Buka menu utama

Partai Demokrat Jepang

partai politik di Jepang

Partai Demokratik Jepang (民主党, Minshutō) adalah sebuah partai politik berporos tengah di Jepang[3] sejak tahun 1998 hingga 2016.

Partai Demokratik Jepang
民主党

Minshutō
PresidenKatsuya Okada
Sekretaris-JenderalYukio Edano
Ketua anggota dewanAkira Gunji
Ketua perwakilanKatsuya Okada
Dibentuk27 April 1998 (1998-4-27)
Dibubarkan27 Maret 2016 (2016-3-27)
Digabungkan dari
Didahului olehPartai Front Baru
Digabungkan kePartai Demokratik (2016)
Kantor pusat1-11-1 Nagata-cho, Chiyoda, Tokyo 100-0014, Jepang
IdeologiSentrisme
Liberalisme sosial
Posisi politikTengah hingga kiri tengah[1][2]
Afiliasi internasionalAlliance of Democrats (2005–12)
Warna          Merah dan hitam (tidak resmi)
Situs web
www.dpj.or.jp

Partai ini bermula dari Partai Demokratik Jepang, yang didirikan pada bulan September 1996 oleh para politikus berporos kanan tengah dan kiri tengah yang berakar dari Partai Demokratik Liberal dan Partai Sosialis Jepang.[4] ada bulan April 1998, partai DPJ yang sebelumnya bergabung dengan partai sempalan dari Partai Front Baru untuk mendirikan partai baru sambil tetap mempertahankan nama DPJ.[5] Pada tahun 2003, Partai Liberal pimpinan Ichirō Ozawa ikut bergabung.[2]

Setelah pemilihan umum tahun 2009, DPJ menjadi partai penguasa pada Dewan Perwakilan, mengalahkan Partai Demokratik Liberal (LDP) yang telah lama mendominasi serta merebut jumlah kursi terbanyak di Dewan Perwakilan dan Dewan Penasihat. DPJ dikeluarkan dari pemerintahan oleh LDP pada pemilihan umum tahun 2012. Mereka mempertahankan 57 kursi di majelis rendah, dan masih memiliki 88 kursi di majelis tinggi. Selama masa pemerintahannya, DPJ dihadapkan oleh berbagai konflik internal dan berjuang untuk menerapkan banyak kebijakan yang mereka ajukan, hasil yang menurut pakar politik Phillip Lipscy dan Ethan Scheiner simpulkan sebagai "paradoks perubahan politik tanpa perubahan kebijakan".[6] Produktivitas legislatif di bawah pemerintahan DPJ umumnya tergolong rendah, jatuh ke tingkat yang—menurut beberapa pendapat—belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Jepang masa kini.[7] Namun, DPJ menerapkan sejumlah tindakan progresif selama pemerintahan mereka seperti kebijakan sekolah gratis hingga tingkat sekolah menengah atas, peningkatan subsidi pengasuhan anak,[8] memperluas cakupan asuransi pengangguran,[9] perpanjangan durasi tunjangan perumahan,[10] dan peraturan yang lebih ketat untuk melindungi pekerja paruh waktu dan sementara.[11]

Pada tanggal 27 Maret 2016, DPJ bergabung dengan Partai Inovasi Jepang dan Visi Reformasi untuk membentuk Partai Demokratik (2016) (Minshintō).[12]

Partai ini berbeda dengan Partai Demokratik Jepang yang bergabung dengan Partai Liberal pada tahun 1955 untuk membentuk Partai Demokratik Liberal. Partai ini juga berbeda dengan Partai Demokratik lainnya (1947), yang didirikan pada tahun 1947 dan dibubarkan pada tahun 1950.

ReferensiSunting

  1. ^ Inoguchi, Takashi (2012). "1945: Post-Second World War Japan". Dalam Isakhan, Benjamin; Stockwell, Stephen. The Edinburgh Companion to the History of Democracy. Edinburgh University Press. hlm. 308. ISBN 978-0-7486-4075-1. The Democratic Party of Japan is a centre-left party, but it contains a sizeable union-based left wing and some members close to the extreme right. 
  2. ^ a b Schreurs, Miranda (2014). "Japan". Dalam Kopstein, Jeffrey; Lichbach, Mark; Hanson, Stephen E. Comparative Politics: Interests, Identities, and Institutions in a Changing Global Order. Cambridge University Press. hlm. 192. ISBN 978-1-139-99138-4. 
  3. ^ Partai Demokratik Jepang digambarkan dengan luas sebagai partai politik poros tengah:
  4. ^ Uchiyama, Yu (2010). "Leadership Strategies: Redrawing boundaries among and within parties in Japan". Dalam Hook, Glenn D. Decoding Boundaries in Contemporary Japan: The Koizumi Administration and Beyond. Routledge. hlm. 125. ISBN 978-1-136-84099-9. 
  5. ^ Curtis, Gerald L. (1999). The Logic of Japanese Politics: Leaders, Institutions, and the Limits of Change. Columbia University Press. hlm. 193–194. ISBN 978-0-231-50254-2. 
  6. ^ Lipscy, Phillip Y.; Scheiner, Ethan (2012). "Japan under the DPJ: The Paradox of Political Change without Policy Change" (PDF). Journal of East Asian Studies. 12 (3): 311–322. 
  7. ^ Kushida, Kenji E.; Lipscy, Phillip Y. (2013). "The Rise and Fall of the Democratic Party of Japan" (PDF). Japan Under the DPJ: The Politics of Transition and Governance. Stanford: Brookings/Walter H. Shorenstein Asia Pacific Research Center. 
  8. ^ Japan in Transformation, 1945–2010 (2nd edition) by Jeff Kingston
  9. ^ Izuhara, M. (2013). Handbook on East Asian Social Policy. Edward Elgar Publishing, Incorporated. hlm. 446. ISBN 9780857930293. 
  10. ^ Miura, M. (2012). Welfare through Work: Conservative Ideas, Partisan Dynamics, and Social Protection in Japan. Cornell University Press. hlm. 153. ISBN 9780801465482. 
  11. ^ Béland, D.; Peterson, K. (2014). Analysing Social Policy Concepts and Language: Comparative and Transnational Perspectives. Policy Press. hlm. 207. ISBN 9781447306443. 
  12. ^ "New opposition party launched with merger of DPJ smaller party". Diarsipkan dari versi asli tanggal 27 Maret 2016. Diakses tanggal 28 Maret 2016. 

Pranala luarSunting