Pandemi influenza

Pandemi influenza adalah wabah yang tersebar di seluruh dunia serta menginfeksi sebagian besar penduduk dunia melalui virus influenza. Wabah ini berbeda dengan influenza biasa sebab terjadi secara tidak teratur -- kurang lebih sembilan kasus mengenai pandemi influenza kurun 300 tahun terakhir. Pandemi ini tergolong peristiwa yang mengerikan sebab mampu mengakibatkan tingginya tingkat kematian yang mana dibuktikan dengan peristiwa flu Spanyol pada tahun 1918 -- peristiwa wabah terburuk sepanjang sejarah yang bertanggung jawab atas kasus kematian berjumlah 50 hingga 100 juta manusia. Di setiap abad kurun 300 tahun terakhir, kiranya ada tiga wabah influenza dan wabah terakhir terjadi saat peristiwa flu di tahun 2009 silam.[1]

Bangsal influenza di Walter Reed Hospital, di Washington, DC selama pandemi flu Spanyol tahun 1918–1919.

Wabah ini terjadi karena virus influenza berawal dari hewan lalu menular ke manusia. Spesies hewan yang diduga berperan penting dalam wabah ini yaitu babi, ayam dan bebek yang kemudian muncul strain pada manusia. Penyebarannya sangat kilat dan dapat menginfeksi banyak manusia dikarenakan kekebalan apapun yang dimiliki manusia di usia tua tidak terpengaruh terhadap jenis influenza ini. Virus influenza A berperan dalam wabah influenza pada manusia dikarenakan penularan dari burung liar menuju spesies lain, seperti unggas domestik. Dugaan tersebarnya virus influenza di dunia dikarenakan oleh migrasi burung dan juga memiliki kemungkinan disebabkan karena ekspedisi penjualan burung hidup, serta perkembangan manusia.[2]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menghasilkan klasifikasi enam tahap yang menjelaskan proses perpindahan virus influenza baru dari beberapa infeksi pertama pada manusia hingga pandemi. Ini dimulai dengan virus yang sebagian besar menginfeksi hewan, dengan beberapa kasus di mana hewan menginfeksi orang, kemudian bergerak melalui tahap di mana virus mulai menyebar langsung di antara manusia, dan berakhir dengan pandemi ketika infeksi dari virus baru telah menyebar ke seluruh dunia.[3]

Salah satu jenis virus yang dapat menghasilkan pandemi di masa depan adalah variasi yang sangat patogenik dari subtipe virus influenza A H5N1. Pada 11 Juni 2009, jenis baru influenza H1N1 dinyatakan sebagai pandemi global (Tahap 6) oleh WHO setelah bukti penyebaran di belahan bumi selatan. Pembaruan dunia 13 November 2009 oleh WHO menyatakan bahwa "tanggal 8 November 2009, di seluruh dunia lebih dari 206 negara dan wilayah atau komunitas luar negeri telah melaporkan [503.536] laboratorium yang mengonfirmasi kasus pandemi influenza H1N1 2009, termasuk lebih dari 6.250 kematian."[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Nicholls H (2006). "Pandemic influenza: the inside story". PLOS Biol. 4 (2): e50. doi:10.1371/journal.pbio.0040050. PMC 1363710 . PMID 16464130. 
  2. ^ Klenk, Hans-Dieter; et al. (2008). "Avian Influenza: Molecular Mechanisms of Pathogenesis and Host Range". Dalam Thomas C. Mettenleiter and Francisco Sobrino. Animal Viruses: Molecular Biology. Caister Academic Press. ISBN 978-1-904455-22-6. 
  3. ^ "Current WHO phase of pandemic alert". World Health Organization, 2009 Diarsipkan 28 September 2011 di Wayback Machine.
  4. ^ "Pandemic (H1N1) 2009 – update 74". Situation updates – Pandemic (H1N1) 2009. World Health Organization. 13 November 2009. Diakses tanggal 29 March 2011. 

Sumber umumSunting

  • Poland, G. A. (2006). "Vaccines against Avian Influenza – A Race against Time". N Engl J Med. 354 (13): 1411–1413. doi:10.1056/NEJMe068047. PMID 16571885. 
  • Treanor, J. J.; Campbell, J. D.; Zangwill, K. M.; Rowe, T.; Wolff, M. (2006). "Safety and Immunogenicity of an Inactivated Subvirion Influenza A (H5N1) Vaccine". N Engl J Med. 354 (13): 1343–51. doi:10.1056/NEJMoa055778. PMID 16571878. 

Pranala luarSunting