Pencaplokan Jepang di Burma

| conflict = Pencaplokan Jepang di Burma | partof = Kampanye Burma pada Perang Dunia II | image = IJA 15th Army on border of Burma.jpg | caption = Para tentara Angkatan Darat Kelima Belas Jepang di perbatasan Burma | date = Januari – Mei 1942 | place = Burma | result = Kemenangan Blok Poros

Pencaplokan Jepang di Burma
Lokasi{{{place}}}

| casus = | territory = Pendudukan Jepang di Burma, Pendudukan Thailand di Negara Bagian Shan

| combatant1 = Sekutu:

| combatant2 = Blok Poros:

| commander1 =

| commander2 =

| strength1 = | strength2 =

| casualties1 =

  • Britania Raya 13.463[1]
  • Republik Tiongkok Sepuluh ribu orang tewas, ditangkap, atau menghilang[2]

| casualties2 =

  • Kekaisaran Jepang 2.143

}}

Pencaplokan Jepang di Burma adalah bab pembuka dari Kampanye Burma dalam Teater Asia Tenggara pada Perang Dunia II, yang terjadi selama lebih dari empat tahun dari 1942 sampai 1945. Pada tahun pertama kampanye tersebut, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang (dengan bantuan dari pasukan Thai dan pemberontak Burma) menendang pasukan Persemakmuran Britania dan Tiongkok keluar dari Burma, yang membuat dimulainya Pendudukan Jepang di Burma dan membentuk sebuah pemerintahan administratif Burma independen secara nominal.

Keadaan sebelum perangSunting

Sebelum Perang Dunia Kedua pecah, Burma merupakan bagian dari Kekaisaran Britania, yang secara proresif menyerang dan menduduki menyusul tiga perang Inggris-Burma pada abad ke-19. Awalnya merupakan bagian dari India Britania, Burma kemudian menjadi koloni terpisah berdasarkan Akta Pemerintahan India 1935. Di bawah kekuasaan Britania, terjadi perkembangan ekonomi yang substansial, tapi mayoritas komunitas Bamar menjadi semakin bergejolak. Yang memprihatinkan mereka antara lain masuknya pekerja-pekerja India dalam banyak industri baru dan terkikirsnya masyarakat tradisional di daerah-daerah pedesaan karena tanah mereka dipergunakan untuk perkebunan-perkebunan yang hasilnya diekspor atau digadaikan pada lintah darat India. Dorongan untuk merdeka semakin besar.[3] Ketika Burma diserang, orang-orang Bamar tidak bersedia membantu pihak Britania dan banyak yang siap membantu pergerakan-pergerakan membantu Jepang.

CatatanSunting

  1. ^ Allen, p. 638
  2. ^ McLynn, The Burma Campaign: Disaster into Triumph, 1942-1945, pg. 67.
  3. ^ Bayly and Harper, pp. 81–96

ReferensiSunting

Bacaan tambahanSunting

  • Carew, Tim. The Longest Retreat
  • Calvert, Mike. Fighting Mad
  • Dillon, Terence. Rangoon to Kohima
  • Drea, Edward J. (1998). "An Allied Interpretation of the Pacific War". In the Service of the Emperor: Essays on the Imperial Japanese Army. Nebraska: University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-1708-0. 
  • Fujino, Hideo. Singapore and Burma
  • Grant, Ian Lyall & Tamayama, Kazuo Burma 1942: The Japanese Invasion
  • Iida, Shojiro From the Battlefields
  • Ikuhiko Hata Road to the Pacific War
  • Hodsun, J.L. War in the Sun
  • Keegan (ed), John; Duncan Anderson (1991). Churchill's Generals. London: Cassell Military. hlm. 243–255. ISBN 0-304-36712-5. 
  • Latimer, Jon. Burma: The Forgotten War
  • Moser, Don and editors of Time-Life Books World War II: China-Burma-India',1978, Library of Congress no 77-93742
  • Ochi, Harumi. Struggle in Burma
  • Reynolds, E. Bruce. Thailand and Japan's Southern Advance
  • Sadayoshi Shigematsu Fighting Around Burma
  • Smyth, John Before the Dawn
  • Sugita, Saiichi. Burma Operations
  • Young, Edward M. Aerial Nationalism: A History of Aviation in Thailand

Pranala luarSunting