com (2011-12-08). "Polda selidiki rekayasa laporan pencurian Museum Sonobudoyo". Antara News. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  15. ^ "Hilangnya Koleksi Sonobudoyo Bukan Kasus Sepele". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  16. ^ "Barahmus Berharap Polisi Terus Selidiki Pencurian Koleksi Museum Sonobudoyo". Tribun Jogja. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  17. ^ "Banyak Pihak Sesalkan Pengelolaan Museum Sonobudoyo". www.gudeg.net. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  18. ^ "Olah TKP, Polisi Tidak Temukan Sidik Jari Tersangka". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  19. ^ "Sultan Kecewa Peninggalan Mataram Kuno Dicuri" (PDF). 13 Agustus 2010. Diakses tanggal 25 Juli 2019. 
  20. ^ "Warga Yogya Gelar Keprihatinan Kasus Pencurian di Museum Sonobudoyo". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  21. ^ "Warga Yogyakarta Pertanyakan Kasus Pencurian Museum Sonobudoyo". detiknews. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  22. ^ Wijoyono, Elanto (2013-05-29). "Selametan Nyewu untuk Museum Sonobudoyo". Elanto Wijoyono (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  23. ^ wargaberdaya (2013-05-24). "1000 Hari Hilangnya Koleksi Masterpiece Sonobudoyo". warga berdaya (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-25. 
  24. ^ "Pencurian Museum Sonobudoyo Terlupakan". hukumonline.com (dalam bahasa Indonesia). 2013-02-12. Diakses tanggal 2019-07-25. 
  25. ^ "Bagaimana Kabar Museum Usai Pencurian Itu... - Semua Halaman - Nationalgeographic.grid.id". nationalgeographic.grid.id. Diakses tanggal 2019-07-25.