Buka menu utama

Partai Keadilan dan Pembangunan

partai politik di Turki

Partai Keadilan dan Pembangungan (bahasa Turki: Adalet ve Kalkınma Partisi, bahasa Inggris: Justice and Development Party) adalah sebuah partai politik di negara Turki. Partai Keadilan dan Pembangunan Turki sering juga di singkat JDP, AK PARTİ, AKP atau PKP dalam Bahasa Indonesia. Partai ini berhaluan kanan moderat dengan ideologi partai yang konservatif. Saat ini menjadi partai terbesar dengan meraih 327 anggota parlemen Turki. PKP Turki dipimpin oleh Recep Tayyip Erdoğan melalui Kongres Luar Biasa ke-3 pada 21 Mei 2017.

Partai Keadilan dan Pembangunan
Adalet ve Kalkınma Partisi
PemimpinRecep Tayyip Erdoğan
Pemimpin ParlemenNaci Bostancı
Juru BicaraMahir Ünal
PendiriRecep Tayyip Erdoğan
Didirikan14 Agustus 2001; 18 tahun lalu (2001-08-14)
Didahului olehPartai Kebajikan
Kantor pusatSöğütözü Caddesi No 6
Çankaya, Ankara
Sayap pemudaAK Youth
Anggota  (2018)10.100.083[1]
IdeologiIslamisme[2]
Demokrasi Islam[3][4]
Sentralisasi
Demokrasi konservatif
Konservatisme sosial[5][6][7]
Konservatisme nasional[4][8][9]
Populisme sayap kanan[10]
Neo-Ottomanisme[11][12][13]
Erdoğanisme
Otoritarianisme[14][15]
Posisi politikSayap kanan[16]
Afiliasi nasionalAliansi Rakyat
Afiliasi internasionalTidak ada
Warna resmi     Jingga
     Biru
Majelis Agung Nasional
291 / 600
Situs web
http://www.akparti.org.tr/en

Partai Keadilan dan Pembangungan didirikan pada tahun 2001 oleh sejumlah anggota partai yang telah ada sebelumnya. Selanjutnya pada Pemilu Turki tahun 2002 partai yang baru didirikan ini mendapat kemenangan dengan meraih dua pertiga kursi anggota di majelis parlemen Turki. Abdullah Gül sebagai kader partai ini mendapat kepercayaan untuk menjadi perdana menteri, tetapi amendemen undang-undang dasar negara Turki tahun 2003 memperbolehkan Erdoğan untuk mengganti posisi Abdullah Gül.

Pada Pemilu tahun 2007, PKP mendapat suara 47% namun di parlemen jatah kursi mendapat 341. Walaupun mengalami penurunan, Erdoğan kembali terpilih menjadi perdana menteri Turki dan kader PKP Abdullah Gül menjadi presiden Turki.

Pada Pemilu tanggal 12 Juni 2011, PKP mengalami kenaikan jumlah pemilih dengan meraih 49,8 persen suara dan mendapat jatah kursi 327 di parlemen. Kini PKP mendapat kepercayaan membentuk pemerintahan untuk ketiga kali secara berturut-turut.

PKP Turki mencitrakan sebagai partai pro-Barat dalam sistem kepartaian Turki yang memperjuangkan agenda nilai-nilai konservatif bangsa Turki dan sistem ekonomi liberal. Selain itu agenda lainya yaitu memperjuangkan bergabungnya Turki ke Uni Eropa.

PembentukanSunting

Tokoh dan Pendiri Partai Keadilan dan Pembangunan berasal dari para politisi yang sudah memiliki pengalaman dari beragam partai sebelumnya. Kader utama bersasal dari Partai yang sudah berdiri sebelumnya dan berhaluan reformis. Kader ini seperti Abdullah Gül yang berasal dari Partai Kebajikan (Virtue Party) yang berhaluan Islam. Selain dari kader reformis berhaluan Islam, kader lainya berasal dari partai yang berhaluan sosialis konservatif yaitu Partai Tanah Air seperti Cemil Çiçek dan AbdülKadir Aksu. Kader utama lainya berasal dari Partai Demokratik Turki seperti Hüseyin Çelik dan Köksal Toptan. Anggota lainya memiliki latar belakang yang berbeda-beda dari partai yang sudah berdiri sebelumnya yang mewakili kaum nasionalis dan islam.[17]

Selain kader-kader dari partai lain yang berpindah ke Partai Keadilan dan Pembangungan, terdapat sejumlah nama tokoh yang sudah lama menjadi anggota dan pendiri partai bersama Recep Tayyip Erdoğan seperti Ali Babacan, Selma Aliye Kavaf, Egemen Bağış dan Mevlüt Çavuşoğlu.

IdeologiSunting

Menurut salah satu mantan menteri Turki yang bernama Hüseyin Çelik, "Partai Keadilan dan Pembangunan Turki merupakan sebuah partai berhaluan demokratis konservatif terhadap nilai moral dan sosial." Majalah The Economist menyebut Partai Keadilan dan Pembangunan Turki sebagai partai "agak islam" sementara Reuters menyebut partai ini sebagai partai "Islam yang mengakar" dan "berhaluan Islam." Partai ini juga sering di sebut oleh banyak media barat sebagai partai islam. Pada bulan maret 2012 Çelik mengeluhkan seringnya penyebutan partai ini oleh media barat sebagai partai islami, partai berhaluan Islam, agak Islam, berorientasi Islam, berbasiskan Islam atau memiliki agenda Islam dan sejenisnya. Penyebutan ini tidak mewakili nilai kebenaran dari Partai Keadilan dan Pembangungan.[18]

SejarahSunting

Rongrongan PembubaranSunting

Partai Keadilan dan Pembangunan telah mengahadapi dua kali rongrongan pembubaran selama sejarah berdirinya. Hanya 10 hari sebelum pemilu Turki tahun 2002, Jaksa Agung Turki, Sabih Kanadoğlu, mengajukan permintaan kepada mahkamah konstitusi Turki untuk menutup AKP, yang pada waktu itu memimpin perolehan jajak pendapat. Jaksa menuding AKP telah melakukan pelanggaran hukum. Ia mendasarkan kasus ini dengan kondisi bahwa pemimpin partai waktu itu telah ditegah dari dunia politik akibat membacakan puisi Islami. Namun sebelum itu, [[Komisi Eropa]] telah terlebih dulu mengkritik Turki atas penegahan terhadap pemimpin partai itu untuk mengikuti pemilu.

Sebuah Pengadilan pada tahun 2008 merupakan lanjutan upaya untuk menutup AKP dan menegah 71 anggota terkemuka partai itu dari dunia politik selama lima tahun. Dalam sebuah konferensi internasional di Spanyol, Erdoğan menjawab pertanyaan seorang jurnalis dengan menyatakan, "Bagaimana sekiranya betul kerudung itu sebuah simbol? Bahkan jika itu ialah simbol politik, apakah itu berarti memberi [siapapun] hak untuk menegahnya? Dapatkah anda menerapkan pelarangan terhadap simbol?" Pernyataan ini kemudian berlanjut dengan penyusunan proposal bersama antara AKP dan Partai Gerakan Nasional untuk mengamendemen konstitusi dan perundangan demi mencabut larangan pemakaian kerudung bagi perempuan di kampus-kampus perguruan tinggi negeri. Tak lama setelah itu, Jaksa Agung Turki, Abdurrahman Yalçınkaya, meminta Mahkamah Konstitusi Turki untuk menutup partai atas tuduhan menodai pemisahan agama dan negara di Turki. Tuntutan penutupan ini gagal karena kurang satu suara. Hanya 6 dari 11 hakim yang setuju, padahal dibutuhkan minimal 7 suara. Kendati demikian, 10 dari 11 hakim mengambil sikap sama bahwa AKP telah menjadi "pusat dari kegiatan anti-sekuler" yang kemudian menyebabkan partai kehilangan hak pendanaan dari negara.

Hasil-hasil PemiluSunting

Pemilihan nasional

Tanggal pemilu Ketua Partai Jumlah suara diperoleh Persentase suara Jumlah aleg
3 November 2002 Recep Tayyip Erdoğan 10.763.904 34,26% 363
22 Juli 2007 Recep Tayyip Erdoğan 16.327.291 46,58% 341
12 Juni 2011 Recep Tayyip Erdoğan 21.442.206 49,83% 326
7 Juni 2015 Ahmet Davutoğlu 18.716.728 40,93% 256

Pemilihan lokal

Tanggal pemilu Ketua Partai Total suara Persentase suara Jumlah daerah kemenangan
28 Maret 2004 Recep Tayyip Erdoğan 13,447,287 41.67% 1750
29 Maret 2009 Recep Tayyip Erdoğan 15,353,553 38.39% 1404
30 Maret 2014 Recep Tayyip Erdoğan 17,802,976 42.87%

Referendum

Tanggal pemilu Ketua Partai Mendukung Persentase Menolak Percentase Dukungan tuk AKP
21 Oktober 2007 Recep Tayyip Erdoğan 19,422,714 68.95 8,744,947 31.05 Mendukung
12 September 2010 Recep Tayyip Erdoğan 21,787,244 57.88 15,856,79 42.12 Mendukung


ReferensiSunting

  1. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Yargitay
  2. ^ Nordsieck, Wolfram (2018). "Turkey". Parties and Elections in Europe. Diakses tanggal 1 September 2018. 
  3. ^ Tepe, Sultan (2005). "Turkey's AKP: A Model "Muslim-Democratic" Party?". JHU Press: 69–82. 
  4. ^ a b "Erdoğan's Triumph". Financial Times. July 24, 2007. The AKP is now a national conservative party — albeit rebalancing power away from the westernised urban elite and towards Turkey's traditional heartland of Anatolia — as well as the Muslim equivalent of Europe's Christian Democrats. [pranala nonaktif permanen]
  5. ^ "AKP yet to win over wary business elite". Financial Times. 8 July 2007. 
  6. ^ Cagaptay, Soner (2014). The Rise of Turkey. Potomac Books. hlm. 117. 
  7. ^ Yavuz, M. Hakan (2009). Secularism and Muslim Democracy in Turkey. Cambridge University Press. hlm. 105. 
  8. ^ Abbas, Tahir (2016). Contemporary Turkey in Conflict. Edinburgh University Press. 
  9. ^ Bayat, Asef (2013). Post-Islamism. Oxford University Press. hlm. 11. 
  10. ^ Gunes, Cengiz (2013). "The Kurdish Question in Turkey". Routledge: 270. 
    Konak, Nahide (2015). Waves of Social Movement Mobilizations in the Twenty-First Century: Challenges to the Neo-Liberal World Order and Democracy. Lexington Books. hlm. 64. 
    Jones, Jeremy (2007). Negotiating Change: The New Politics of the Middle East. I.B. Tauris. hlm. 219. 
  11. ^ Osman Rifat Ibrahim. "AKP and the great neo-Ottoman travesty". Al Jazeera. Diakses tanggal 7 June 2015. 
  12. ^ Yavuz, M. Hakan (1998). "Turkish identity and foreign policy in flux: The rise of Neo‐Ottomanism". Critique: Critical Middle Eastern Studies. 7 (12): 19–41. doi:10.1080/10669929808720119. 
  13. ^ Kardaş, Şaban (2010). "Turkey: Redrawing the Middle East Map or Building Sandcastles?". Middle East Policy. 17: 115–136. doi:10.1111/j.1475-4967.2010.00430.x. 
  14. ^ Cook, Steven A. (2012). "Recent History: The Rise of the Justice and Development Party". U.S.-Turkey Relations: A New Partnership to. Council on Foreign Relations: 52. 
  15. ^ Göçek, Fatma Müge (2011). "The Transformation of Turkey: Redefining State and Society from the Ottoman Empire to the Modern Era". I.B. Tauris: 56. 
    Tocci, Nathalie (2012). "Turkey and the European Union". The Routledge Handbook of Modern Turkey. Routledge: 241. 
  16. ^ Soner Cagaptay (2015-10-17). "Turkey's divisions are so deep they threaten its future". Guardian. Diakses tanggal 2015-12-27. 
  17. ^ http://haber.gazetevatan.com/0/122728/4/Yazarlar/73
  18. ^ AKP menjelaskan perubahan piagam, menampik tudingan asing Berita Harian Hürriyet 28 March 2010


Pranala luarSunting