Buka menu utama

Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional

Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) adalah ajang olahraga nasional antarprovinsi untuk mahasiswa perguruan tinggi tingkat sarjana dan diploma di Indonesia. POMNas diadakan setiap 2 tahun sekali[1]. POMNas diselenggarakan pertama kali di Yogyakarta pada tahun 1990. Nomor urut penyelenggaraan selanjutnya didasarkan pada POMNas pertama tersebut. Penyelenggaraan POMNas merupakan tanggung jawab Pengurus Pusat Badan Pembina Olahraga Mahasiswa Indonesia (Bapomi).

Daftar isi

SejarahSunting

POMNas I - XIIISunting

No. Kegiatan Tahun Tuan rumah
1 POMNas I 1990 Yogyakarta
2 POMNas II 1992 Surabaya
3 POMNas III 1994 Medan
4 POMNas IV 1996 Makassar
5 POMNas V 1998 Kalimantan Timur
6 POMNas VI 2000
7 POMNas VII 2001 Denpasar
8 POMNas VIII 2003 Pekanbaru
9 POMNas IX 2005 Bandung
10 POMNas X 2007 Banjarmasin
11 POMNas XI 2009 Palembang
12 POMNas XII 2011 Batam/Kepulauan Riau
13 POMNas XIII 2013 Yogyakarta[2]
14 POMNas XIV 2015 Aceh

PesertaSunting

Atlet peserta POMNas merupakan mahasiswa aktif dari program diploma, sarjana 1, sarjana 2, atau sarjana 3 pada perguruan tinggi atau swasta yang berada di bawah lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia atau departemen/lembaga lainnya. Usia peserta belum 25 tahun pada tanggal 1 Januari tahun penyelenggaraan. Setiap peserta didaftarkan dan tergabung dalam satu kontingen provinsi serta hanya boleh mengikuti satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

CabangSunting

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan atletik, renang, dan pencak silat sebagai cabang olahraga wajib yang diperlombakan di POMNas. Jumlah cabang yang diperlombakan minimal 10 cabang termasuk cabang wajib. Selain itu, tuan rumah penyelenggara juga wajib mengadakan gelar budaya daerah dan sarasehan keolahragaan selama penyelenggaraan POMNas.

POMNas XIIISunting

POMNas XIII dilaksanakan di Yogyakarta pada tanggal 25 November hingga 30 November 2013.

CabangSunting

Terdapat 14 cabang yang dipertandingkan yaitu[3]:

PesertaSunting

Sekitar 2.700 peserta ikut berkompetisi dalam POMNas XIII.[4] 33 provinsi mendaftarkan dirinya dalam POMNas XIII namun hanya 31 kontingen provinsi yang menghadiri upacara pembukaan. Sulawesi Barat mengundurkan diri dari keikutsertannya dalam POMNas XIII.[5]

KontroversiSunting

Kontingen Jawa Timur mengaku memboikot pembukaan POMNas XIII dengan tidak menghadirkan wakilnya dalam acara pembukaan. Menurut Wakil Komandan Kontingen Bapomi Cabang Jawa Timur Edy Mintarto, persoalan muncul ketika panitia mengeluarkan keputusan sepihak melalui situs Internet tanggal 27 September 2013. Saat itu diumumkan bahwa pemain profesional dari cabang olahraga sepak bola dan bola voli tidak diperbolehkan bermain, baik yang bermain di kompetisi liga profesional seperti ISL, IPL, atau Proliga. Dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) 22 Oktober 2013, aturan tersebut tidak dibahas dan Rakornis hanya menyatakan yang dilarang ikut bertanding adalah atlet Pelatnas SEA Games Myanmar. Tetapi, Edy menyebutkan tiba-tiba ada keputusan dari PP Bapomi yang mengeluarkan hasil notula dan melegalisasi pengumuman tanggal 27 September itu. Menurut Edy, terdapat hal aneh dari surat tersebut bahwa surat itu dikirimkan dengan kertas tanpa kop dan tidak ada tanda cap organisasi. Dalam surat tersebut, tim Jawa Timur diminta untuk mengganti pemain, padahal proses pemasukan data entry by name sudah ditutup pada 22 Oktober. Persoalan lain, Jawa Timur tidak bisa menerima keputusan panitia yang mengganti sistem pertandingan sepak bola menjadi sistem gugur, sedang semula sudah dinyatakan setengah kompetisi dengan kesiapan panitia sudah menyediakan dua lapangan sepak bola di lapangan UNY dan Stadion Mandala Krida. Atas pertimbangan dari Komandan Kontingen dan juga pimpinan Bapomi Jawa Timur akhirnya disepakati pada cabang sepak bola serta bola voli (putra dan putri) Jawa Timur muindur dari POMNas dan tidak akan menghadiri pembukaan POMNas. Selain itu dari cabang bola basket, 2 pemain basket Jawa Timur mendapat sanksi pembinaan dari Perbasi karena menolak panggilan Pelatnas. Keduanya diskors selama satu tahun terhitung sejak 1 Desember 2013 hingga Desember 2014. Namun, pada POMNas XIII yang diselenggarakan di bulan November 2013, panitia lokal POMNas XIII melarang kedua pemain tersbut bertanding. [6]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting